
Langitnya sudah berubah menjadi orange keemasan. Sudah sejak tadi Raga mengabadikan momen sore ini.
"Habis foto langsung pulang yah, nanti gelap soalnya" kata Raga.
Semuanya mengangguk setuju. Setelah mereka mengabadikan momen sore ini, mereka lekas kembali ke rumah Raga.
"Bersih-bersih dulu deh" Wildan pamit untuk ke kamar, diikuti Kevin dan Darren.
"Gue juga deh. Berkeringat banget ini" kata Eros.
"Kamu juga bersih-bersih deh" Suruh Raga.
"Terus kamu?" tanya Athena.
"Iya, ini mau bersih-bersih. Udah gelap soalnya" jawab Raga.
Athena mengangguk. Ia berjalan menuju kamarnya, meninggalkan Raga yang masih menaruh perlengkapannya. Ia kemudian segera membersihkan dirinya, dan membalut tubuhnya dengan kaos biasa dan celana piyama. Ia hanya membawa 3 pasang baju, satunya untuk ia pakai pulang besok hari.
Rencananya mereka akan barbeque di taman malam ini. Perlengkapannya sudah mbak siapkan, sisanya yah tugas Athena. Di dalam kulkas ada banyak makanan beku yang bisa mereka bakar dan makan malam ini. Ia mengeluarkan beberapa pack daging grill, bakso beku dan sosis beku. Ia tak lupa membuat bumbunya terlebih dahulu.
"Gak goreng kentang?" tanya Raga.
"Ini mau goreng, sekalian bikin sambelnya. Kamu bawa ke samping dulu bahannya" jawab Athena.
Raga dibantu Wildan membawa nampan yang berisi bahan setengah mentah untuk dibakar.
Athena menyalakan kompor untuk menggoreng kentang. Ia juga mengambil sambel, mayonaise dan juga kecap di kitchen set.
Tidak membutuhkan waktu lama, ia ikut menyusul yang lainnya ke belakang.
"Pada mau nasi nggak?" tanyanya.
"Boleh deh" jawab Darren dan Kevin.
"Gue aja yang ambil, The" ucap Eros saat melihat Athena hendak kembali memasuki rumah.
"Ehh, aku aja. Nggak apa-apa kok"
Raga menarik tangan Athena agar ikut duduk bersamanya.
"Udah, Eros aja" kata Raga.
"Nggak apa-apa?"
Eros mengangguk.
"Santai, The" jawabnya.
Athena ikut duduk bersama Raga yang sedang mengupas jagung manis. Ia hendak memegang jagung itu, tapi tangannya ditahan oleh Raga.
"Kamu duduk diam deh" kata Raga.
"Aku mau bantuin kamu lho" ucap Athena.
"Aku aja, The. Kamu duduk aja"
Athena mengangguk. Ia melihat sekelilingnya, Wildan dan Kevin sedang berkolaborasi membakar daging, sosis dan bakso, sementara Darren memetik gitar yang entah ia dapat dari mana.
"Gitarnya dapat dimana Ren?" tanya Athena.
"Di kamar. Gitarnya Nemu di kamar" jawab Darren.
"Ehh, emang iya?"
"Iya, The" jawab Darren meyakinkan.
"Udah lama itu belinya" beritahu Raga.
Athena mengangguk mengerti asal usul gitar yang sedang Darren mainkan.
Eros kembali dengan sepanci nasi hangat di tangannya, ia menyimpannya di atas matras yang dibentang dekat dengan pembakaran.
"Aku ambil piring dan minumnya dulu yah" Athena kembali memasuki rumah.Ia mengambil piring, juga beberapa minuman dingin untuk menemani mereka malam ini.
Athena duduk di atas matras yang sama dengan Raga, sementara di depannya ada Kevin dan Eros. Wildan dan Darren berada di sisi lain, hingga posisi mereka membentuk huruf U. Pembakaran berada di tengah-tengah mereka, agar mudah untuk menggiling dan mengambilnya ketika sudah bisa disantap.
Nampak mereka menikmati makanan malam ini, meskipun dengan cara yang sederhana. Hanya duduk di atas matras ditemani dengan sahabat, bersama dengan sejuknya angin malam dan pemandangan kota juga bintang yang bertaburan Dil langit.
"Adem banget rasanya" kata Kevin.
"Hooh, entah karena udah lama gak ngumpul gini atau memang karena kelaparan" Darren menimpali.
"Gue udah nambah nasi 2 kali, makan daging seabrek, makan bakso juga sosis yang banyak, makan kentang goreng dan sekarang masih ngunyah jagung manis, tapi gak kenyang. Rasanya pengen makan lagi. Beda banget kalau di kota, makannya secukupnya aja. Di sini gue gak kenyang-kenyang" cerita Wildan.
"Gue juga sih, ngunyah terus dari tadi" kata Eros.
"Mood gue stabil banget pas di sini. Kayak gak ada beban saja" Kevin mengiyakan.
"Thanks, Ga. Udah fasilitasin kita dengan tempat yang senyaman ini" ucap Athena.
Raga mengusap kepala Athena.
"Kalau lagi penat yah cerita aja, biar kita sama-sama luangin waktu untuk lari dari kenyataan sebentar" kata Raga.
"Aman itu mah" Darren mengangkat jempolnya.
"Besok pulang siang atau sore aja?" tanya Kevin.
"Sore aja. Gue kayaknya mau ngebo deh" jawab Wildan cepat.
"Hooh, nyaman banget pasti. Tidur dalam keadaan kenyang, mana udaranya sejuk gini, aman deh" Darren juga begitu bersemangat saat mengatakannya.
"Terserah kalian sih. Yang penting kalian happy" ucap Raga.
"Kapan lagi coba, tidur gak dibayangin kerjaan, yaudah lah nikmati aja" seru Kevin.
Eros hanya menggelengkan kepalanya. Teman-temannya ini benar-benar gak pernah ribet, hal sederhana saja dibuat nyaman.
Raga melihat jam tangannya, sudah pukul 1 dini hari. Athena masih asyik tertawa karena candaan Wildan.
Ia mengusap kepala Athena.
"Kamu tidur gih. Udah larut malam" suruh Raga.
Athena nyengir.
"Aku istirahat duluan yah, have fun buat kalian" pamit Athena pada yang lain.
"Mimpiin gue The"
"Sleep tight"
"nice sleep"
Teriak Wildan, Darren dan Kevin bersamaan.
Raga hanya menggelengkan kepalanya, ia heran dengan ketiga jomblo di depannya.
"Cari pacar sana." Seloroh Raga.
"Cemburuan amat. The itu sahabat gue lho" kata Wildan.
"Hooh, b aja kalii" Darren menimpali.
"Yieh, si kambing" Raga menjitak kepala Darren yang paling dekat dengannya.
"Jitak aja, Ga. Gue kasih Lo jagung bakar sebagai hadiahnya" Kevin memanasi.
"Jnck, Lo juga tadi teriak yah" kini Wildan yang menjitak kepala Kevin.
Eros yang paling anteng, ia memakan kentang goreng yang ada di depannya. Sesekali ia menggiling bakso yang ada di atas pembakaran.
"Anteng banget bapak Eros" kini Eros yang menjadi sasaran Wildan.
"Gak anteng yah bukan Eros" Raga yang menimpali.
"Gak dingin yah bukan Raga" Eros membalas.
Ucapan Eros membuat yang lain terkekeh.