
Pulang dari AN resto, Athena ke pemakaman Papi nya. Ia menceritakan tentang hari-harinya selama sepekan terakhir.
"Papii, baik di sana yah sama yang lain, The juga di sini akan baik-baik saja bersama mommy, Daddy, Nevan, opa, Oma, papa dan mama." ucap Athena sambil mengelus nisan yang tertulis Rafa Mahendra.
Setelah puas menceritakan segalanya, Athena meninggalkan kompleks pemakaman.
"Ehh, juara kita udah pulang." Sambut Alda.
"Apa sih mom?" Athena bergelayut manja di lengan Alda.
"Kakak yang terbaik" ucap Nevan.
"Nevan juga yang terbaik" balas Athena.
"Daddy belum pulang?" tanya Athena. Ini sudah begitu sore, dan Daddy nya belum terlihat.
"Daddy ada urusan dulu sayang" jawab Alda.
"Mom, maafin The yah, tadi udah repotin mommy tiba-tiba. " ucap Athena. Ia melihat ke arah mommy nya.
Alda tersenyum, ia mencium sekilas kening anaknya.
"Mommy suka kok. The gak pernah minta apa-apa soalnya. Apalagi tadi ngajak temannya makan, itu hal yang baik sayang." kata Alda.
"Terima kasih, mommy" Athena memeluk Alda.
Nevan juga ikut memeluk mommy nya.
"Anak-anak mommy yang terbaik" ucap Alda.
Puas nemplok dengan sang mommy, Athena beranjak ke kamarnya untuk bersih-bersih.
Athena duduk di balkon kamarnya yang langsung mengarah ke kandang Zoya dan Wiyu. Nampak dua harimau itu sedang asyik bermain. Setelah UN ia akan ke RelFath untuk menagih janji Jake dan Brandon, yang akan memberikannya seekor anakan singa.
Hari telah berganti malam, saatnya makan malam. Athena yang menuruni tangga jadi menganga melihat dua tumpeng di atas meja makan. Sudah ada si kembar, mama, papa, Oma, opa, Nevan, Alda dan juga Renal.
"Lagi syukuran yah?" tanya Athena sebelum menduduki kursinya.
"Iya, Daddy nya The lagi syukuran, soalnya dua anaknya jadi juara semua" kata Mika.
"Papa apa-apaan sih?" gerutu Athena.
"Congratulation my Role mode" ucap si kembar.
"Thanks, twins. Selamat juga udah jadi peraih tim terbaik praktek lapangan" ucap Athena.
Yah, si kembar benar-benar mengikuti jejak Athena. Bedanya, mereka memilih bidang pendidikan dan di tempatkan di daerah yang sangat terpencil.
"Tumpengnya udah bisa dimakan belum nih?" tanya Lathief yang sedari tadi diam melihat interaksi cucunya.
"Silahkan, tuan" ucap keempatnya yang berhasil membuat tawa di meja makan.
Dari meja makan mereka berpindah ke ruang keluarga.
"Papa nggak nyangka, mereka tumbuh dengan sangat baik" ucap Lathief.
"Athena, Nevan, Arvin dan Arion punya cara masing-masing untuk menguatkan akarnya. Meskipun tidak jauh-jauh dari bidang yang kakaknya gemari. Athena berdiri sebagai pemimpin mereka." lanjut Lathief.
"Mereka layak pa untuk berdiri sebagai seorang pemenang, karena Opanya sudah berjuang untuk mereka" kata Mika.
"Terima kasih, pa. Sudah membantu kami mendidik anak-anak" ucap Renal.
Pertumbuhan anak-anak mereka tentu tak lepas dari pengawasan Lathief.
"Setelah ujian Athena akan papa bawa ke RelFath selama 15 hari" kata Lathief.
Renal mengangguk.
"The udah bilang pa, katanya kak Jake dan kak Brandon janjiin anakan singa" Renal tentu saja mengizinkan.
"Alda juga ikut deh pa" pinta Alda.
"Mika juga pa, Ivana juga" ikut Mika.
Lathief menggeleng.
"Hanya Athena " katanya tegas.
Aina terkekeh melihat ekspresi kesal kedua anaknya. Renal dan Ivana juga terkekeh.
"Kayak anak kecil aja kalian" ucap Aina.
"Papa nih ma, The aja yang diajak." adu Alda.
