Athena

Athena
Back To Arunika



Angga yang berencana akan segera pulang ke negara sebelah pun, bertolak ke Arunika. Ia akan menginap beberapa hari di kediaman orang tuanya, tempat yang penuh kenangan baginya. Mungkin ia akan kembali ke rumah ini untuk menghabiskan waktu tuanya bersama sang istri, saat Azka sudah bisa menggantikan dirinya di perusahaan alkes yang Arwan dan Arwini rintis. Perusahaan itu maju sangat pesat.


Okan pun melakukan hal yang sama. Padahal ia berencana untuk segera pulang karena urusan pekerjaan. Okan, Indi dan Alan menginap di rumah Renal atas permintaan Renal sendiri. Okan dan keluarga mengundur kepulangannya menjadi besok sore.


Randi tentu saja juga pulang ke Arunika, seperti yang ia katakan kemarin. Randi benar-benar rindu rumahnya, tentu saja orang tuanya juga.


Jiwa maka yang tak merasakan sakit apabila merindukan orang yang sudah tidak akan kembali lagi? Hati mana yang tak terluka saat kepulangan kita ke rumah tak mendapat sambutan dari seorang ibu juga sapaan dari sang ayah? Sedewasa apa pun seorang anak, sejauh apa pun ia pergi, rumah terbaiknya adalah orang tua.


Rumah Angga dan Randi tidak ada yang berubah, baik warna cat maupun tata letak setiap barang. Seperti yang Alda lakukan atas rumah Rafa yang masih tetap mempekerjakan IRT dan tukang kebun untuk menjaga rumahnya, Randi dan Angga juga melakukan hal yang sama.


Sore hari mereka mengunjungi orang-orang tersayangnya yang telah kembali ke pangkuan Tuhan lebih dulu. Randi mengusap nisan Erlan dan Priska, mengucapkan untaian doa untuk mereka. Angga juga melakukan hal yang sama di makam Arwan dan Arwini. Mereka tentu tak lupa ke makam Rafa, James dan Rina.


"Raf, kamu seorang lelaki dan ayah yang beruntung memiliki putri secantik Athena" kata Okan. Ia seolah berbicara dengan Rafa.


"Ia tumbuh menjadi gadis yang cantik, cerdas dan juga baik hati. " Angga ikut berbicara.


"Seandainya Revan seumuran dengan Athena, aku pasti paksa kamu buat jadi besanku" kata Randi.


"Jangan mau, Raf. Athena udah sama Raga pokoknya" ucap Mika tak setuju.


"Renal, thanks udah besarin Athena, menjaga dia, menyayangi dia dan selalu memberikan rasa aman kepada Athena" kata Okan.


Renal mengangguk.


"Bang Rafa, makasih banget udah percaya sama aku buat besarin Athena." ucap Renal.


✨✨✨


Mereka tiba di Arunika saat hari sudah gelap. Tadi Athena pamit pulang lebih dulu setelah mengunjungi makam papinya.


"WELLCOME BAGAS!" teriak Athena, Nevan, Arvin, Arion dan Alan.


Yah, Bagas baru tiba di kota A setelah kemarin sibuk dengan kegiatannya.


"Akak Theee" Bagas memeluk kakaknya.


Athena membalas pelukan adiknya yang tingginya sudah setara dengan tinggi Athena.


Bagas lalu berhi-five dengan Nevan, si kembar dan Alan tentu saja.


Mereka lalu makan malam di kediaman Raka dan Dina.


"Gimana rasanya lihat anak cucu lengkap?" tanya Lathief.


"Senang, tentu saja" jawab Raka.


"Belum ada rencana pensiun?" tanya Lathief lagi.


"Sudah ada rencana, tapi tidak untuk sekarang. Apalagi Dina sedang menggebu-gebu untuk membeli lahan yang Aina tawarkan" jelas Raka.


Lathief mengangguk. Jadi lahan Mrs. Smith akan mereka beli dengan luas masing-masing 2,5 hektar.


"Mintalah orang buat kerja." saran Lathief.


Raka menggeleng.


"Kebun buah yang di sana akan aku beri untuk Angel. Biar Rian yang mengurusnya suatu saat nanti" kata Raka.


