
Athena memilih untuk sekalian memasak banyak, biarlah sarapan hari ini merangkap sebagai makan siang. Ia tentu menyayangkan dirinya yang bangun siang hari ini. Entah jam berapa ia tertidur semalam.
Athena memasak diiringi dengan percakapan Raga dan Anne yang berceloteh. Sepasang anak dan papa itu terlihat begitu lucu, mereka bercerita seolah saling memahami.
Untuk Anne, Athena hanya merebus kentang dan wortel kemudian dihancurkan menggunakan sendok.
Butuh waktu satu jam bagi Athena untuk menyelesaikan semuanya. Nasi putih, ayam goreng, sup kentang dan juga sambel tertata di atas meja. Tak lupa juga bubur kentang untuk Athena.
"Kamu makan dulu, Anne juga mau aku suapin" ucap Athena.
Meskipun Athena masih bersikap dingin, Raga tentu merasa cukup, setidaknya istrinya masih mau berbicara dengannya ketimbang meninggalkan dirinya seperti kemarin.
Senyum Raga terbit saat melihat hidangan di depannya, ia sangat merindukan ini, sudah sangat lama ia tidak merasakan masakan istrinya.
"Kamu gak makan?" tanya Raga.
"Aku suapin Anne dulu. Kamu makan duluan aja" jawab Athena.
Anne menggeleng menolak suapan Athena. Bayi itu sepertinya sedang tidak mood untuk makan, apalagi ia sedang terserang demam.
"No nonoooo nononoo" oceh nya dan menggelinjang.
"Anak mama makan yah, biar cepat sembuh" Athena mencoba menemani Anne bercakap.
"Udah, The. Anne kayaknya nolak" kata Raga.
Athena mengangguk. Ia kemudian membantu Anne minum air mineral. Setelah meminumkan Anne, barulah sebelah tangannya mengambil nasi. Raga yang melihat istrinya kesusahan pun berinisiatif untuk membantu sang istri.
"Aku aja yang ambilin. Atau mau aku suap aja?" tanya Raga.
"Aku makan sendiri aja" jawab Athena.
"Emang bisa? Anne lagi gelisah itu"
"Bisa kok"
Raga lalu menyendokkan sup ke dalam piring Athena. Tak lupa menggeser piring ayam goreng dan sambel agar istrinya bisa menjangkau nya.
Anne yang sedang dalam pangkuan Athena lagi seru menghisap ibu jarinya, sesekali pandangnya mengikuti tangan mamanya yang sedang menyuapkan makanan, ia juga kadang menoleh ke arah papanya.
"Makanannya aku habisin, nggak apa-apa?" tanya Raga.
"Iya, habiskan saja. Ntar aku masak lagi" jawab Athena.
Athena memandang suaminya dengan pandangan keheranan, sudah berapa lama suaminya tidak menemukan makan?Kenapa Raga seperti seolah tidak makan beberapa hari ini. Apakah ia tidak membeli makanan, atau paling tidak makan masakan Vania.
"Aku aja yang rapikan " ucap Raga.
"Aku aja. Kamu tolong jagain Anne sebentar. Aku juga akan membuat susu untuk Anne"
Raga mengulurkan tangannya yang langsung disambut dengan rentangan tangan oleh Anne. Raga terkekeh melihatnya, apalagi mendengar ocehan anaknya.
"pa pa paaapaaa pa"
"Iya, sama papa dulu yah sayang." kata Raga. Ia membawa anaknya ke ruang keluarga dan mencari serial kartun.
Sementara Athena membersihkan meja makan dan mencuci piring bekas dan juga perlengkapan masaknya tadi. Barulah setelahnya ia membuat kan susu untuk Anne.
"Anne, ayo sama mama dulu sayang." Athena mengambil Anne dari pangkuan Raga.
"Mau kemana?" tanya Raga saat melihat Athena hendak melangkah.
"Ke kamar" jawab Athena.
Raga mengangguk. Ia mematikan Tv di depannya, kemudian mengikuti sang istri ke kamar. Nampak Anne duduk bersandar di tubuh bagian depan The, ditangannya ada botol susu yang ia masukkan ke dalam mulutnya, tapi beban botol itu tentu ditahan juga oleh tangan Athena. Raga duduk di sebelah Athena, mengusap rambut istrinya.
Setelah susunya habis, Athena meletakkan botol susunya di atas meja yang ada di depannya, kemudian menepuk pelan punggung Anne. Setelah Anne bersendawa, barulah Athena membaringkan Anne di tempat tidur. Tadi sebenarnya ia akan me-lap tubuh Anne kemudian mengganti bajunya, tapi sepertinya Raga sudah melakukannya.
Tidak butuh waktu lama, Anne sudah terlelap tidur sambil memegang baju mamanya. Sebelah tangan Athena ia jadikan tumpuan kepalanya, sebelahnya lagi mengelus pipi anaknya, hingga ia merasakan seseorang ikut berbaring di belakangnya dan memeluk pinggangnya.
"Kamu boleh pukul aku The, tapi jangan diamin aku kayak gini" ucap Raga. Ia seolah berbisik karena mulutnya begitu dekat dengan telinga istrinya.
"Bagas sudah menceritakan kalau dia yang menemani kamu ke pesta nya Yudha dan Hana. Mama juga memperlihatkan foto yang dikirim nyonya Devanka kepada ku" Raga bercerita dengan nada rendahnya.
"Kamu tahu gimana gak sukanya aku kamu berhubungan dengan laki-laki lain. Tapi aku tetap merasa salah, sangat salah bahkan." lanjut Raga.
"Nyaris 24 tahun aku hidup di dunia, aku gak pernah kenal dengan banyak orang, Ga, apalagi dengan orang baru, dengan lelaki lain. Kamu tentu tahu, aku hanya dekat dengan keluarga aku dan juga teman-teman, yang semuanya kamu juga mengenalnya." kata Athena. Kepalanya ia jatuh kan ke atas bantal, lalu mengusap air matanya yang entah kenapa bisa keluar.
Raga melepaskan tangan Anne dari baju Athena dengan pelan, kemudian membalik tubuh istrinya. Dengan cepat ia mengusap air mata istrinya, membersihkan air mata itu dari pipi sang istri. Tanpa mengucapkan apapun, ia memeluk Athena, membawanya ke dekapannya, mencium kening istrinya dengan sangat lama.
Kata maaf mungkin terlalu basi untuk ia ucapkan. Raga sudah mengucapkan nya banyak kali. Kini ia tidak akan meminta maaf, ia akan berusaha untuk tidak lagi mengucapkan kata maaf dengan memperlakukan istrinya bak ratu.
"Aku rindu kamu" ucap Raga. Ia masih menyembunyikan wajah istrinya pada ceruk lehernya, masih memeluk tubuh istrinya.
"Rindu Anne juga" sambung Raga. Tangan panjangnya mengusap pipi anaknya yang kemerahan.