
Athena sudah terlihat rapi dengan seragam sekolahnya. Ia sedang duduk di meja makan sambil melipat kedua tangannya agar bisa menjadi bantalan untuk kepalanya yang terasa berat pagi ini.
Alda datang. Ia memegang kening anaknya.
"The, hari ini gak usah sekolah dulu yah" ucap Alda pelan.
Athena mengangguk. Ia juga merasa tidak ingin sekolah hari ini, kepalanya masih terasa berat, badannya juga masih lemas.
"Mommy bawa The ke kamar dulu yah" Alda merangkul bahu anaknya, membawanya menuju kamar sang anak.
"Tunggu bentar yah, mommy ambil sarapan dulu buat The." ucap Aina lembut.
"Minta mbak Mita aja yang nganter, mom. Mommy sarapan aja temanin Daddy dan Nevan." kata Athena.
"Atau mommy ajak Daddy dan Nevan sarapan di sini saja?"
Athena menggeleng.
"Mommy sarapan di bawah saja. The bisa kok sarapan sendiri. Tolong bilang sama mbak Ani, buburnya The dibanyakin daun seledri nya, bawang gorengnya juga, ayam suwir nya sedikit aja."
Alda mengangguk.
"Tunggu bentar yah sayang"
Athena mengangguk. Ia melihat kepergian mommy nya yang diikuti mbak Mita di belakangnya. Mbak Mita adalah orang yang khusus membersihkan kamar Athena, sedangkan mbak Ani adalah tukang masak di rumah ini.
Athena memasuki walk in closed nya, ia akan mengganti seragam sekolahnya menggunakan baju rumahan.
Ia kemudian duduk bersandar di sofa bed, menyalakan tv sambil menunggu mbak Mita datang membawa sarapannya.
"Akak di mana mom?" tanya Nevan saat menyadari kakaknya tidak ikut sarapan.
"Kakak di kamar. Masih sakit" jawab Alda.
"nyonya, sarapannya sudah jadi." lapor Mbak Ani.
Alda mengangguk.
"Terima kasih, mbak" ucap Alda.
"Mbak Mita, ini sarapan buat kakak. Tolong dianterin yah. Nanti saya nyusul"
Mbak Mita lalu mengambil nampan yang berisi sarapan buat nona nya.
"Baik, nyonya" katanya sebelum meninggalkan ruang makan.
Athena terlihat sedang cekikikan melihat adegan kartun yang ditontonnya. Ia memangku nampan yang tadi dibawa oleh Mbak Mita. Sesekali ia akan menyendokkan buburnya kemudian kembali melihat ke tv.
"Asyik banget nontonnya" kata Renal yang sudah berdiri beberapa menit yang lalu. Ia senang melihat anaknya sudah bisa cekikikan meskipun masih terlihat begitu lemas.
"Daddy" ucapnya kemudian tersenyum.
Athena menyimpan nampan yang tadi dipangku nya ke atas meja, ia lalu minum.
Renal memeriksa kening anaknya, terasa begitu panas.
"Gimana pa?" tanya Alda yang baru datang.
"Coba pegang deh Al" kata Renal. Jika dalam keadaan genting begini, ia kadang tak sadar memanggil nama panggilan Alda.
Alda kembali memeriksa kening anaknya.
"Kok makin panas?" tanya Alda.
"Daddy telpon dokter William deh" kata Renal.
Ia sedikit menjauh dari istri dan anaknya.
"Ayo kak, ke rumah sakit saja" ajak Alda.
Athena menggeleng.
"The di rumah aja, mom. Cuman panas dingin kok" ucapnya lemah.
Alda membantu Athena pindah ke tempat tidurnya. Ia membaringkan anaknya, tak lupa menyelimuti nya. Ia mengusap rambut anaknya yang membuat tangannya merasakan panas dari tubuh anaknya.
"Dokter William akan tiba dalam waktu 20 menit" beritahu Renal. Ia duduk di pinggir kasur, menggenggam tangan anaknya.
"The gak minum vitamin yah?" tanya Alda.
Athena mengangguk. Renal membuka nakas yang ada di depannya. Vitamin anaknya masih terlihat banyak.
"Kok gak di minum?" tanya Renal.
"Lupa, dad" jawabnya.
"Vitaminnya kan enak, seperti permen rasa jeruk" kata Alda.
Athena melihat jam dinding. Sudah pukul 9.