"Sudah-sudah, iri betul sama anaknya sendiri" omel Aina.
"Canda, ma" ucap Alda dan Mika bersamaan.
"Kandang untuk anakan singanya sudah siap Ren?" tanya Lathief.
"Sementara, pa" jawab Renal.
"Ivana udah baikan?" tanya Aina.
"Kalian juga jaga kesehatan. Sekarang musim pancaroba" kata Aina.
"Iya, ma" jawab keempatnya.
✨✨✨
"Asyiqueee, queen kita udah datang" seru Wildan.
"Queen Athena" sambung Darren.
"Gak cocok kalau Queen. Mending Dewi Athena, Dewi perang dan kebijaksanaan" kata Kevin.
"Atau jangan-jangan Lo beneran titisan dewi yah The?" tanya Eros dengan ekspresi nya yang dibuat sepenasaran mungkin.
"Apaan sih kalian?" pasrah Athena. Ia menyesap jus alpukat di depannya. Entah siapa yang memesannya.
"Congratulation, The. You did it" ucap Raga.
"Thank you all" Athena lanjut meminum jusnya.
"The, kita gak ditraktir makan nih?" tanya Wildan.
"Mau makan di mana?" tanya Athena.
"Jangan di traktir The. Masakin aja deh" usul Kevin.
Athena mengangguk.
"Boleh deh. Mau kapan?" tanya Athena.
"Sekarang yuk, masih siang ini" usul Eros.
"Di apartemen gue aja" kata Raga.
Athena mengangguk setuju. Ia mengirim pesan kepada mommy nya, memberitahu kalau ia akan mampir ke apartemen Raga dulu. Ia tak lupa untuk mengirim pesan kepada Min.
"The, Lo sama Raga yah. Gue berempat sama mereka" kat Kevin.
"Iya."
"Ga, pake uang Lo dulu buat bahan-bahannya, nanti gue ganti" kata Wildan.
"Ehh, nggak usah. Kan aku yang traktir" tolak Athena.
"Eh, aku hanya bercanda The" ucap Wildan tak enak.
"Iya, Wildan. I know, tapi nggak apa-apa, pake uang aku aja." kata Athena.
"Kalian langsung ke apartemen aja. Gue dan Athena mampir belanja dulu"
Keempat orang itu mengangguk lalu naik ke mobil Kevin.
"Habis ujian praktek katanya mau ke puncak sama teman kelasnya?" tanya Raga.
"Iya, soalnya bentar lagi pisah" jawab Athena.
"Jangan mesra-mesraan sama cowok lain The" peringat Raga.
"Iya, Raga" kata Athena cepat.
Percakapan mereka terhenti saat Raga memarkirkan mobilnya di area parkir apartemen. Raga membawa belanjaan Athena. Jika kalian pikir Athena yang membayar, maka kalian salah besar. Raga masih sama keras kepalanya seperti beberapa saat yang lalu, harga diri adalah segalanya.
Athena lalu menyibukkan dirinya di dapur. Ia hanya membuat sup kentang yang dicampur banyak bihun juga ayam goreng dan sambel. Sementara para laki-laki sedang berada di depan TV. Entah apa yang mereka lakukan.
"Kalian gak bosan makan ginian?" tanya Athena saat mereka semua duduk di meja makan.
Ke lima lelaki itu menggeleng bersamaan.
"Padahal gak ada yang spesial" ucap Athena.
"Lo salah The. Rasanya khas gitu sih" kata Wildan.
"Seandainya ada yang beku, gue pasti stok banyak, biar bisa disantap tiap saat. Tapi sayang, nggak ada" lanjut Kevin.
"The, kalau udah kuliah, terus sam kita yah" pinta Darren.
Athena terkekeh mendengar permintaan Darren.
"Aku mau cari teman baru" kata Athena.
"Janganlah The" ucap Darren.
"Emang kenapa, Ren?" tanya Eros.
"Nanti The gak masakin kita lagi kalau lagi ngidam masakan dia"
"Kayak ibu-ibu hamil aja yang ngidam" sarkas Athena.
Raga makan dengan tenang, ia sudah menambah 2 kali. Kevin tak mau kalah, Eros pun juga. Wildan dan Darren tidak perlu dipertanyakan, mereka berdua yang paling lahap meskipun banyak bicaranya.