
Ruang perawatan Athena kembali ramai. Ia kedatangan teman-temannya saat di desa kenangan. Saat Raga tiba tadi pagi, Renal dan Alda kembali ke rumah untuk beristirahat. Raga tentu saja tidak keberatan, ditambah ia tahu jika teman-temannya akan berkunjung.
"Sakit nggak The?" Darren menoel-noel tangan Athena yang tertancap jarum infus.
"Ngilu sih" jawab Athena.
"Rumah sakit rasa hotel kalau kayak gini." kagum Darren. Ia bahkan sudah rebahan di karpet depan TV.
Kevin dan Eros makan kue yang ada di meja. Sepertinya hanya Darren yang benar-benar berniat untuk membesuk Athena.
"Kalian kemari untuk membesuk The atau numpang makan dan tidur?" tanya Darren.
"Besuk The sekalian makan" jawab Kevin.
"Kalau bisa besuk The sambil rebahan, kenapa harus memilih?" tanya Wildan dramatis.
"Baiklah kalau begitu, sepertinya karpet yang Wildan pake rebahan ada magnetnya" Darren ikut rebahan di samping Wildan.
"Lo sakit sejak kapan The?" tanya Kevin.
"Sejak Minggu malam, masuk sini nya Senin subuh" jawab Athena.
"Udah 3 hari yah berarti nginap hotel?" canda Eros.
"Nginap hotel plus dirawat sih" jawab Athena.
Kevin dan Eros terkekeh mendengar jawaban Athena.
Suara Wildan dan Darren hilang sejak tadi, saat Kevin melihatnya ternyata mereka sedang tidur.
"Pantas hening gini, mereka pada tidur" kata Kevin.
"Kasih bantalan sofa, Vin" suruh Athena.
"Gak usah The. Nanti mereka keenakan tidurnya. Gitu aja" kata Kevin tega.
Kevin membangunkan mereka saat dua orang berseragam hitam rapi datang membawa makanan.
"Terima kasih The, udah dikasih tempat tidur, sekarang diberi makan pula" ucap Wildan.
Athena hanya tersenyum mendengarnya. Teman-temannya memang luar biasa anti-mainstream nya.
"Raga diam-diam bae" kata Darren.
"Raga kan lagi puasa bicara. Lagi menghemat" kata Kevin.
Raga hanya mendengus mendengar perkataan Kevin.
"Kalau Raga ngomong, dunia bakal kiamat. Jadi lebih baik diam aja" sarkas Wildan.
"terserah" kata Raga acuh.
Setelah bersenda gurau, Eros, Kevin, Wildan dan Darren pamit untuk pulang.
"Lekas sehat The" kata Eros.
"Makasih yah. Makasih udah jenguk The" ucap Athena.
"Makasih juga buat makanannya The" kata Darren.
Athena terkekeh. Ia melihat pintu perlahan tertutup kembali menenggelamkan teman-temannya.
"Jadi pulang hari ini?" tanya Raga.
"Nggak. Infusnya belum di up, mungkin besok pagi." jawab Athena.
"Jaga kesehatan The"
"Iya, Ga. Ini kebetulan aja sakitnya"
"Kebetulan apa kecapean?"
"Dua-duanya sepertinya. Kan demam berdarah juga"
"Udah bisa yah ngelesnya" Raga mengacak rambut Athena.
Athena terkekeh.
✨✨✨
Jam 9 pagi, Athena sudah diperbolehkan untuk pulang. Ia kini sudah berada di atas mobil yang dikendarai oleh Min, ada Alda disampingnya. Renal sedang ke perusahaan, jadi tidak sempat untuk menjemput anaknya.
"Ehh?" kaget Alda.
"Nggak minta mbak Ani aja yang buatin?" tanyanya.
Athena menggeleng.
"Mau yang di resto, mom. Kalau mbak Ani ahlinya bikin bubur ayam" jawab Athena.
"Yaudah, apa maunya The aja." Alda mengelus rambut anaknya.
Min memarkirkan mobilnya di halaman restoran, i lalu turun untuk mengambil pesanan nonanya. Alda sudah memesannya saat masih dalam perjalanan.