"Rian cukup berbakat dalam bidang pertanian. Ia bahkan melanjutkan kuliahnya di sana untuk mendalami ilmu tentang tumbuhan. " lanjut Raka.


"Rian gak kerja?" tanya Lathief.


"Rian bekerja. Ia baru saja membangun pabrik untuk pengolahan buah menjadi minuman" jawab Raka.


"Wah, hebat dia." takjub Lathief.


Raka mengangguk.


"Rian memang hebat."


Sementara di ruang keluarga, Athena, Nevan, Arvin, Arion dan Alan sedang bermain uno. Revan dan Azka sudah tertidur di atas karpet yang jaraknya cukup jauh dari tempat Athena dan yang lain bermain.


Prang


Permainan kembali berlanjut. Tersangka selanjutnya adalah Arion. Arion diminta senam sambil menyusun uno.


Malam semakin larut. Athena di tahan oleh Angel agar nginap di kediaman 09. Athena tanpa mendebat mengiyakan ajakan Angel. Athena tidur di kamar yang Daddy nya tempati semasa masih muda. Bajunya sudah diantar oleh Min.


Tok tok


Pintu kamar Athena di ketuk dari luar. Athena yang baru saja berganti baju menjadi piyama tidur, segera membuka pintu kamarnya.


"Ehh, ada opa dan Oma" kata Athena saat melihat keberadaan Raka dan Dina di depan pintu kamarnya.


"Sayang" Dina menggandeng tangan Athena memasuki kamar.


Raka memberikan sebuah kartu putih terang kepada Athena.


"Ini kado dari opa dan Oma. Di jaga yah sayang, kalau The ada perlu, gak perlu sungkan buat gunakan kartunya. Pokoknya kartu itu adalah milik The" Raka mengelus rambut cucunya.


"Tapi opa.."


"Gak ada tapi-tapian. The harus terima" kata Raka tegas.


"Diterima yah sayang. Baru kali ini opa dan Oma kasih The hadiah" ucap Dina lembut.


Athena mengangguk.


"Terima kasih opa, Oma" ucap Athena.


"Sama-sama sayang" kata Dina.


"The mau jadi apa?" tanya Raka.


"Mau jadi dokter." jawab Athena cepat.


"Wah keren nih cucu opa. Nanti dipanggil dokter Athena apa dokter The?"


"Panggil The aja, Oma" jawab Athena yang diakhiri kekehan kecil.


"The gak mau ikut ke Turki?" tanya Raka.


"Bukan gak mau, tapi waktu The gak banyak, opa. Bentar lagi sekolah. Nanti kalau The ada waktu luang, The akan mengunjungi opa dan Oma, Tante Angel, om Rian dan Bagas" jawab Athena.


Raka mengangguk mengerti. Meskipun Athena bukan cucu kandungnya, tapi ia sangat menyayat gadis di depannya ini. Gadis ini adalah permata bagi mereka semua.


Sebelum meninggalkan kamar Athena, Raka dan Dina mencium kening cucunya.


Baru saja Athena akan menutup matanya, suara Angel dari luar terdengar.


"The, udah tidur belum?" teriak Angel dari depan pintu.


Athena membuka daun pintu kamarnya.


"Belum, onty" jawab Athena.


"Bagus deh. Onti Angel masuk yah" Angel lalu memasuki kamar ponakannya.


"Ayo nonton drama anu. Mumpung om Rian lagi nonton bola sama papa" ajak Angel.


Athena mengangguk.


Ia lalu mengambil laptopnya yang sengaja Athena suruh bawa. Ia tentu hapal dengan kebiasaan tantenya yang satu ini.


"Mau yang mana Ti Angel?" tanya Athena.


"My love from another star dehh" jawab Angel cepat.


Athena memutar drama tersebut. Ia yang harusnya sudah berada di dalam mimpi, kini masih harus menemani Angel nonton drama. Tapi ia suka. Tantenya ini sangat heboh saat melihat pemeran drama yang wajahnya tampan. Apalagi saat ada adegan keuwuan, Angel akan terlihat sangat lucu.


Acara nonton drama mereka berhenti setelah Rian memanggil Angel.


"Bye sayang, nice sleep" ucap Angel kemudian mencium kening ponakannya.


"Sweet dream, The" Rian mengelus rambut Athena.