
Hari ini Sabtu pagi, dan Athena sudah berada di kediaman Lathief. Lathief dan Aina baru kembali dari RelFath.
"Omaa kangen" Athena sedang bermanja-manja dengan omanya.
"Uuu cayangnya omaa" Aina mengelus rambut cucunya.
"Kenapa nih pelukan pagi-pagi?" tanya Lathief yang baru saja bergabung.
"Cucunya katanya rindu nih, pa" jawab Aina.
Lathief duduk disisi lain Athena.
"Ciyee yang kemarin habis dianterin pulang" goda Lathief.
"Opaa apaan dah?"
"Ehh iya, Oma sampai lupa lho. Anaknya cakep" kata Aina.
"Ingat umur, Oma. Ada opa juga nih, nanti opa cemburu lho"
Aina dan Lathief terkekeh mendengar ucapan cucunya.
"Ada-ada aja sih sayang" ucap Aina.
"Presentasinya The juga teman-temannya keren." kata Lathief.
"Opa lihat?" tanya Athena.
"Ya. Daddy kamu ngirim situsnya ke opa, terus opa ajak Oma nonton" jawab Lathief.
"Daddy sampai segitunya. Mommy yang di rumah pun dikirimin" kata Athena.
"The, cita-citanya mau jadi apa?" tanya oma.
"Mau jadi dokter, mau jadi pengacara handal juga, tapi mau juga seperti opa. Punya banyak uang, terus bisa membantu mensejahterakan orang lain." jawab Athena panjang lebar.
"The kalau mau jadi dokter, yah silahkan. Mau jadi pengacara juga bisa. Masing-masing pekerjaan punya cara sendiri untuk membantu orang lain. The punya pondasi kuat. Papi The dulu juga orang yang cukup diperhitungkan di kota ini, bandara yang sering kali The injak saat akan bepergian atau saat kembali ke kota A, itu adalah milik Athena. Tidak banyak orang yang tahu, hanya beberapa."
"Jadi De Luna Airport punya papi?" tanya Athena.
Lathief mengangguk.
"Dulu, kakek James adalah seorang pilot. Ia lebih memilih menerbangkan pesawat daripada menjadi pengusaha. Jadi saat kuliah papi The yang ambil jurusan bisnis dan manajemen, kemajuannya cukup pesat saat De Luna dipegang oleh papi The. Papi Rafa ninggalin sebuah bandara untuk The."
"Sayang banget papi perginya cepat" ucap The lirih.
"Papinya The sudah di surga bersama kakek dan nenek. Semuanya sudah garis takdir, nak" kata Aina.
"Iya, Oma" Athena tersenyum.
Ting
Athena membuka ponselnya. Ia tidak takut Oma dan Opanya melihat isi ponselnya.
Argantara Perdanakusuma hari ini ada waktu?
Athena melihat ke Oma dan Opanya yang ikut membaca pesan.
"Jawab nggak" suruh Aina.
^^^Athena AM^^^
^^^Nggak. Kenapa Ga?^^^
Argantara Perdanakusuma Temanin beli sepatu boleh? Sekalian nepatin janji Lo.
Athena menunggu instruksi dari kedua orang disampingnya.
"The janjiin apa ke Raga?" tanya Lathief.
"Katanya Raga, Raga masih ada banyak pertanyaan di kepalanya untuk The, makanya minta waktu sehari untuk menjawab semua hal yang tak masuk akal baginya" jawab Athena jujur.
"The mesti gimana?" tanya Athena.
"Ini perkembangan yang cukup bagus. The udah mulai berinteraksi lebih sering ke orang-orang, temannya juga nambah. Yah The ceritain aja. Raga aman kok, orang tuanya juga aman. Papanya yang juga cukup kaget, setelah pulang bermain golf bersama teman-temannya ia demam yah, padahal hanya ketemu Daddy mu. Gak tahulah mereka cerita apa" jawab Lathief.
"Nggak apa-apa, opa?"
"Nggak apa-apa."
"Ini ada nama Arunika lho. Nanti para tetua marah aku pakai nama Arunika" ucap Athena.
"The, lihat ke opa. The tahu nggak, siapa yang beri nama Arunika di belakang nama Athena?"
Athena menggeleng.
"Kakek Ares yang beri, papanya opa. Buyutnya Athena."
"Aku kira mommy yang beri" ucap Athena.
"Nggak, sayang. Jadi sekarang The mesti mempersiapkan diri untuk dikenal orang sebagai seorang Arunika" kata Aina lembut.
"Jadi The bilang apa ke Raga?"
"Iyain aja, tapi jemput disini" jawab Lathief.
^^^Athena AM^^^
^^^Boleh, Ga.^^^
Argantara Perdanakusuma
Gue jemput jam 10.
^^^Athena AM^^^
^^^Okay, take care.^^^
"Manis banget, pakai take care segala" goda Aina.
