
"Kakak nggak belajar?" tanya Nevan saat melihat kakaknya hanya nonton kartun.
Renal dan Alda yang mendengar pertanyaan Nevan pun melihat Athena, menunggu jawaban dari sang putri.
"Nggak, Nevan." jawab Athena.
"Kok nggak belajar?" tanya Nevan lagi.
"Kakak udah kok belajarnya" jawab Athena.
"Nevan gak ada lihat kakak pegang buku"
"Kakak belajarnya di sekolah, Nevan." kata Athena.
Athena lalu mengingat sesuatu.
"Dad, kok perolehan nilai disembunyikan?" tanya Athena.
"Biar pada penasaran. Terus makin semangat belajarnya karena tidak berpuas diri, nilai aja gak diketahui, gimana caranya berpuas diri? "
Athena mengangguk.
"Tapi gimana kalau orang tua murid mempertanyakan nilai mereka?"
"Orang tua murid sudah mengetahui setiap perolehan nilai anak-anaknya. Mommy dan daddy juga tahu nilai The, tapi dirahasiakan" jawab Renal.
"Curang nih" ucap Athena.
"Gimana nanti kalau The gak bisa dapat beasiswa masuk universitas?" tanya Athena lagi.
"Yang minta The agar dapat beasiswa siapa?" tanya Alda.
Athena nyengir.
"Gak ada sih. Tapi kan masuk universitas biayanya mahal" jawab Athena.
"The mau ambil jurusan apa nanti? Mau mommy daftarin academy nggak?" tanya Alda.
"Mau ambil bisnis dan manajemen, sekalian hukum sih" jawab Athena.
"Tapi The harus dapat beasiswa di salah satu jurusannya, supaya gak keluar banyak uang" lanjut Athena.
"The, Daddy gak masalah keluar banyak uang, sebanyak apapun itu. Selagi The dan Nevan menggunakan uang itu untuk hal yang positif, Daddy gak masalah" kata Renal.
"Iya, Daddy."
"Atau The gak belajar sekarang tapi ntar begadang yah?" tanya Alda curiga.
"Nggak, mom. Serius" jawab The cepat.
"Kakak kecapean begadang kali mom, makanya kemarin sakit" duga Nevan.
"Nggak, Nevan. Serius deh" ucap Athena sambil menaikkan tangannya membentuk huruf V.
"The, belajarnya gak perlu dipaksakan, nak. Mommy, Daddy gak ada nuntut The buat jadi ini itu. Selagi The sehat, bahagia, itu sangat cukup bagi mommy" Alda mengelus rambut anaknya.
"Tapi The gak ada begadang belajar, mom. Hari Minggu kemarin The benar-benar kecapean aja, badan The pegal semua, ehh malah ketiduran di ruang pribadi, kedinginan pula" cerita The jujur.
"Tapi mom, teman-teman The pada memaksa dirinya belajar. Fany juga kelihatan makin kurus, belajar terus dianya." lanjut Athena.
"The jangan sampai kurus yah. Ntar gak ada lagi pipi kayak bakpau" goda Alda.
"Mommy" Rajuk Athena sambil mengerucutkan bibirnya.
Alda merangkul anaknya. Menyandarkan bahu anaknya di pundaknya.
"Dad, kalau Nevan gak jadi juara umum di sekolah nanti, Daddy mommy marah nggak?" tanya Nevan.
"Tergantung." jawab Renal cepat.
"kok tergantung? Tadi aja akak gak dimarahin?"
"Kalau Nevan sengaja yah Daddy marah. Apaan orang selalu dapat peringkat umum kok tiba-tiba anjlok. Sengaja pasti" kata Renal.
Alda dan Athena terkekeh membaca tabiat Nevan.
"The sebenarnya udah dapat 1 tiket masuk ke universitas, berarti satu jurusan aman." lanjut Renal.
"Kok bisa dad?" tanya Nevan yang lebih penasaran.
"Karena kakak kemarin dapat sertifikat sebagai tim terbaik saat praktek" jawab Renal.
"Emang itu berpengaruh dad?" tanya Athena.
"Of course."
"Kata teman-teman The, peraih nilai TO tertinggi juga bakal dapat golden ticket masuk universitas?" tanya Athena memastikan.
Renal mengangguk.
