Athena

Athena
Renalda's Island (3)



Setelah menikmati indahnya pemandangan yang semesta perlihatkan, mereka kembali naik ke Van yang mengantarkan mereka hingga ke resort.


Athena sudah duduk bersandar di kursi mobil yang berbentuk sofa, kakinya ia panjangkan. Sementara teman-temannya duduk di bawah. Perjalan kian menyeramkan, hanya lampu Van yang menyinari jalan.


"Jalannya gelap gini, serem juga, tapi kita gak pernah dengar ada begal di sini" kata Eros membuka percakapan.


"Pulau ini aman sih, terjamin banget malah. Belum ada seorang wisatawan pun yang pernah kehilangan. Jikalau pun lupa di suatu tempat, pas mereka cari yah barangnya masih di sana" Kevin menjelaskan.


"Kejujuran orang-orang pribumi di sini benar-benar high class" kagum Wildan.


"Seandainya ada perguruan tinggi di sini, gue pasti lobi dari lama" Kevin membuka topik baru.


"Emang nggak ada Vin? Kotanya luas padahal. Lengkap mall, apartemen, sekolah juga" tanya Raga heran.


Kevin menggeleng.


"Setelah menamatkan sekolah wajib, mereka diberikan dua opsi, keluar untuk melanjutkan pendidikan atau menetap dan mendapatkan pelatihan khusus" Kevin menjelaskan.


"Orang-orang sini pada terampil sih." kata Darren.


Van berhenti di depan resort yang mereka sewa, sopirnya pun pamit untuk pulang beristirahat.


"Gue lapar deh" ucap Wildan.


"Aku juga" Athena ikut ngomong.


"Atau kita barbeque an kali yah?" usul Kevin.


"Boleh deh. Gue dan Wildan beli dagingnya dulu" kata Darren.


Raga dan Eros menyiapkan pembakarannya, sementara Raga pamit untuk ke kamar mandi sebentar. Athena sibuk menyiapkan minuman untuk menemani barbeque an mereka.


Darren dan Kevin datang masing-masing membawa kantongan ditangannya. Ada daging grill, sosis beku, bakso juga kentang beku. Ada bumbunya juga.


"Kalian bakar dulu yah. Aku goreng kentangnya dulu di dalem" pamit Athena.


Tidak butuh waktu lama, kentang beku sekilo sudah Athena goreng. Ia kembali masuk ke dapur untuk mengambil beberapa piring, juga sambel dan mayonaise.


"Manteeep" Wildan dengan lihai menggunakan sumpit untuk makan.


"Besok tiketnya sore kan yah?" tanya Eros.


"Iya" jawab Kevin.


"Gak apa-apa lah tidur larut malam, kesiangan bukan masalah" Eros baru kali ini melanggar peraturan dalam hidupnya.


"Tembus pagi kerena barbeque an, boleh tuh" Darren mengiyakan ide Eros.


Athena asyik memakan kentang goreng. Sesekali ia akan mengambil sosis sebagai selingan. Ia sebenarnya ingin ikut seruan-seruan bersama teman-temannya, tapi ia ingat peringatan sang Daddy jika ia harus menjaga kesehatannya. Tidur larut malam akan membuat pertahanan tubuhnya berantakan.


"The, udah jam 12" Raga mengingatkan.


"Kenapa nih kalau udah jam 12, The mau berubah jadi princess yah?" tanya Wildan.


"The kan baru habis sakit. Tuh otak digunakan Napa" sarkas Kevin.


Wildan hanya nyengir.


"Bentar lagi deh" Athena mencoba bernegosiasi.


Raga berdiri dari duduknya.


"Sekarang" ia mengulurkan tangannya pada Athena.


"Iya iya. Good night semuanya" pasrah Athena. Ia memukul pelan telapak tangan Raga kemudian berjalan masuk sendiri.


"Mimpiin bang Wildan yah The" teriak Wildan.


Raga hanya mendengus mendengar teriakan Wildan. Ia lalu duduk kembali dan memakan kentang.


Satu persatu mulai pamit untuk tidur. Hanya Raga sendiri yang sibuk dengan pikirannya. Setelah meninggalkan tempat ini, Raga akan langsung bertolak ke kota C. Mama dan papanya sudah berada di sana.


