Athena

Athena
Dinner



Athena duduk disamping Raga setelah melihat perempuan tadi sudah pergi. Perempuan tadi pergi tanpa mengambil tip yang Athena berikan, padahal Athena hanya ingin berterima kasih.


Setelah menyimpan kembali uang yang tadi sempat ia ambil dan mengeluarkan ponselnya dari tas, Athena melihat sekitarnya. Mata kelima temannya memandangnya dengan tatapan yang berbeda beda.


"Kenapa?" tanyanya.


"Lo siapa dah?" tanya Darren to the point.


"Athena" jawab Athena.


"Ohh, oke" Darren mengangguk pasrah setelah mendengar jawaban singkat Athena.


Seorang pelayan datang membawa buku menu.


"Aku fried chicken 1, French fries 1 , ice coklat, air mineral juga puding coklat biskuit." pesan Athena.


Yang lain masing-masing menyebutkan pesanannya.


"Selfie kuyy" Wildan mengeluarkan ponselnya, membuka aplikasi kamera. Mereka berdiri, hanya wajahnya yang terlihat juga cahaya lampu yang menjadi view kota Thaenk di malam hari.


"Pantan restoran bintang-bintang selalu di reservasi lebih dulu, tempatnya gak main-main. Keren gini" kata Kevin.


"Resort tempat kita nginap dan hotel ini pasti satu naungan" tebak Eros.


"Hooh, namanya masing-masing ada ATH nya" Wildan mengiyakan.


"Yang punya pasti bukan orang sembarangan" Darren ikut berbicara.


"Properti nya gak main-main coii" kata Kevin.


"Terima kasih, The. Lo udah mudahin jalan kita untuk dinner di resto bintang-bintang kayak gini" ucap Eros.


"Bukan aku yah. Kebetulan aja Daddy nelpon, terus minta kita kesini. Tapi mungkin udah jalannya sih" kata Athena.


"Diam-diam aja Lo ,Ga. Lagi sariawan?" pancing Darren.


Raga memandang Darren datar.


"Lagi males ngomong sama Lo" jawab Raga pait.


"Pahit bener itu mulut" Wildan menimpali.


"Raga dan mulut pahitnya adalah suatu kesatuan yang tidak terpisahkan" kata Kevin.


Semua orang tertawa mendengar perkataan Kevin. Kecuali Raga yang hanya tersenyum singkat.


Tiga orang pelayan datang sambil mendorong troli yang berisi makanan.


"Silahkan menikmati nona dan para tuan" ucap salah satu dari mereka.


Mereka makan seperti biasa, tidak peduli dimana, mereka akan tetap ribut. Athena memakan fried chicken nya juga sepiring nasi. Setelah itu ia lalu memakan French fries nya.


Ia berhenti sejenak saat French fries nya sudah habis.


"The kuat makan, tapi badannya gitu gitu aja " kata Kevin


"Hooh, gak ngembang kayak kita" ucap Wildan.


"Bagi rahasia dong The" pinta Kevin.


"Aku nggak ada rahasia" kata Athena.


"Kalau mau makan yah makan aja, gak perlu mikirin kalori, lemak dan kawan-kawannya. Setiap pagi bangun lebih awal, olahraga ringan habis itu mandi siap-siap ke sekolah"


"Gak ada rahasia apanya? Itu yang barusan Lo jelasin apa?" tanya Eros.


"Itu bukan rahasia, beberapa orang sudah tahu. Aku yakin kalian semua juga sudah tahu. Tapi I know, para lelaki remaja dan bangun pagi adalah dua hal yang saling bertolak belakang" sarkas Athena.


"The, jangan dekat-dekat Raga lagi, omongan Lo ikut pait" ucap Darren pelan.


Athena hanya mengangkat bahunya pelan. Ia kembali memakan dessert nya. Puding coklat biskuitnya sudah habis, hanya tersisa ice coklat dan juga air mineralnya.


Raga menggeser red Velvet nya ke depan Athena.


"Kenapa?" tanya Athena.


"Buat Lo aja" kata Raga.


"Kamu makan apa?" tanya Athena.


Raga menunjuk sup buah yang ada di depannya.


Athena mengangguk. Ia lalu memakan red Velvet yang Raga berikan. Saat sedang asyik-asyiknya makan, seseorang menepuk pundaknya dari belakang.


Athena menghentikan kegiatannya. Ia mendongak untuk melihat pelaku yang menepuk pundaknya. Teman-temannya juga ikut berhenti mengunyah.


Lelaki dewasa tersebut tersenyum, merentangkan tangannya, menunggu Athena memeluknya.


"Om Aleeeeex" Athena berdiri, memeluk Alex.


Alexander Chandrawinata, sahabat Daddy nya.


"Gimana kabarnya sayang?" tanya Alex sambil mengelus rambut Athena.


