Athena

Athena
Last Day



Sejak bangun tidur Athena sibuk membuat kue bolu kukus. Sore nanti mereka berencana untuk ke rumah pak kades juga para tetua desa. Hal itulah yang membuat Athena bangun sepagi ini. Ia membuat kue sebanyak 7 loyang, tentu salah satu dari kue itu buat teman-temannya.


Setelah kuenya jadi, ia lalu memasak untuk makan siang. Perkedel kentang menjadi pilihannya, juga sayur daun labu siam.


"Gak capek The? Dari tadi gerak terus." tanya Kevin.


"Yah capek, nanti aja habis makan siang istirahatnya" jawab Athena sambil menyusun makanan.


"Jaga kesehatan semuanya. Besok kita udah balik, pastikan imun tubuh terjaga" pesan Eros.


"Sip bapak Eros" seru Wildan dan Darren.


"Gak kerasa kita udah 3 bulan disini." ucap Athena.


"Hooh, besok udah pulang aja" kata Wildan.


"Pihak sekolah udah hubungin gue, ngingetin kita semua untuk bersiap-siap. Jemputan akan datang pukul 7 pagi besok" Eros memberitahukan.


"Time flies so fast" lirih Athena.


"Cucian Lo semua udah pada kering?" tanya Wildan.


"Udah. Habis cuci piring gue lipat deh" jawab Kevin.


"Gue nanti sore aja" tentu saja Darren yang menjawab.


"Gue dan Raga aman" jawab Eros.


"Lo, The?" tanya Wildan.


"Aku bahkan udah prepare sejak kemarin, nyicil. Sisa baju yang kepake hari ini aja yang gak dicuci, nanti aku pisahin, nyucinya di kota A aja" jawab Athena.


"Segitunya jadi perempuan. Semuanya tertata rapi" kata Kevin.


"yah, harus" ucap Athena sebelum meninggalkan mereka.


Athena mengecek ponselnya. Ponselnya yang terjatuh kemarin masih berfungsi dengan baik, tentu saja karena ponsel itu buatan orang-orang RelFath dengan segala kelebihannya. Ponselnya tetap terlihat seperti ponsel jaman sekarang, tapi tentu saja dengan sistem yang berbeda.


Opa Lathief


Opa jemput yah?


^^^Athena MA^^^


^^^Jemputnya di bandara aja ya opaa^^^


Opa Lathief


Okay, sayang. See you tomorrow.


^^^Athena MA^^^


^^^See you opa^^^


Athena menyalakan musiknya dengan volume kecil untuk mengantar dirinya menuju alam mimpi.


Sore hari, mereka memulai perjalan menuju rumah pak kades dan juga para tetua desa.


"Lho, sampai repot begini nah" ucap Bu desa pada Athena.


"Nggak repot kok, Bu" kata Athena.


"Ayo diminum tehnya." suruh pak Kades.


"Ini kentang pak?" tanya Darren menunjuk ke salah satu piring.


"Iya, kentang rebus. Terus ditaburi kelapa parut dan gula pasir" jawab pak Kades.


"Silahkan dimakan" Bu desa kembali meminta mereka untuk mencicipi hidangan.


Athena mencoba mencicipi hidangan yang ada di depannya.


Mata Athena berbinar-binar, ini sangat enak.


"Gimana Bu cara buatnya?" tanya Athena antusias.


"Kentangnya direbus dulu sampai mateng, terus ditaburi kelapa parut dan gula pasir" jelas Bu desa.


"Wahh sayang banget aku tahunya di detik-detik terakhir seperti ini." sesal Athena.


"Padahal Lo bisa bikin kayak gini tiap hari The" kata Wildan yang sudah menghabiskan beberapa biji kentang.


Darren, Kevin, Eros dan Raga juga makan dengan lahap.


"Nggak pernah makan sebelumnya?" tanya pak kades.


"Belum, pak. Ini yang pertama kali" jawab Eros sopan.


"Dihabisin yah adik-adik" kata Bu desa.


"Tentu saja Bu, enak gini kentangnya"


Pak kades dan Bu kades terkekeh mendengar jawaban semangat Darren.


Setelah menghabiskan hidangan yang diberikan oleh Bu desa, mereka pamit pulang. Tapi sebelum itu tentu saja mereka berfoto bersama terlebih dahulu.