Raga juga ikut memasuki villa, ia berjalan ke kamar Athena, membuka pintunya lalu menguncinya. Tadi ia sudah mengirimkan pesan pada Athena agar pintu kamarnya tidak di kunci.


Athena membuka matanya saat pintu kamarnya terbuka. Ia merasakan beban diatasnya, Raga sedang menindihnya.


"Bangun hmm?" tanya Raga tepat di samping telinga Athena. Bibir Raga bahkan sudah menyentuh telinga Athena.


"Geli, Ga" ucap Athena.


Raga menurunkan sedikit kepalanya, mencari leher Athena, tempat yang memberinya ketenangan.


"Di bandara besok, aku gak pulang ke rumah. Aku akan langsung berangkat ke kota C." beritahu Raga. Ia bercerita tapi wajahnya masih ia tenggelamkan diceruk leher Athena.


Athena mengusap kepala Raga.


"Private course nya disana?" tanya Athena.


Raga mengangguk.


Raga menciumi dagu Athena. Kepalanya ia angkat, kedua tangannya masing-masing bertumpu disisi kiri dan kanan kepala Athena.


Ia melihat wajah gadis di bawahnya dengan seksama, mencoba merekam wajah manis yang selalu membuatnya ingin terus menatapnya.


"Why?" tanya Athena. Ia merangkum wajah Raga.


Raga menggeleng. Ia melepaskan tangan Athena dari pipinya, kemudian mengecup lama sudut bibir gadisnya. Ia lalu melarikan wajahnya ke rambut Athena, mencium kembali telinga Athena.


"Manja banget" ucap Athena.


"Besok udah pisah" ucap Raga.


Setelah di rasa cukup untuk menyimpan aroma Athena, Raga bangun.


"Kamu lanjut tidur" ucapnya. Raga mengelus dahi Athena.


Athena mengangguk. Ia ikut berdiri, mengantar Raga hingga ke pintu kamarnya.


"Good night" ucapnya.


"Sleep tight" Raga mengelus kepala Athena.


Athena lalu mengunci pintu kamarnya dan kembali merebahkan dirinya. Ia berharap alam mimpi segera menyambutnya.


Jam sudah menunjukkan angka 11 siang. Mereka benar-benar kesiangan. Mereka lalu packing dan segera meninggalkan resort.


"Makannya di jalan aja" usul Kevin.


Semuanya setuju. Mereka mengisi perut terlebih dahulu, sebelum memasuki pusat perbelanjaan. Mereka main di Timezone cukup lama.


"Udah jam 4 nih" beritahu Kevin.


Mereka kembali ke Van yang akan mengantar mereka ke bandara. Sampai di bandara, mereka tak lupa berterima kasih dan memberikan tip kepada supir sekaligus tour guide yang selalu sabar menemani perjalanan mereka.


"Ga, pesawatnya gak transit. It mean Lo mesti ke kota A dulu dan terbang jam 12 malam buat ke kota C" kata Eros.


Raga mengangguk.


"It's okay" katanya.


"Harus banget berangkat malam nanti?" tanya Wildan.


"Iya. Besok udah ada jadwalnya" Jawab Raga.


"Lo ngebut banget kayaknya" tebak Kevin.


"Biar papa bisa istirahat lebih cepat dan menghabiskan waktunya dengan mama, terus gue yang kerja." kata Raga.


"Udah plan dari jauh berarti."


"Iya"


Mereka telah sampai di kota A. Belum ada yang pamit untuk pulang ke rumah masing-masing. Mereka masih menunggu hingga Raga check in.


"Ga, safe flight" ucap Eros.


"Aman, bos" kata Raga.


Mereka para lelaki lalu berhi-five, waktu keberangkatan Raga kian mendekat.


Raga memeluk Athena lama.


"Sampai jumpa di hari ke 47 dari sekarang" ucap Athena.


"Okay"


Athena melambaikan tangannya.


Setelah Raga tidak terlihat lagi, mereka lalu ke parkiran bandara.


"Gue antar pulang deh The" tawar Kevin.


Athena menggeleng.


"Itu supir Daddy udah jemput" tunjuknya pada mang Udin yang berjalan ke arahnya.


"Okay, take care sister" ucap Wildan.


"Bye semuanya" Athena melambaikan tangannya kepada 4 orang temannya.


Malam kian larut, bersama kepergian Raga ke kota C.