Athena

Athena
Graduation Day



Athena sedang berada di butik bersama mommy nya. Alda menemani anaknya untuk mengukur kebaya yang akan anaknya pakai saat wisuda nanti. Seluruh keluarga sudah memberikan ukurannya masing-masing, sisa Athena yang saat itu masih berada di negara G.


"Kok The beda sendiri warna kainnya?" tanya Athena.


"Yah kan biar spesial" jawab Alda.


"Nanti gimana yah? Nama The disebut dua kali gitu?" tanya Athena.


"Yah, iya. Kan gak bersamaan juga." Alda mengelus rambut putrinya.


"Udah besar anak mommy. Kadang mommy gak pengen The cepat besar kayak gini, maunya jadi kecil terus"


"Kalau kecil terus nanti mommy juga bakal repot terus buat jagain Athena" Athena memeluk mommy nya.


"Gak apa-apa deh. Jagain The gak pernah ribet sih. Yang penting di kasih makan aja udah anteng" cerita Alda.


"Emang gitu mom?"


Alda mengangguk.


"Kadang merengek sih kalau ikut Daddy"


Athena terkekeh.


"Waktu kecil The dekatnya sama mommy atau sama Daddy?"


"Sama sih, imbang gitu. Tapi The lebih manja ke Daddy, kalau ke mommy jarang, soalnya ada Nevan juga kan saat itu. Adiknya masih kecil, jadi The manjanya ke Daddy deh"


"Daddy Renal is the best father in this world" ucap Athena.


"Mommy juga nggak?" tanya Alda.


Athena mencium pipi Alda.


"Of course. Tanpa mommy, The bukan apa-apa" jawab Athena cepat.


"Terima kasih yah, nak. Sudah bersedia menerima segala kekurangan mommy, sudah jadi anak mommy yang paling bisa diandalkan. Athena sayangnya mommy"


Dua generasi itu saling berpelukan.


✨✨✨


"Nevan belum pulang?" tanya Renal.


"Belum, dad" jawab Athena. Seperti biasa ia akan mengambil tas kerja Daddy nya dan membawanya ke ruang kerja sang Daddy.


"Udah besar kebiasaannya masih sama." Alda menggelengkan kepalanya saat melihat perlakuan Athena pada Daddy nya.


"Gak kebayang kalau udah nikah, Daddy pasti rindu disambut kayak gini" curhat Renal pada istrinya.


"Rela emang nikahin anaknya secepat ini?" tanya Alda.


Renal menggeleng cepat.


"Tunggu 2-3 tahun lagi lah, biar Ayra besar dulu, supaya gak kerasa banget kehilangannya" jawab Renal.


"Ayra minta SMP di kota C" Alda mengingatkan.


"Iya, ikut kakaknya ke sana. Kita akan jadi orang tua yang kesepian"


"Biarin lah dad anaknya mau gimana. Yang penting mereka tetap ingat rumah"


Renal mengangguk mendengar ucapan sang istri.


"Capek banget kayaknya" ucap Renal saat melihat Nevan memasuki ruang keluarga.


Athena datang dari arah dapur sambil membawa nampan.


"Masih mau kerja sambil bantu Daddy?" tanya Renal.


"Tentu, dad" jawab Nevan cepat setelah berhasil meneguk air mineral yang Athena bawa.


✨✨✨


Athena terlihat cantik dengan balutan kebaya berwarna merah maroon dan rok batik dengan bahan dasar berwarna mocca. Sementara Alda, Ivana, Aina dan Ayra juga terlihat tak kalah cantik dengan kebayanya yang berwarna hitam, juga rok yang senada dengan Athena kenakan. Para lelaki terlihat tampan dengan celana bahannya yang berwarna hitam juga batiknya yang warna dasarnya hitam.


"Kayak mau acara lamaran aja pake seragaman" gumam Arion.


"Kalau acara lamaran yah lebih ramai lagi" Lathief menimpali.


"Wajarlah Oma excited gini, cucu pertamanya bakal wisuda. Sebagai cucu yang baik sebaiknya kita iyakan dengan hati yang bahagia" kata Nevan.


"Seratus buat cucu Oma" Aina mengelus rambut Nevan.


"Ayra imut banget sih, pake kebaya terlihat makin cantik aja" Ivana mencubit kedua pipi Ayra.


"Terima kasih, mama" ucap Ayra.


"Berangkat sekarang aja yah. The katanya pisah mobil yah?" tanya Mika.


"Iya, pa" jawab Athena.


"Okay, see you" Alda mengecup kening putrinya.