"Daddy ke kantor gih. Nanti telat" suruh Athena.
"Iya, Daddy ke kantor kok. Tunggu dokter William nya dulu" kata Renal.
Tak lama berselang, dokter William tiba. Ia memeriksa keadaan Athena terlebih dahulu.
"Athena jarang istirahat yah?" tanya dokter William pada pasien yang ditanganinya sejak kecil.
Athena meringis lucu.
"Athena sedang mengalami infeksi virus akibat kelelahan." beritahu dokter William pada dua orang di depannya.
"Terus gimana dok?" tanya Renal khawatir.
"The gak apa-apa yah di pasangin infus?" tanya dokter William lembut.
Athena mengangguk. Ia harus kembali sehat agar mommy nya tidak sedih.
Dokter William sedikit menjauh. Ia menelpon asisten nya untuk segera dibawakan tiang infus.
Alda berjalan ke sofa saat asisten dokter William datang membawa tiang infus. Renal dengan tanggap menggantikan posisi istrinya.
Athena berbalik saat melihat dokter William menyiapkan jarumnya, ia tidak ingin melihat jarum itu menusuk kulitnya. Ia memegang tangan Daddy nya menggunakan tangan kanannya yang bebas.
Lirihan tangis Athena terdengar saat jarum itu sudah menusuk kulitnya.
"Udah, bentar lagi sakitnya hilang yah sayang" Renal mengelus rambut anaknya.
"The, udah bisa lihat tangannya" ucap dokter William.
Athena memutar kepalanya, melihat tangannya yang sudah ditempeli jarum infus.
Renal kembali berdiri. Ia mengode Alda untuk menemani anaknya.
"Dokter tinggal yah sama kakak Nita. Kakak Nita ini asistennya dokter. Cairannya masih ada dua botol lagi, nanti diganti sama kakak Nita. The cepat sembuh yah" ucap dokter William lembut.
"Terima kasih, dok" ucap Athena pelan.
Renal mengantar dokter William hingga ke mobilnya. Setelah dokter William pergi, Renal kembali menyambangi kamar anaknya. Rupanya asisten dokter William sudah tidak ada.
"Kakaknya kemana?" tanya Renal.
Alda terlihat sedang mengusap sisa-sisa air mata anaknya. Ia juga membersihkan wajah anaknya menggunakan tissue basah.
"Mommy suruh istirahat di kamar sebelah, dad. Nanti kalau butuh baru di panggil, kasihan kalau harus nunggu disini" jawab Alda.
Renal mengangguk. Ia kembali mengusap rambut anaknya, merapikan helai rambut Athena menggunakan jari-jarinya.
"Daddy berangkat ke kantor dulu yah. Nanti pulangnya cepet kok" pamit Renal.
Athena mengangguk. Ia tersenyum.
"Hati-hati Daddy" ucapnya lemah.
Renal mencium kening anaknya. Ia tak lupa pamit pada istrinya, mencium kening istrinya.
"Kamu juga harus istirahat yang cukup. Daddy kerja dulu" kata Renal.
Alda mengangguk. Ia mengantar suaminya sampai ke depan pintu kamar anaknya.
Alda baru akan duduk, tapi tidak jadi. Ia melihat Athena buru-buru bangun dari tidurnya, menarik tiang infusnya menuju kamar mandi. Anaknya terlihat memuntahkan isi perutnya. Alda sudah akan menangis, ia sungguh tidak sanggup jika melihat anaknya sakit seperti ini.
"Gimana? Udah mau kembali ke tempat tidur?" tanya Alda.
Athena mengangguk. Ia membersihkan wajahnya dengan air menggunakan satu tangannya. Untunglah wastafel kamar mandinya tidak terlalu jauh dari pintu.
Athena minum air sebelum kembali berbaring. Ia melihat tangan kirinya sejenak.
"The gak mau ke rumah sakit aja?" tanya Alda lembut.
"Di rumah aja, mom. Di rumah sakit gak enak, gak bisa sarapan pake bubur ayam" jawab Athena.
Alda tersenyum mendengar jawaban anaknya.
"The cepat sembuh yah sayang."
Athena mengangguk.
"The akan sembuh dengan sangat cepat, karena di rawat oleh mommy The yang paling cantik" katanya.
Alda tertawa kecil mendengar ucapan anaknya. Ia ikut membaringkan tubuhnya di samping sang anak.