Pak Kades menepuk bahu Eros pelan.


"Seharusnya bapak yang berterima kasih. Kalian sudah berkontribusi banyak untuk desa ini, baik dari sektor pertanian, pendidikan juga kesehatan." kata pak kades.


"Kami pamit pak, Bu" Mereka menyalami pak kades dan Bu kades secara bergantian.


"Hati-hati yah kalian" pesan Bu desa.


"Siap, ibu, bapak" serempak mereka.


Hari sudah gelap. Mereka berjalan menyusuri jalan, menghirup udara malam terakhir di desa ini.


"Besok malam kita gak gini lagi. Masing-masing udah pada pisah rumah. Jadi sedih" curcol Athena.


"Pasti Lo bakal kangen banget sama gue" pede Wildan.


"Huhh, pede sekali Anda" cibir Athena.


"Gue pasti" Darren ikut meng-pede.


"Aku takutnya kalian yang kagenin aku sih. Kangen masakan aku, misalnya" ucap Athena.


"Gampang mah kalau soal itu. Ntar gue ke kelas Lo di jam pulang sekolah, terus nyulik Lo ke rumah Raga buat masakin kita-kita" kata Kevin.


"Kok rumah gue?" tanya Raga.


"Kan di rumah Lo fasilitasnya aman. Dapur gede, ruang makan luas" jawab Eros.


"Heh, rumah kalian kayak gitu juga yah, setipe dengan rumah gue" seloroh Raga.


"Yaudah, The. Ke rumah gue aja kalau gitu. Lo masaknya di rumah gue" kata Wildan.


"Enak aja. Di rumah gue aja The." Raga tak mau ngalah.


"Tadi aja keberatan rumahnya didatengin, pas Wildan ngancem baru mau" cibir Kevin.


Raga menjitak jidat Kevin yang mencibirnya.


"Sakit, Ga" keluh Kevin.


Tapi Raga tentu saja tidak peduli.


"Jalannya agak cepet. Udaranya makin dingin ini" kata Eros.


Yah, udara terasa makin dingin. Angin bertiup cukup kencang. Mereka mempercepat langkahnya dan berharap segera sampai di rumah sementara.


"Makannya mie instan aja nggak apa-apa yah?" tanya Athena saat mereka sudah memasuki rumah.


"Lo nggak capek?" tanya Raga.


Athena menggeleng. Capeknya mungkin belum terasa sekarang.


"Bahan makanannya habis?" tanya Eros. Ini baru kali kedua Athena menawarkan makan mie instan.


"Berasnya aku kasih ke ibu-ibu disebelah rumah. Untuk lauknya memang aku nargetin harus habis tadi pagi, aku nyimpennya cuman beberapa bungkus mie instan juga telur" jawab Athena.


Eros mengangguk mengerti.


Hujan turun membasahi bumi. Pantas saja udara tadi terasa semakin dingin.


"Iya The, mie instan dan telur ceplok, aduhaii enaknya" Darren dengan semangat bernyanyi.


"Oke dehh" kata Athena.


Ia memasak mienya ke dalam panci yang cukup besar, tak lupa diceplokin telur.


Mereka kembali menikmati makan malam di atas tikar anyaman daun lontar untuk yang terakhir kalinya. Mie instan yang menjadi menu pertama mereka, kini mie instan pula yang menjadi menu terakhir mereka di desa ini.


"Rasanya kayak beda gitu" kata Kevin.


"Hooh, makin enak. Apa karena gue tambahin saos, kecap dan juga jeruk yah?" tanya Wildan.


"Karena cuacanya kalii" timpal Eros.


"Dinner terakhir di rumah kenangan" ucap Athena.


"Selfie dong" Darren mengangkat ponselnya, mengabadikan dinner terakhir mereka di rumah kenangan.


Yah, beberapa hari lalu mereka sepakat menamai rumah tersebut adalah 'rumah kenangan' .


"Jaringannya bagus nggak?" tanya Kevin.


"Lumayan" jawab Darren.


"Up lah, Ren" suruh Wildan.


"Bentar. The, nama akun Lo apa?" tanya Darren.


"Athenaaa. A dibelakangnya ada 3" jawab Athena.


"Gue follow dulu. Lo langsung follback" suruh Darren.


Athena mengangguk. Ia membuka aplikasi yang dimaksud Darren, lalu mem-follback Darren.