
Pagi sekali Bu desa sudah mengetuk pintu rumah. Athena yang kebetulan sudah selesai bersiap-siap, segera membukakan pintu.
"Masuk, Bu" kata Athena.
"Ehh, nggak usah. Ibu cuman mau nganterin ini" Bu desa menyerahkan sebuah kotak makan yang ukurannya cukup besar kepada Athena.
"Ehh, ini apa Bu? Ibu sampai repot-repot sepagi ini." tanya Athena.
"Ini hanya kentang rebus. Kalian sarapannya pake ini aja. Ibu tahu kamu gak sempat masak" jawab Bu desa.
"Wah, terima kasih, Bu" ucap Athena.
"Sama-sama. Yaudah, ibu pamit pulang yah dik. Kalian hati-hati. Kuncinya dititipin ke bapak aja" Bu desa pamit pulang.
Athena kembali masuk ke rumah tanpa menutup kembali pintu rumah kenangan.
"Siapa The?" tanya Raga yang mengangkat barang-barangnya keluar dari kamar.
"Bu desa, bawa ini. Kalian mau sarapan nggak?"
"Belum lapar, The. Nanti di jalan aja kita makannya" jawab Wildan.
Athena mengangguk.
"Gak ada yang ketinggalan kan? Barang-barangnya udah di cek semua? Ponsel, laptop, kamera?" tanya Eros.
"Aman" jawab Athena, Raga, Wildan, Darren dan Kevin serentak.
Pagi sekali mereka terbangun. Tentu saja untuk membersihkan rumah ini sebelum ditinggalkan. Barulah setelah membersihkan, mereka antri untuk mandi dan bersiap-siap.
"Karena semuanya udah bersih, dan waktunya juga akan segera tiba, mari kita semua berdoa untuk keselamatan kita semua hingga tiba di kediaman masing-masing."
Mereka semua menundukkan kepalanya, memohon keselamatan dari segala marabahaya.
"Selesai" ucap Eros.
Kevin, Raga, Wildan dan Darren mengangkat tas yang mereka bawa, tak lupa juga milik Athena dan Eros.
Athena dan Eros sedang menemui pak kades di depan.
"Ini pak kunci rumahnya" Eros memberikan kunci rumah kenangan kepada pak kades.
"Terima kasih pak, sudah mengizinkan kami menempati rumah ini" ucap Athena.
Pak kades terkekeh.
"Rumahnya juga nggak kepake." katanya.
Sebuah mobil off-road jenis i Zu su d max terparkir depan rumah.
"Mobilnya udah datang" kata pak kades.
"Iya, pak. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih"
Pak kades melihat mobil itu pergi hingga tidak terlihat lagi.
Sampai di kota daerah, mereka kembali berganti mobil. Bukan lagi bus pemerintah yang sangat panjang, tapi bus yang ukurannya sedang dengan segala fasilitasnya termasuk AC dan WiFi.
"Ini kentang dari Bu desa dimakan" tawar Athena.
Mereka lalu berkumpul dekat kursi Athena, meskipun mereka harus berjongkok.
"Gak bosan aku makan ginian" kata Wildan.
"Sampai rumah gue minta Bunda buatin deh" Eros mengunyah tapi tetap bicara.
"Jangan lupa panggil aku yah nyicipin" ucap Athena.
"Aman dahh" kata Eros.
"Yeay, habis ini otw rumah Eros" seru Wildan.
"Gue tunggu Lo pada" kata Eros.
"Siiplah, yang penting gratis" Darren dengan senang hati tentu saja menyetujuinya.
"Nanti aku bawa cake deh" janji Athena.
"Wah, mantap ini" kata Kevin.
"Gue senang Athena masih mau menjaga komunikasi ini bukan karena persiapan presentasi kita, tapi pure karena ingin menjaga pertemanan kita. Jangan ada yang putus komunikasi yah, terutama Lo The. Mereka berempat gak usah disebutin." Eros berbicara panjang.
"Makasih yah" ucap Athena.
Eros mengelus rambut Athena kemudian terkekeh.
"Ingat yang di kota A" kata Raga.
"Astaga, Raga. Kita ini semua temenan, gak ada maksud lain. Kalau yang di kota A mah selalu di hati"
"Buehh, mulai bucin" Wildan bertingkah seolah-olah ia akan muntah mendengar ucapan Eros.