Seluruh keluarga selain Athena menaiki Limosin hitam yang terlihat sangat mewah itu. Melihat keluarganya berangkat, barulah Athena memasuki mobilnya yang di sopiri langsung oleh Min.


Sesampainya di kampus, barulah Athena menggunakan toganya dan memasuki aula kampus. Ia mencari dimana barisan fakultas hukum. Sementara di depan panggung utama, ada dua meja bundar yang diisi oleh keluarga Arunika. Keberadaan mereka menjadi pusat perhatian para orang-orang yang ada di sana, tapi sayang mereka tidak bisa melihat dengan jelas wajah cantik dan tampan penguasa itu.


Setelah menerima map dan tabung wisuda dari fakultas hukum, Athena dengan cepat bergerak ke fakultas ekonomi. Ia duduk di samping Raga.


"You look so beautiful" ucap Raga.


"Thank you, Mr. Perdanakusuma"


Raga terkekeh mendengar ucapan terima kasih Athena.


"Sebelum acara pengukuhan hari ini selesai, marilah kita sama-sama mendengar sepatah dua kata dari lulusan terbaik Arunika University angkatan 10. Lulusan terbaik ini berhasil diraih oleh seorang mahasiswi dari fakultas hukum yang juga merupakan mahasiswi fakultas ekonomi, waktu dan tempat kami persilahkan kepada ananda Athena MA" ucap sang protokol.


Athena menitip tabung dan juga map wisudanya Raga. Benar, ia telah mengetahui ini 24 jam sebelum acara digelar.


Athena berdiri di atas podium, tempat rektor tadi menyampaikan sambutannya. Dari layar yang terbentang begitu besar, semua orang yang berada dalam aula bisa melihat dengan jelas wajah seorang Athena. Sosok cantik dan juga sangat berprestasi tidak lepas dari first impression semua orang.


Athena tersenyum terlebih dahulu sebelum mulai berbicara.


"Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua. Salam hormat kepada rektor dan para dekan, juga para jiwa yang telah turut serta dalam acara ini. Perkenalkan, nama saya Athena M. A, mahasiswa dari fakultas hukum dan fakultas ekonomi. Kita bertemu dengan latar belakang yang berbeda, pola pikir yang berbeda. Tapi dari perbedaan itulah yang membuat kita untuk belajar saling memahami dan menghargai. Menjadi mahasiswa Universitas Arunika memberikan momen yang indah, di sini kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa, kami belajar tentang arti dari suatu perjuangan, pantang menyerah, bekerja keras, pengorbanan dan konsekuensi. Tak ada pencapaian tanpa perjuangan, tak ada hasil tanpa proses, apa yang kita dapat adalah cerminan dari perjuangan kita selama ini. Saya berdiri diatas podium ini tentu bukanlah apa-apa jika tidak ada kedua orang tua dan keluarga yang mendukung dan berdiri dibelakang saya. Penghargaan ini saya berikan kepada bapak Renaldi Maheswari dan ibu Renalda Arunika yang telah menemani saya mengecap indahnya dunia, yang telah membersamai setiap langkah saya, yang telah membantu saya berdiri setelah terjatuh dan tetap merangkul saya agar tidak tertatih."


Semua orang tentu saja terkejut atas ucapan wisudawati terbaik hari ini, termasuk Lathief yang bahkan mengusap air matanya, akhirnya Athena berani memperlihatkan kepada dunia siapa dirinya.


"Sebelum saya benar-benar meninggalkan podium ini, izinkan saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada sosok yang jasanya tak akan pernah bisa saya balas, seorang lelaki yang tampan, tegas dan tentu saja berhati mulia. Bapak Lathief Arunika, dengan segala rasa hormat bolehkah saya meminta anda berdiri bersama saya di sini?"


Alda, Ivana dan Aina sudah menangis tersedu-sedu sejak tadi. Lathief menaiki panggung di papah oleh Nevan, hingga berhasil berdiri disamping Athena.


Athena merangkul bahu Opanya yang sudah tidak sekuat dulu.


"Ini opa saya, hari ini adalah hari ulang tahun beliau. Selama 20 tahun saya hidup, saya tidak pernah memberinya apapun. Hingga sejauh ini, hanya ini yang bisa saya berikan, membawanya berdiri disamping saya sebagai lulusan terbaik tahun ini." Athena tanpa canggung mencium pipi sang opa.


"Sekali lagi, terima kasih. Salam sehat dan sejahtera untuk kita semua" ucap Athena.


Semua orang dalam aula bertepuk tangan, apalagi melihat adegan ketika Athena mencium pipi sang opa. Sang Rektor bahkan mencium punggung tangan Lathief sebelum pemilik universitas itu kembali ke mejanya.