
Run sedang menjelaskan proses pertumbuhan kentang. Ia kembali mengingatkan keenam remaja tersebut tentang tahap pertumbuhan kentang.
Untuk menjaga lahan dari tanah longsor, Abraham menggunakan planterbag yang disusun dengan rapi.
"Sistem irigasi yang paling umum digunakan dalam budidaya kentang adalah irigasi tetes (padat karya), alat penyiram, irigasi sprinkler pistol curah dan emrat (ebor). Karena kita sudah menggunakan metode atap lahan ini, maka dari itu pak Abraham memilih pistol curah untuk airnya." jelas Run.
"Menurut FAO, untuk hasil tinggi, kebutuhan air tanaman (Evapotranspirasi) untuk tanaman berusia 120 hingga 150 hari adalah 500 hingga 700 mm, tergantung pada iklim. Kebutuhan air tanaman kentang umumnya lebih kecil selama tahap pertama perkembangan tanaman dan secara bertahap meningkat selama pematangan dan tahap selanjutnya dari pertumbuhan umbi. Untuk budidaya musim dingin, banyak petani mengairi sebanyak dua kali seminggu tergantung pada curah hujan, sedangkan selama kekeringan mereka biasanya mengairi lebih sering. Di tanah berpasir, petani harus mengairi lebih sering daripada di tanah berat. Penting bagi tanah untuk tetap basah setiap saat. Untuk mengoptimalkan hasil, total air tanah yang tersedia tidak boleh habis lebih dari 30% hingga 50%. Namun, perlu diingat bahwa irigasi yang berlebihan menyebabkan erosi, kerentanan penyakit, kehilangan air, biaya energi tambahan untuk pemompaan, pencucian nitrogen, dan penurunan hasil panen. Di sisi lain, tanaman yang tertekan air lebih rentan terhadap penyakit." Run melanjutkan penjelasannya.
Athena sesekali terlihat mencatat apa yang Run jelaskan.
"Gue kira tinggal tanam aja" kata Kevin lirih.
Run terkekeh mendengar lirihan Kevin.
"Menanam itu mudah, yang sulit adalah merawatnya. Kentang ini sudah seperti anak-anaknya pak Abraham. Nutrisinya perlu diperhatikan" jelas Run.
Mereka mengangguk mengerti.
"Karena sepertinya akan hujan, sebaiknya kita pulang" ajak Run.
"Belum jam 11 kak" kata Eros setelah melihat jamnya.
"Kesehatan kalian lebih penting. Rumah cukup jauh dari sini, kalian gak ada persiapan payung atau jas hujan"
"Nggak apa-apa kak?" tanya Wildan.
"Aman. Tadi kita udah mengairi semua kentang tergantung fasenya. Jadi aman" jawab Run.
Mereka lalu bergegas pulang. Hujan rintik perlahan turun dari langit, membasahi bumi.
"Kalian mampir dulu deh" tawar Run.
"Terima kasih, kak. Kami harus pulang, aku belum angkat jemuran" kata Athena cepat.
Hampir aja ia lupa jemurannya.
"Oh, okay. Hati-hati" ucap Run.
Athena lalu berlari kecil, diikuti langkah cepat lima orang lelaki lainnya.
Athena memindahkan pakaiannya di tempat jemuran yang ada di teras. Ada beberapa bentangan tali yang dipasang oleh Kevin. Berjaga-jaga jika sedang hujan.
"Udah The?" tanya Eros.
"Beres" jawab Athena.
"Aku dulu yah yang bersih-bersih" katanya meminta persetujuan temannya.
"Sana, cepat" suruh Raga.
"Yeuhh" Athena lalu berlari masuk.
Setelah mandi, Athena kembali menjadi tukang masak untuk teman-temannya. Hujan sudah turun sejak tadi, dan sekarang semakin deras. Untung saja mereka mengikuti saran Run untuk segera pulang.
Athena akan memasak sup kentang dan wortel, kemudian di campur bihun yang banyak. Ia cukup lelah hari ini. Semoga temannya mengerti.
Athena lalu mengangkat nya menuju depan TV. Darren membantu mengangkat panci nasi dan kembali ke dapur untuk mengambil piring yang Athena telah siapkan.
"Maaf yah, aku cuman masak sup" ucap Athena.
"Apasih The? Malah kami yang harus bilang maaf" kata Kevin.
Athena meringis.
