Athena

Athena
Ke rumah Arsya



Kemarin sore Jake datang, ia membawa Aura untuk tinggal bersamanya di kediaman Lathief hingga hari Minggu nanti.


Setelah sarapan, Athena membantu mbak Ani untuk memasak makanan yang akan ia bawa ke rumah Arsya. Teman-temannya sepakat untuk membawa makanan dari rumah, sedangkan para kaum laki-laki diminta untuk membawa dessert dan buah saja. Athena memilih untuk membawa ayam rica-rica, nasi juga perkedel kentang. Ia membuatnya dalam porsi yang cukup banyak.


Jam 9, semuanya sudah siap. Athena mengendarai mobilnya sendiri ke rumah Arsya. Arsya adalah anak pengamat di kota A, rumahnya begitu megah dan besar, halaman rumahnya juga sangat luas sampai dibuat danau buatan di dalamnya.


Athena menenteng rantangnya ke danau. Mereka berkumpul di bawah pohon beringin yang sangat rindang.


"Adem euyyy" kata Soni.


"Kita kayak lagi piknik yah" Ucap Wulan.


"Yang lain kemana deh?" tanya Irvandi.


Satu persatu berdatangan hingga lengkap. Dua orang pelayan yang bekerja di rumah Arsya datang membawa tikar yang cukup luas untuk mereka duduki. Masing-masing menyusun makanan yang dibawanya.


"The, Lo sadar kan bawa makanan sebanyak ini?" tanya Bastian.


"Sadar, Bas. Ntar kalau masih mau gimana?" tanya Athena balik.


Berbagai macam makanan tersaji di depan mereka.


"Foto dulu deh" usul Dwi.


Mereka kompak memakai baju kaos berwarna mocca dan celana berwarna biru jeans.


"Ihh, keren banget" kata Lala.


Mereka lalu makan siang bersama di bawah rindangnya pohon beringin.


"Gue gak siap sih pisah dengan kalian semua" kata Bastian, si ketua kelas.


"Baru terasa beratnya" ucap Audi.


Suka suka selama bersekolah mereka rasakan bersama. Bahkan dalam berkompetisi pun mereka tetap kompak.


"Gue pikir cuman gue yang berat kita beda langkah, ternyata kita semua sama" kata Dwi.


"Can't imagine belajar tanpa kekocakan kalian" Lala ikut berbicara.


Hingga sore menyapa, mereka saling mengungkapkan keluh kesah saat bersama.


"Yoklah, naik bebek-bebek itu" Ajak Arsya


Bebek-bebek buatan itu membawa mereka mengapung ditengah danau. Mereka hanya menggowes dan bebek itu akan berjalan.


Setelah puas menghabiskan hari bersama, Athena meminta teman-temannya untuk berkumpul sebentar.


"The gak tahu apakah di hari esok kita masih bisa seperti ini atau tidak. The juga tidak bisa memastikan kita masih akan bertemu dan berteman di masa yang akan datang. Setelah saling mewarnai kemarin, masing-masing dari kita memulai langkah barunya, masing-masing menapaki anak tangganya yang baru. Entah akan menjadi apa, entah akan menjadi siapa, semoga kita semua tidak berubah dalam niat dan nuraninya, semoga masih nurani yang sama dan niat yang sama untuk berhasil dan memanusiakan manusia. Kita semua adalah seorang remaja yang beranjak dewasa untuk sebuah profesi. Semoga apapun profesinya nanti, bagaimanapun prosesnya, itu tidak lepas dari niat yang mulia. The berterima kasih kepada kalian semua karena sudah menerima segala kekurangan yang ada pada diri Athena, juga sudah mau menemani Athena untuk berproses selama menjadi siswi SMA. Jangan ada yang putus komunikasi yah. The juga ada sesuatu buat kalian."


Athena membuka bagasi mobilnya. Ada 19 paker yang tersusun rapi.


"Masing-masing ada namanya yah. Bukanya nanti aja, pas di rumah masing-masing" ucap Athena.


"ATHENA YANG TERBAIK" Athena berada paling tengah, berada dalam pelukan teman-temannya yang membentuk lingkaran besar.


"Jangan pulang dulu yah. Kita makan malam dulu" kata Arsya.


Mereka memasuki rumah Arsya dan menuju ruang makan outdoor.


Setelah makan malam dan saling berpelukan, juga mengucapkan terima kasih kepada pemilik rumah, mereka satu persatu pamit untuk pulang ke rumah masing-masing.


Fany sampai di rumahnya langsung membuka hadiah dari Athena. Ternyata Athena memberinya set alat kedokteran yang belum ia beli. Athena benar-benar gadis yang sangat baik.


Bukan hanya Fany yang merasa takjub akan hadiah yang Athena berikan, teman kelasnya yang lain juga demikian.