Sesampainya di rumah, Athena segera menyiapkan Cotonya. Ia tentu tak lupa untuk menambhakan bawang goreng, bihun dan juga daun seledri. Dan yang paling penting adalah cabe yang diblender halus juga perasan jeruk. Ada sepiring nasi hangat di depannya, ini benar-benar surga dunia.
Alda hanya menggelengkan kepalanya heran melihat anaknya begitu semangat makan coto. Athena, bubur ayam dan Coto adalah hal yang tidak terpisahkan.
"Pelan pelan nak, mommy gak minta kok" ucap Alda saat Athena tersedak.
Athena hanya nyengir, lalu melanjutkan makannya.
"Mom, selama Athena dalam masa pemulihan, makan malamnya boleh Coto nggak?" tanya Athena.
Alda menggeleng.
"Apapun asalkan anak mommy sehat" jawabnya tanpa ragu.
Athena memeluk mommy nya. Entah berapa banyak tenaga yang mommy nya keluarkan hanya untuk mengurusnya.
"Lho, kok nangis?" tanya Alda heran saat mendengar isakan anaknya.
"Mau peluk mommy terus" ucap Athena lirih.
"Iya, pelukannya jangan di lepas yah" Alda mencium kening anaknya.
Lama tidak bersuara, Alda kembali melihat wajah anaknya. Ternyata anak gadisnya sudah tertidur sambil memeluk pinggangnya. Ia terkekeh, Athena diluar menjadi orang yang sangat mandiri, tetapi jika berada disampingnya, ia akan terlihat seperti anak bayi, yang sangat manja kepadanya. Alda kembali mencium kening anaknya sebelum menutup matanya untuk mengikuti anaknya masuk ke alam mimpi.
Renal membuka pintu kamarnya dan sang istri, ia tersenyum melihat pemandangan di depannya. Athena menenggelamkan kepalanya di dada Alda, memeluk pinggang mommy nya.
Tidak ingin mengganggu tidur dua wanita yang disayanginya, Renal bergegas memasuki walk in closed untuk mengganti baju.
Mata Alda terbuka saat mendengar pintu walk in closed tergeser. Ia melihat ke anaknya dulu, mencoba melepaskan tangan Athena yang memeluk pinggangnya posesif. Setelah berhasil, ia lalu menemui sang suami yang sedang duduk di sofa walk in closed.
"Kok bangun?" tanya Renal saat melihat istrinya masuk ke dalam walk in closed.
"Tidurnya udah lama, makanya terbangun. Aku dengar pintunya di geser" jawab Alda. Ia menindih tubuh sang suami yang sudah rebahan di sofa.
"Mommy nya anak-anak jadi manja gini" Renal mengelus rambut istrinya.
"Pengen aja" ucap Alda.
"The gimana?"
"Cukup membaik. Tadi minta dipeluk terus. Minta makan malamnya Coto aja selama pemulihan" cerita Alda.
Renal terkekeh kecil mendengar cerita istrinya.
"Jika berada di rumah ia seperti kucing kecil yang sangat manja. Kalau sudah berada di luar, ia berubah menjadi seekor harimau betina yang kelaparan"
"Dia mempunyai dua sisi. Yang satu terlalu dominan dan sisi lainnya lemah lembut. Entah hal apa yang bakal ia dapat di RelFath nanti, tapi semoga dengan hal itu tidak membuat salah satu sisinya semakin tersembunyi. Kedua sisinya harus seimbang" khawatir Alda. Bagaimana pun anaknya adalah seorang perempuan.
"Kamu gimana waktu itu?" tanya Renal.
"Private course, belajar nembak, banyak deh" jawab Alda.
"Gak sampai masuk ke laboratorium?"
"Yah tetep masuk, tapi cuman lihat"
"Melihat nilai sempurna Athena saat ujian praktek, aku yakin anak itu tidak hanya akan melihat. Ia pasti akan tertarik untuk ikut meracik" perkiraan Renal.
"Yah nggak apa-apa, selagi tidak merugikan orang lain. Tapi aku pengennya lihat Athena tampil anggun, lemah gemulai dan penuh kasih sayang" harap Alda.
Renal terkekeh mendengar harapan sang istri.
"Habis ini ajak The ke butik untuk membeli gaun-gaun rumahan. Apaan di rumah pake celana training sama celana piyama doang"
"Anak kita luar biasa" ucap Alda.