Ia memasak sup dalam porsi banyak. Bihun bungkusan yang berisi 3 lapis ia masukkan semua. Hujan dan yang hangat-hangat selalu menjadi perpaduan yang paling nikmat.
"Pas gini sama cuacanya" Darren ikut berkomentar.
"The, nanti kuliahnya barengan yah. Siapa tahu KKN nya sama. Gue gak perlu takut kelaparan kalau ada Lo" kata Eros.
"Ngayal terus" cibir Raga.
"Ngiyil tiris" Kevin mengikuti cibiran Raga.
Athena hanya terkekeh kecil.
"Yang ke berapa kali itu?" tanya Wildan.
Darren nyengir.
"Yang ketiga kalinya" jawabnya malu-malu.
Darren benar-benar makan dengan lahap, yang lainnya juga. Raga yang biasanya paling cepat berhenti pun, kini masih makan.
"Yah, habis" keluh Kevin saat melihat panci sup sisa airnya.
"Sorry" ucap Athena.
"Athena mah, apa-apa gak enakan. Gue tuh cuma bercanda. Tadi udah nambah tiga kali. Lihat nih, perut gue bahkan udah buncit kayak bapak-bapak" kata Kevin sambil memperlihatkan perutnya.
"Apaan buncit? Orang masih four pack gitu" kata Wildan.
"Lo gak lihat, garisnya udah mulai pudar?" sarkas Kevin.
"Tenang, Vin. Bukan cuma Lo aja. Gue juga" kata Eros.
"Kalau ada The, sepertinya kita juga mesti ada ruang gym" canda Darren.
"Segitunya?" tanya Athena.
"Besok kalau masak, garamnya dibanyakin. Biar mereka gak ngeluh. Dikasih makanan enak kok ngeluh, seharusnya bersyukur. Meskipun kita jauh dari ibu, kita gak perlu risau akan makanan. Perut Lo bakal kembali sixpack kalau udah pulang nanti" kata Raga nusuk sebelum berdiri dari duduknya. Ia mengangkat piring kotor, lalu kembali mengambil panci sup dan nasi. Ia kemudian mencucinya. Athena menyapu ruang depan TV. Takut ada sisa makanan yang tercecer dan mengundang semut untuk berdatangan.
Wildan dan Darren gak usah ditanya, mereka udah tiduran di atas karpet sambil nonton TV. Meskipun matanya sudah tersisa 5 watt. Kevin terlihat sedang sibuk dengan ponselnya. Sementara Eros sibuk dengan bukunya.
"The, Lo ada nyatet penjelasan kak Run?" tanya Eros.
Athena mengangguk. Ia masuk ke kamarnya untuk mengambil bukunya.
Tak lama kemudian Raga ikut bergabung.
"Gak dingin airnya?" tanya Athena saat Raga duduk di sampingnya.
"Dingin" jawab Raga sambil memperlihatkan ujung jari tangannya yang sudah kriting.
"Kan bisa nunggu nanti, Ga. " kata Eros.
"Nunggu nanti. Bangun tidur udah bersih semua, ujung-ujungnya The yang bersihin" Raga berdiri dari duduknya setelah berkata panjang lebar. Ia lalu kembali dengan buku kuning ditangannya.
Yah, pernah beberapa hari kemarin Wildan menyimpan cucian piring kotor, niatnya ia akan mencucinya setelah bagun dari tidur siangnya, ternyata saat ia bangun piringnya sudah tersusun rapi di rak.
Saat Eros bertanya siapa yang nyuci, Athena gak ngaku. Eros bahkan menunggu temannya yang lain untuk dia tanyai. Karena merasa tidak mencuci piring sore itu, Kevin, Darren dan Raga tentu saja menggeleng tidak tahu. Eros bisa mengambil keputusan jika Athena adalah pelakunya, ia mencuci piring padahal mereka berlima benar-benar sudah melarangnya.
"Gak terasa sisa 3 Minggu kita disini" kata Eros.
"Hah? Berapa lama lagi?" kaget Darren.
"Tiga minggu" ulang Eros.
Kevin ikut mengisi buku kuningnya. Buku yang akan mereka kumpulkan sebelum presentasi. Buku yang memperlihatkan kegiatan para siswanya saat praktek di lapangan. Setiap hari Jum'at, buku kuning tersebut akan ditandatangani oleh Abraham. Jika Abraham tidak ada, maka Run yang akan menggantikannya.