"Wah, siapa nih?" tanya Athena.
"Teman kelas Lo" jawab Darren yang mulutnya paling lemes.
"Serius? Siapaaa?" tanya Athena penasaran.
"Tapi aku penasaran, Vin"
"Kasih tahu nggak yah?" goda Eros.
Athena hanya mencebikkan bibirnya yang terlihat lucu.
"Kayak anak kecil aja" Raga mengacak rambut Athena.
"Fany" kata Eros.
"Fany Febiola?" tanya Athena memastikan.
Eros memastikan.
"Wahh, gila nih si Fany. Pantas aja ia tahu banyak tentang kalian"
"Heh, tuh bocah udah main sama kita sejak SMP" beritahu Wildan.
"Fany juga bilangnya gitu, kalian sekelas waktu SMP, tapi dia gak ada bilang pacaran sama Eros" jelas Athena.
"Mereka pacarannya gitu, backstreet. Gak banyak yang tahu sih" kata Darren.
"Beneran kamu pacaran sama Fany? Tetangga bangku aku?" Tanya Athena memastikan.
Eros mengangguk.
"Fany dan Eros, bisalah. Fany anaknya manis gitu, Eros juga lempeng aja" ucap Athena pelan.
Mereka sampai di bandara pukul 2 siang.
"Cari makan dulu. Penerbangannya masih lama" kata Raga.
Mereka semua mengangguk. Mereka menitipkan barang-barang mereka di tempat penitipan bandara.
"Panas gila" keluh Kevin saat mereka berjalan ke cafe depan bandara.
"Hooh, coba masih di desa. Jam segini lagi enak-enak nya tiduran" kata Wilda yang sambil mengipasi wajahnya menggunakan telapak tangannya.
"Meski beradaptasi lagi nih. Langsung ketemu cuaca panas" Kata Eros.
Athena mengangguk. Untung saja saat memasuki cafe, dinginnya AC perlahan menghilangkan kegerahan mereka.
"Gue pesan mie goreng, minumnya air mineral sama soda." kata Wildan.
"Minumnya sama, tapi ganti pake nasi goreng" pesan Wildan.
"Gue kayak Wildan deh." kata Kevin.
"Nasi goreng, air mineral" tentu saja Raga si dingin yang berbicara.
"Aku mau coto sama ketupat 1, air mineral juga jus alpukat"
Eros menulis semua pesanan teman-temannya juga pesanannya sendiri.
"Take off jam berapa?" tanya Raga.
Eros melihat ponselnya.
"Jam 16.00 waktu waktu setempat" jawab Eros.
"Berarti tiba di kota A udah malem dong" kata Kevin.
"Perbedaan waktu di sini dan di sana 1 jam. Kota A lebih lambat. Kita sampai pukul 18:45 waktu kota A" jelas Eros.
Mereka semua mengangguk. Mereka bahkan tak percaya perginya ternyata sejauh itu. Sampai waktunya pun berubah.
"Kita perginya udah terlalu jauh" kata Kevin.
"Terlalu lama juga. Lo bahkan udah ada yang gantiin" ucap Wildan pedas.
Kevin hanya memutar bola matanya mendengar ucapan pedas Wildan. Sementara yang lainnya terkekeh.
"Masih banyak yang lain dan tentunya lebih baik" kata Kevin.
"Bueh, ada juga nih hikmah Lo milih bidang pertanian. Pulang-pulang jadi lebih bijak, gak absurd lagi" Darren bertepuk tangan setelah mengatakannya.
"Syiaaalan" umpat Kevin mendengar ceramah singkat Darren.
"Jangan galau gitulah" Eros menepuk pundak Kevin.
"Gue tuh nggak galau yah." bantah Kevin.
Athena terkekeh melihat teman-temannya menggoda Kevin.
"The, comblangin Kevin ama teman kelas Lo gih!" suruh Wildan.
Athena nyengir.
"Aku gak tahu kalau yang gituan" katanya polos.
"Yang Lo tahu apa The?" tanya Kevin.
"Yah masak, bikin kue, bersih-bersih" jawab Athena seadanya.
Mereka semua menepuk jidatnya setelah mendengar jawaban Athena.