Athena

Athena
Kesayangan



Athena tersenyum melihat foto yang Nevan kirim. Ke lima orang adiknya sedang menunggunya di rumah. Ya, tentu saja Nevan, Ayra, Arcin, Arion dan Tristan. Jangan tanyakan keberadaan Bagas, karena lelaki itu sedang sibuk di lantai teratas gedung ini.


"Senyum mulu dari tadi" Hana mulai mengeluarkan bisanya.


Athena menyimpan kembali ponselnya saat mendapat teguran dari Hana.


"Hehe, lagi senang, Han" katanya.


"Yang akan menikah mah beda auranya" Yudha ikut menimpali.


"Kalian wajib datang yah. Gak boleh nggak" kata Athena.


"Yang penting weekend mah gue oke. Asal ada pasangannya aja, yakali gue kesana sendirian, ntar yang ada gue cengo dong" Hana benar-benar bicara dengan jujur.


"Gampang lah diatur" ucap Athena.


"Gak usah jauh-jauh cari pasangan, Yudha kan ada. Aku juga cuma ngundang kalian berdua sih"


"Ehh, pak Andika gimana?" tanya Yudha.


Athena tersenyum.


"Takut sibuk bapaknya" jawab Athena.


"Ya iya sih" Hana mengiyakan.


"Diakan punya bisnis luar juga"


"Tapi The, harus banget lo re-sign?" tanya Yudha.


"Nggak harus sih, Yud. Raga juga fine aja kalau aku kerja." jawab Athena jujur.


Ya, ini sudah hari ke 365 nya Athena bekerja di perusahaan ini. Dan besok, ia akan menghadap pada kepala devisi juga HRD untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ini tentu keputusannya sendiri, hanya Hana dan Yudha tahu akan hal ini, keluarga nya pun belum tahu, Raga juga.


"Nggak enak juga sih, kemarin habis ambil cuti banyak, ehh sekarang mau ambil cuti lagi. Ya aku pikir, re-sign adalah opsi yang tepat" kata Athena.


"Kalau lo udah pikirin baik-baik dan keputusan nya tetap sama yah, mau gimana lagi. Kita mah bisanya tetap dukung lo apapun keputusannya" kata Yudha.


"Hooh, jangan lupain gue The" kata Hana.


"Kalian gak ada rencana mau pindah ke daerah lain gitu? Misalnya Hana, kamu kan dari kota B, kamu gak ada niat pindah ke kantor yang ada disana?" tanya Athena.


"Pengen banget, The. Cuman susah. Gue udah 3 tahun kerja di sini, kuliahnya juga disini, bayangin gue udah ninggalin tempat gue besar kurang kebih 7 tahun. Gue udah ngajuin sih beberapa bulan yang lalu, barangkali ada posisi yang bisa gue tempatin di kantor cabang kota B" Hana akhirnya curhat.


"Teman gue home sick ternyata" Yudha terkekeh kecil.


"Kalau kita berdua udah pergi, sisa Yudha nih." kata Athena.


"Tinggalin gue sendiri, tega benar lo berdua" Yudha merenggut.


"Makan siang, yuk" ajak Hana setelah ia mengunci folder nya.


"Yuklah" seru Athena dan Yudha.


✨✨✨


Athena baru saja selesai memarkirkan mobilnya di carport. Dari sini ia bisa mencium aroma kue yang berasal dari dalam rumahnya. Ia mengendap-endap mendekati sumber aroma yang ia cium, ternyata dari dapur. Terlihat Ayra sedang memerintahkan ke tiga adiknya yang lain, siapa lagi jika bukan Nevan, Arvin dan Arion. Nevan bertugas memanggang kue, Arvin bertugas membersihkan sisa-sisa bahan mereka, sedangkan Arion bertugas mencuci perlengkapan yang mereka gunakan.


"HAHAHAH" tawa menggema dari sudut lain.


Ternyata Bagas yang menjadi tersangkanya.


"Ada bakat ternyata" cibirnya.


"Shut up" kata Arion tajam.


Bagas mencoba menahan tawanya.


"Tristan kemana?" tanya Athena, ia tidak melihat keberadaan Tristan.


"Tadi keluar, kak." jawab Arvin.


