
Resepsi pernikahan antara putri dari keluarga Arunika- Maheswari dengan putra semata wayang Perdanakusuma berjalan dengan sangat kancar dan khidmat. Apalagi saat Renal memberikan kejutannya kepada sang putri, oara hadirin dibuat terpukau dan beberapa lainnya menangis haru. Tidak banyak seorang lelaki yang begitu meluangkan banyak waktunya untuk sang anak, tidak banyak anak yang seberuntung Athena. Hari ini menjadi saksi dimana kalimat tentang "Ayah adalah cinta pertama bagi putri nya" benar adanya.
Beberapa tamu undangan ada yang memilih untuk beristirahat di kamar hotel yang telah disediakan, beberapa lainnya memilih untuk sekedar mencari angin di kota A.
Seperti Hana dan Yudha, mereka menyempatkan waktu untuk menjelajahi kota besar ini.
"Keren sih tadi, bisa-bisanya pak Renal berpikiran untuk memberi kejutan kepada Athena dengan cara yang luar biasa " kata Hana.
"Gue juga gak sampai mikir kesana. Ini adalah seorang pak Renal, pebisnis yang terkenal karena ketegasannya, tiba-tiba menjadi sosok lain di depan gue, di depan kita semua, memperlihatkan betapa sayang dan cintanya ia kepada Athena." Yudha tentu saja setuju dengan ucapan Hana.
"Lo tahu nggak, semalam gue rasa gue benar-benar bukan siapa-siapa dihidup Athena. As you see, circle nya nggak main-main." curhat Hana.
"Sama sih. Untung ada pak Abraham. Tapi sejauh ini gue notice mereka emang pada hebat-hebat sih, tapi gak melangit. Lo ngerti kan maksud gue?"
Hana mengangguk.
"Mereka si eksekutif muda tapi tetap rendah hati. Gue gak bisa banyangin seorang Sarah, anak bapak Sandi Bijaksono, nyapa gue, temani gue ngobrol. Gak ada sama sekali raut wajah kesombongan diantara mereka. Apalagi keluarga Athena, gue rasa gue lagi tidur, terus mimpi ketemu orang secantik bu Alda, bu Ivana dan yang lain." cerocos Hana.
"Tipe lo kayak gimana Han?" tanya Yudha.
"Maksud lo?" tanya Hana bingung.
"Lo udah lihat kan sahabat-sahabat juga adik-adiknya Athena, bagaiman tampan dan mapan nya mereka. Diantara semuanya, lo pengen yang jadi teman hidup lo kayak siapa?" Yudha memperjelas pertanyaan nya.
Hana diam sejenak, sembari membayangkan wajah rupawan para lelaki yang ada disekitar Athena. Tangannya sesekali mengambil baju yang digantung, mencobanya, lalu menyimpannya kembali.
"Eros cukup perfeksionis, Wildan dan Darren, gue rasa mereka womanizer, Kevin mungkin iya, Alan juga lumayan, adik-adiknya Athena benar-benar diluar rules yang aku tentukan. Gak ada sih. Okelah mereka tampan dan mapan, tapi gue punya porsi tersendiri untuk lelaki yang akan gue pilih dalam hidup gue nanti" jawab Hana.
Yudha mengangguk mengerti. Ia melihat jam tangannya, ternyata sudah sangat sore.
"Jadi pilih yang mana? Udah hampir malam. Kata Athena bakalan ada dinner kan? Semacam malam akrab gitu"
Hana menepuk jidatnya. Ia mengambil sepotong baju kemeja, kemudian bergegas ke kasir. Tapi belum sampai di kasir, ia kembali menarik satu kemeja pria yang menarik perhatiannya. Yudha yang sedang memainkan ponselnya pun tidak melihat gerakan cepat Hana.
"Yudhaa, ayoo" panggil Hana.
Mereka keluar dari pusat perbelanjaan, dan segera kembali ke AR Hotel.
Saat Yudha akan memasuki kamarnya, panggilan Hana menghentikan tangannya yang akan memegang kenop pintu.
"Kenapa Han?" tanya Yudha.
Kamar mereka saling berhadapan.