"Terus mau bilang apa, Oma?"
Lathief ikut menggoda cucunya.
"Iya, ma."
"Omaa opaa" rengek Athena.
Lathief dan Aina terkekeh mendengar rengekan cucu perempuannya.
"Tunggu disini bentar yah, Oma ke dalam dulu"
Athena mengangguk.
"Opa tahu nggak, teman-teman The pada cerita tentang RelFath. Wildan dan Darren sampai-sampai daftarin diri 2 bulan yang lalu. Ehh Kevin juga daftar, Eros ngikut, Raga juga nyusul" cerita Athena.
"The gak pengen ke RelFath juga?" tanya Lathief.
"Kan udah pernah, kata mommy."
"Kalau The gak ingat?" tanya Lathief.
Athena menggeleng.
"The kan saat itu masih umur dua tahun kata mommy, masih kecil. Ingatannya belum kuat" jawab Athena.
Lathief mengelus rambut cucunya. Ingatan cucunya belum juga kembali, padahal sudah 11 tahun berlalu. Tapi Lathief cukup bersyukur juga, setidaknya ia tidak mengingat kenangan buruk yang Gadis lakukan dulu terhadapnya.
"Mau lihat nggak The waktu di RelFath?" tanya Lathief.
Athena mengangguk.
Lathief mengambil ponselnya. Ia memutarkan sebuah video dimana Ares menggendong Athena saat di dermaga.
"Ini kakek Ares. Sayang banget sama The." beritahu Lathief.
"The juga sayang sama kakek Ares." kata Athena.
Lathief juga memperlihatkan saat mereka semua merayakan ulang tahun Athena yang ke 2 di RelFath. Saat Alda dan Renal di kirim ke sebuah tempat.
"Ini The waktu ulang tahun. Semuanya ada, kecuali mommy dan daddy yang sedang keluar."
"Ramai banget." komentar Athena.
"Athena jangan ada alasan buat nggak bahagia yah sayang, The punya semuanya. Orang-orang yang menyayangi The, orang-orang yang akan selalu menjaga The. The jangan sampai merasa kesepian yah sayang"
Athena memeluk pinggang Opanya, menyandarkan kepalanya di bahu sang opa.
"Terima kasih, opa" ucap Athena.
Tak lama kemudian, Aina kembali bergabung bersama suami dan cucunya di sofa bed.
"The nggak siap-siap?" tanya Aina.
Athena melihat jam dinding, masih jam 9 kurang.
"Nanti aja Oma. The gak lama kok kalau siap-siap" jawab Athena.
"Gak panik bakal pake baju apa?"
"Nggak Oma. Baju The banyak, kenapa harus panik?"
"Yah kan siapa tahu grogi, takut gitu kalau bajunya gak matching"
"Athena biasa aja Oma. Apa-apa di pakai, yang penting sopan"
"Bagus deh, gak perlu ribet yah The" kata Lathief.
"Betul opa" Athena menyetujui ucapan Opanya.
"The, tangannya coba, Oma mau lihat"
Athena membuka telapak tangannya.
"Kado dari Oma dan opa" kata Aina setelah menyimpan dua kartu di tangan Athena.
"Ini apa Oma?" tanya Athena.
"Kalau yang warnanya abu-abu, itu penghasilan dari seluruh asset yang berada di pulau Athena. Opa, Oma, papa dan juga Mommy The juga memilikinya. Kalau yang putih terang, itu penghasilan dari Hotel di Negara D. Hanya Papa Mika, mommy dan The yang miliki." jelas Lathief.
"Kok banyak banget kadonya?" tanya Athena.
"Hanya itu yang bisa kami beri The. Dunia akan semakin kejam, hukum alam juga. The harus lebih tangguh dari yang lainnya untuk bertahan. Opa sudah tua, hanya bisa membekali itu." jawab Lathief.
"Terima kasih, opa. The gak apa-apa gak jadi dokter dan pengacara, yang penting bisa seperti opa" ucap Athena.
Lathief terkekeh mendengar ucapan cucunya. Ia mencium kening sang cucu.
"Terima kasih, Oma. The akan belajar memasak dengan Oma besok yah" kata Athena.
Aina mencubit pipi cucunya.
"Gemesin banget cucu Oma"
Athena terkekeh.
"Sana, siap-siap dulu. Jangan lupa undang Raga datang kesini besok." suruh Lathief.
"Ehh, gimana?"
"Bilang sama Raga, di undang makan siang sama opa" jawab Aina.
"Kalau Raga nya sibuk gimana?"
"Nggak sibuk pasti. Sana sayang, siap-siap dulu. Dandan yang cantik"
Athena melambaikan tangannya yang tidak memegang ponsel juga kado dari opa dan omanya.
"Bye bye!" ucapnya.