"Rahasia. Udah, sana kakak mandi dulu. Bang Bagas juga" usir Nevan.


Kedua orang itu lalu meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamar mereka masing-masing.


Athena sudah selesai dengan kegiatan bersih-bersih nya, ia kemudian kembali ke lantai 1. Ia mencari keberadaan adik-adiknya, hingga menemukan Ayra yang sedang berjalan ke arahnya. Ada mahkota ditangan Ayra.


"Itu apa dek?" tanya Athena.


"Mahkota, kak. Ayo, kakak The pakai, terus kita main kerajaan" jawab Ayra. Ia memberikan mahkota yang dibawanya kepada Athena. Ayra juga memakai mahkota yang sama dengan ukuran yang lebih kecil.


"Ayo, kak. Para pangeran sudah menunggu" Ayra menggandeng tangan kakaknya ke belakang rumah.


"WE LOVE YOU AKAK THEEEEE" teriak Nevan, Arvin, Arion, Bagas dan Tristan.


Athena terkejut melihat tulisan yang terbentang di depannya. SOON TO BE MRS. PERDANAKUSUMA .


Kesadarannya kembali saat merasakan pelukan di pinggang nya. Ia menoleh ke bawah, menemukan Ayra yang sedang mendongak menatap dirinya sambil tersenyum manis.


"Let's start uor siblings party" teriak Arion.


Bagas mulai menakan tuts piano di depannya dengan irama gembira.


"Join us, kak" Arvin menarik tangan Athena.


Athena melihat meja di depannya, ada sebuah kue berbentuk persegi dengan ukuran yang cukup lebar, bertuliskan "We Love You Kakak" .


"Untuk tuan putri" Tristan memberikan bunga ala-ala kerajaan, ia membungkuk saat memberikannya.


Athena terkekeh, tapi tetap menerima bunga yang Tristan berikan.


"Terima kasih, tuan muda"


"Dengan senang hati, tuan putri" kata Tristan.


"Min, tolong fotoin dong"


Min dengan sigap melaksanakan perintah nona mudanya. Athena duduk di kursi yang tersedia di sana, sementara Ayra berdiri di sisi kanan Athena, Tristan berdiri di sisi kiri Athena. Keempat orang lainnya berdiri di belakang. Mereka berpose ala bangsawan, juga pose konyol yang tidak akan terlewatkan.


"Idenya siapa ini?" tanya Athena.


"Ide kita semua, dong" jawab Arion.


"Terima kasih yah udah buat kakak senang. Kakak bahagia, bersyukur punya adik-adik seperti kalian" ucap Athena.


"Uwuuuuu" mereka semua memeluk Athena.


"Kakak bakalan jadi istri orang, Nevan gak bebas lagi buat gangguin kakak, ajak kakak main." ucap Nevan.


"Wasit kita bakal pensiun" kata Bagas.


"Nggak. Nggak ada yang berubah. Kalian kalau ada perlu, kalau butuh bantuan kakak, kalian jangan sungkan untuk telpon kakak. Jangan khawatir soal wasit, kakak mungkin pensiun, tapi calon kakak ipar kalian yang akan menggantikan. Okay? Jangan sedih lagi yah" Athena mengusap satu persatu kepala adik-adiknya.


"Ayra juga bakal pergi" ucap Tristan.


"Aku mau nemanin daddy dan mommy supaya gak sedih terus" kata Ayra yang begitu lugu.


"Adik-adiknya kakak Athena, jangan ada yang sedih yah. Meskipun kakak udah nikah, kalian akan tetap menjadi kesayangannya kakak The."


"Rasanya Arion pengen kurung kakak aja" kata anak itu. Ia memang cukup posesif.


"Hooh, aku bawa ke negara T, terus simpan di menara yang opa bangun" Bagas mengiyakan.


"Jangan posesif gitu. Ini kakak mau nikah lho. Kan kemarin sudah janji bakal bikin kakak senang terus supaya gak lupain kita" kata Arvin.


"Maaf, kakak" ucap Arion, Nevan, Bagas, Tristan dan Ayra.


Athena tersenyum.


"Kakak mengerti. Tapi jangan khawatir, gak ada yang bakal berubah, semuanya akan tetap sama. Hanya keluarga kita yang akan bertambah banyak" Athena menenangkan adik-adiknya.