"Benar. Makanya banyak siswa yang menggunakan TO ini sebagai peluang. Tapi masih ada peluang lainnya. Peraih nilai terbaik UN di masing-masing jurusan juga dapat golden ticket, dan yang paling sering kalian lupakan adalah peraih rangking umum 1-3 juga dapat golden ticket." jelas Renal.
"The gak tahu, dad. Seriusan deh" ucap Athena.
"Makanya Daddy kasih tahu, nak" kata Alda.
"Hooh, kakak nih" Nevan juga ikut nimbrung.
✨✨✨
The sudah terlihat begitu manis dan segar mengenakan seragam sekolahnya. Rok kotak-kotak selutut, kemeja putih yang dilapisi rumpi berwarna merah.
"Anak mommy cantik sekalii" ucap Alda.
"As always, mom" bangga Athena.
Renal dan Nevan terkekeh mendengar ucapan kakaknya.
"Kak, ke sekolahnya naik mobil dulu yah. Baru sehat soalnya" kata Renal.
Alda mengangguk.
"Nevan berangkatnya sama kakak deh" pinta Nevan.
"Oke dehh" ucap Athena.
Setelah sarapan, Athena dan Nevan pamit kepada Alda dan Renal. Min lalu mengantar Nevan terlebih dahulu.
"Bye kak" Nevan mencium pipi kakaknya sebelum turun dari mobil.
"See you" Athena melambaikan tangannya.
Min kembali mengendarai mobil menuju SMA Maheswari.
"Terima kasih, Min" ucap Athena sebelum membuka pintu mobilnya.
"Dengan senang hati, nona" kata Min sopan.
Bukan hal yang baru saat melihat murid-murid Maheswari diantar menggunakan mobil oleh supir rumah mereka. Hal itu menjadi pemandangan sehari-hari.
Athena berjalan menuju kelasnya, sesekali membalas sapaan dari teman angkatannya.
"Wuaaah, The kembali" teriak Audy heboh.
Semua mata memandang ke arah pintu, melihat si pembawa positif vibes di kelas mereka.
"Theeee" Fany memeluk Athena.
"Lama banget perginya" katanya.
"Kan lagi healing" ucap The.
"The, kemarin itu di zoo mana?" tanya Irvandi.
"Zoo Athena" jawab Athena ngawur.
"Ngawur banget ngomong nya" celetuk Dwi.
Athena nyengir.
"Udah siap TO?" tanya Audy.
Athena mengangguk.
"Of course" jawabnya.
TO akan berlangsung selama 3 hari. Masing-masing ada dua jenis soal tiap harinya. Seperti biasa, Athena tidak pernah menyentuh buku saat di rumah. Alda dan Renal tidak masalah dengan itu, toh setiap anak memiliki caranya masing-masing untuk belajar. Pembawaan Athena begitu santai saat TO berlangsung, tidak gelisah juga tidak ketar-ketir.
Hingga hari Sabtu tiba, mereka semua kumpul di cafe O. Ada Raga juga.
"Gak sabar nunggu hasil TO" kata Kevin.
"Gik sibir ninggi hisil TI. Kayak Lo belajar aja" sembur Wildan.
"Gue belajar yah" Kevin tak mau kalah.
"Belajar kalau lagi mood" sambung Darren.
"Lengkap gini kan bagus. Apaan bulan kemarin gak pernah lengkap. " kata Eros.
"Kalau gak Raga yang gak datang, yah Athena. Atau kalian lagi perang dingin?" tebak Wildan.
"Nggak, Wil" jawab Athena cepat.
Raga hanya mendengus.
"Pesan kuy." kata Kevin.
Athena menyebutkan pesanan dirinya dan teman-temannya. Ia sudah hapal betul dengan kesukaan mereka berlima.
"Hapal banget The" celetuk Darren.
"Ya iyalah dihapal, orang ketemunya tiap pekan yah The" kata Eros.
Athena mengangguk.
"****" umpat Kevin saat melihat alarm ponselnya.
"Kenapa Vin?" tanya Wildan.
Kevin menggeleng. Kenapa juga ia sampai lupa jika besok adalah ulang tahun Raga. Seharusnya ia kini sedang menyiapkan kado untuk sahabatnya. Habis dari sini ia harus bergegas ke toko jam langganan mereka, berharap ada seri baru yang keluar.