"Kabar The baik, om. Om gimana? Tante Adel? Apollo juga gimana?" tanya Athena.


Alex terkekeh. Athena memang selalu seperti itu. Pertanyaan nya sangat banyak.


"Om baik. Tante dan adikmu juga sehat." jawab Alex.


"Syukurlah." ucap Athena.


"Om, kenalin. Mereka teman-temannya The. Yang ini Raga, sampingnya Kevin. Yang disisi sana, yang dekat pagar ada Eros, Wildan terus Darren." Athena memperkenalkan teman-temannya.


"Salam kenal, om" sapa kelima lelaki itu serempak.


Alex terkekeh.


"Om tahu The disini dari mana?" tanya Athena.


"Daddy mu menelpon om. Padahal om baru saja tiba di rumah. Ia memberitahu jika The sedang ingin makan di restoran bintang-bintang." jawab Alex.


"Wahh, maaf om. Maaf ngerepotin om" ucap Athena tidak enak.


"Apaan sih sayangnya om? Kamu itu sudah om anggap anak sendiri, apapun yang The mau pasti om berusaha untuk mewujudkannya" Alex mengelus kepala Athena.


"Maaf, pak. Ini kursinya" tawar Raga agar Alex duduk di kursinya.


"Tidak perlu, anak muda. Om akan segera pergi. Om hanya ingin melihat wajah cantik ini" tolak Alex halus.


"Silahkan duduk kembali" suruh Alex.


Raga mengangguk. Ia kembali duduk.


"Maaf, pak. Tuan muda mencari bapak" seorang pria tinggi datang sambil menggandeng tangan anak lelaki.


"Hai Apollo" sapa Athena.


Apollo mendongak, melihat rupa yang menyapanya.


"Akak The?"


"Yes, I'm" kata Athena.


Athena berjongkok. Memeluk Apollo yang sudah tinggi.


"Sudah kelas berapa sayang?" tanya Athena.


"Kelas 2 SD, akak The" jawab Apollo.


"Wah, hebat adiknya akak The. Ikut ke kota A, mau?" tawar Athena.


Apollo melihat papanya.


Alex terkekeh.


"Nanti yah sayang. Tunggu adikmu libur dulu" jawab Alex.


"The, om dan adikmu harus pulang. Kasian Tante Adel kami tinggal" pamit Alex.


"Wah, maaf om. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya. Apollo, semangat belajarnya sayang. See you later" Athena mencium pipi Apollo, juga memeluknya sejenak.


Alex melakukan hal yang sama pada Athena.


"Om pamit, sayang. Para pria tampan, om pamit. Maaf mengganggu dinner nya" ucap Alex.


"Bukan masalah, om" kata Eros.


Setelah melihat Alex dan Apollo keluar dari pintu yang mereka lewati tadi, Athena kembali duduk.


"Yang tadi saudaranya Daddy Lo?" tanya Darren.


"Bukan. Om Alex itu sahabatnya Daddy jaman sekolah." jawab Athena.


"Akrab gitu?" tanya Wildan.


Athena mengangguk.


"Mommy dan daddy serta sahabatnya emang sedekat itu."


"Keren sih" kata Kevin.


"Pulang yuk, udah larut banget ini" ajak Eros. Udara terasa makin dingin, apalagi mereka tidak jauh dari pesisir.


Raga mengangkat tangannya, memanggil pelayan.


"Minta bill nya mbak" katanya.


Mbak tadi berjalan ke kasir. Ia terlihat bercakap dengan yang bertugas di kasir.


"Semuanya sudah lunas, tuan, nona." beritahu pelayan.


"Siapa yang bayar?" tanya Kevin kaget. Makanan disini tentu mahal, belum lagi pajaknya dan juga tempatnya yang ikut dibayar.


"Pak Alex, tuan, nona" jawab pelayan itu sopan.


"Pak Alex kerja disini?" tanya Athena.


Pelayan itu mengangguk.


"Beliau dipercayakan untuk menjadi CEO ATH CORP ,nona" jawab pelayan itu.


Athena mengangguk mengerti.


"Terima kasih, mbak" ucapnya sebelum meninggalkan tempat duduknya.


"Celananya aja chinos selutut, baju kaos kelihatan udah luntur, ehh tahunya dia CEO" dumel Darren.


Benar, tadi Alex datang hanya menggunakan celana rumahan selutut, baju kaos dan juga sendal jepit. Apollo juga masih memakai pakaian basketnya dan sendal jepit kecil seukuran kakinya.


"Orang kaya beneran memang seperti itu." kata Kevin.


"Kayak Lo yah, Vin?" tanya Wildan.


Kevin menggeleng.


"Kayak Raga. Diam-diam bae ternyata pewaris tunggal PDK Group" jawab Kevin.


Raga hanya diam saat namanya disebutkan.


Athena sibuk dengan ponselnya. Mengucapkan terima kasih kepada Alex lewat pesan.