"Ini, kamu terima yah" Hana menyerahkan sebuah paper bag kepada Yudha.
"Ini apa?" tanya Yudha.
"Sebuah kemeja. Gak tahu aja, random sih gue lihatnya keren, terus asal tarik aja. Terus kasih ke lo" jawab Hana.
Yudha mengacak pelan rambut Hana.
"Thanks, Han." ucapnya.
"Gue siap-siap dulu. Tungguin gue yah" pamit Hana, lalu meninggalkan Yudha di depan pintu kamarnya
✨✨✨
Para Bridesmaids dan bestman duduk saling berhadapan, di depan mereka ada pembakaran elektrik sebagai pemisah. Masing-masing dari mereka mulai membakar makanan yang disukai, mulai dari daging grill, sosis, bakso dan udang beku. Di sudut taman, ada sebuah panggung kecil dan beberapa orang diatasnya. Ada yang bernyanyi, bermain gitar, bass dan juga drum.
"Selanjutnya siapa nih?" tanya Darren.
"Lo aja gimana?" tanya Alan balik.
"Jangan gue. Yudha, lo deh" kata Eros.
Yudha meringis.
"Harus banget nunjuk gue?" tanya nya.
"Jangan sampai gue lah, gue masih 2-3 tahun di bawah kalian, gak malu kalau gue yang duluan?" tanya Bagas. Sisi lainnya mulai muncul.
"Yang pasti jangan Bang Raga. Yang lain mah boleh-boleh aja" kata Nevan yang mendapat sorakan dari yang lain.
"Kevin maybe?" tanya Sarah.
"Asal sama lo gue mah hayuk aja" kata Kevin dengan begitu santainya.
"Wah, bang Kevin mulai ngalus" seru Arion heboh.
"Setelah sekian lama, akhirnya teman gue mulai ngalus lagi" Wildan bertepuk tangan.
"Jangan mau, Sarah. Kevin mah gagal move on" sambar Dwi.
"Kan Sarah yang bakal bikin Kevin move on" Arsya membela temannya.
Sesama laki-laki harus saling mendukung.
"Pak Abraham gimana pak?" tanya Raga.
"Jangan dulu, pak Raga. Saya masih proses mencari" kata Abraham.
Percakapan kian berlanjut, makin seru. Darren tiba-tiba mengusulkan untuk joget balon, lomba lari sambil mengapit balon bersama satu timnya.
"Sebelum malam ini berakhir, gue dan Athena mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian semua. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk turut hadir dalam hari bahagia kami berdua, terima kasih karena rela datang jauh dari kota dan negera sebrang, juga terima kasih karena kalian bersedia menjadi Bridesmaids dan bestman untuk kami. Semoga kebahagiaan ini tetap abadi, kebersamaan kita tetap berlanjut, komunikasi kita tetap terhubung." kata Raga.
"Karena tadi aku lupa lempar bunga, maka sekarang adalah waktunya. Ayo semuanya kumpul di depan panggung" seru Athena.
Semua orang berkerumun di depan panggung, hanya Hana yang berdiri cukup jauh. Sementara di atas panggung Raga dan Athena mulai bersiap-siap untuk melempar bucket bunga baby breath.
SATU
DUA
TIGA
Hana yang jauh dari kerumunan di jatuhi sebuah bucket bunga yang Athena lempar.
Suara tepuk tangan dan siulan mulai terdengar.
"Wahh, sepertinya kita akan segera ke kota C habis ini" seru Sarah heboh.
"Gue yang ikut berkerumun gak dapat, malah Hana yang dapat" ucap Lala.
Hana terkekeh.
Athena memeluk Hana.
"Ciyee" ucapnya.
"Sama gue aja Han. Gue lamar mau?" tanya Wildan enteng.
"Dasar buaya" umpat yang lain kecuali Yudha, Abraham, Raga dan Athena.
Athena tersenyum melihat tawa bahagia teman-temannya. Ia bersyukur sejauh ini ia selalu bertemu dan dibersamakan dengan orang-orang yang tulus. Adik-adiknya dan juga sahabat-sahabatnya adalah team terbaik yang mengantarnya hingga menjadi pribadi yang dewasa seperti sekarang.