
H-1 keberangkatan, murid kelas 11 diminta untuk berkumpul di aula sekolah. Masing-masing berbaris sesuai kelasnya. Athena berdiri tepat di belakang Fany.
"Katanya pemilik sekolah yang bakal datang" bisik Fany pada Athena.
"Emang iya?" tanya Athena.
Fany mengangguk pasti.
"Kalau gak salah namanya Renaldi Maheswari" kata Fany.
Athena hanya mengangguk. Ia tidak tahu perihal kedatangan pemilik sekolah yang tak lain adalah Daddy nya.
Suara bisik-bisik yang terdengar perlahan hilang saat kepala sekolah memasuki aula. Di belakangnya, Renal mengikutinya juga beberapa dewan sekolah.
"Wahhh, ternyata pak Renal masih semuda itu" Athena masih dapat mendengar ucapan lirih dari kelas lain.
"Gak keliatan kalau udah nikah, malah katanya anaknya sudah sekolah di SMP" ucap temannya yang lain.
Kepala sekolah membuka acara pelepasan murid, ia sekaligus menjadi moderator.
"Waktu dan tempat kami persilahkan kepada pemilik sekolah, bapak Renaldi Maheswari" kata kepala sekolah.
Renal menggantikan bapak kepala sekolah berdiri di podium.
"Selamat pagi ananda sekalian, semoga semuanya dalam keadaan sehat. Kelas 11 menjadi salah satu golden old selama masa putih abu-abu. Kami, pihak sekolah dan juga dewan guru sepakat untuk membuat kurikulum baru bagi pelajar kelas 11 untuk melakukan praktek diluar, atau bisa kita sebut praktek kerja lapangan. Tidak ada hubungan antara ilmu yang diberikan oleh guru dengan kegiatan ini. Kegiatan ini semata-mata kami adakan dengan harapan ananda sekalian bisa survive pada bidang yang telah di pilih. Survive tentu saja mempunyai dampak positif yang sangat bagus, karakter akan terbentuk dengan sendirinya, kekuatan mental juga akan teruji dan tentu saja pengalaman yang tentu saja ada pelajaran di dalamnya. Besar harapan kami untuk bisa menjaga diri, saling menjaga satu sama lain dan selalu kompak jika kalian berkelompok. Be a smart people, jadilah berguna untuk diri sendiri dan juga orang lain. Dengan memukulkan palu ini, saya Renaldi Maheswari selaku pemilik sekolah melepaskan kalian untuk belajar dan mengabdi"
Tok tok tok.
Renal memukulkan palu yang tersedia di depannya sebanyak 3 kali. Ia lalu kembali ke barisan.
Barisan dibubarkan. Kelas Athena memilih untuk makan di kantin secara bersama-sama sebelum pulang. Mereka akan berpisah cukup lama.
"The, kamu jadi ambil pertanian?" tanya ketua kelasnya.
"Jadi dong" jawabnya kemudian tersenyum diakhir kalimat.
"Katanya kalau ngambil jurusan pertanian, bakal ditempatkan di desa gitu" ucap Dwi, salah satu teman kelasnya.
"Makanya. Kita sudah terlalu lama menghirup udara kota, udah belasan tahun malah. Ini kesempatan untuk menghirup udara pedesaan yang pastinya masih segar dan menyehatkan" kata Athena panjang' lebar.
"Coba aja kita kompak pilih pertanian, terus perginya ramean, pasti seru" ucap Fany.
"Heh, yang duluan milih perkantoran siapa." tegur Athena yang mendapat anggukan dari yang lain.
"Tapi itu pasti gak sesimpel itu, The. Lo bahkan belum tahu keadaan disana gimana. Kok nekat?" tanya Irvandi.
Fany memeluk temannya.
"The, nanti pasti bakalan rindu."
Athena terkekeh, yang lainnya juga. Fany memang semanis itu.
Ting
Sebuah pesan masuk ke ponsel Athena.
...ANAK DESA...
Eros Widjayanto Sampai jumpa di bandara pukul 3 sore.
Athena melihat jam yang melingkar ditangannya. Sudah jam 11 siang. Ia harus bergegas pulang.
Athena menelpon Min. Nomornya tidak aktif. Athena lalu menepuk jidatnya, Min sudah berangkat pagi tadi. Tadi ia datang menaiki bus.
"Kenapa The?" tanya Dwi. Semua pandangan kini mengarah pada Athena.
"Aku harus pulang sekarang. Penerbanganku jam 3 sore." jawab Athena.
"Mau aku antar?" tawar Fany.
Athena menggeleng. Ia masih belum siap jika teman-temannya tahu rumahnya.
"Terima kasih" tolaknya sopan.
Athena berdiri dari duduknya.
"Semuanya, aku pamit yah. Sampai jumpa 3 bulan lagi. Jaga kesehatan" kata Athena.
Teman-temannya tersenyum sambil melambaikan tangannya. Athena meskipun pendiam, tapi anak itu selalu baik terhadap sesama.
"Halo dad. Where are you?" Athena menerima telpon dari Daddy nya.
"Daddy sedang di pintu samping sekolah. Daddy tunggu disini. Daddy tahu kamu lagi buru-buru"
"Thanks, dad" ucap Athena sebelum mematikan panggilan dari Daddy nya.
Athena berjalan ke pintu samping sekolah. Disana sudah ada mobil Daddy nya yang menunggu. Untung saja Daddy nya memakai mobil mommy nya hari ini, jadi ia tak perlu khawatir ketahuan jika ia adalah anak dari Renal.