
Malam hari semua orang berkumpul di belakang resort. Angin malam melambai-lambai, memberikan kesejukan. Para pelayan resort sedang membakar daging, sosis dan juga yang lainnya. Yah, mereka sedang barbeque.
Para lelaki dewasa membentuk kelompok tersendiri, sebab di depan mereka terdapat botol-botol wine.
Sedangkan di kelompok para wanita dewasa hanya ada air mineral dan juga jus.
Lain lain di kelompok para remaja, tidak beda jauh dengan kelompok ibu dewasa, bedanya adalah ada minuman kaleng disana.
"The kemana?" tanya Eros.
"Lagi siap-siap kalii" tebak Wildan.
Tak lama, seorang perempuan yang mengenakan rok lilit berwarna mint sebetis yang dipadukan dengan kaos putih polos, dimana kaki baju itu ia sembunyikan di dalam rok.
"Maaf, nunggu lama. The tadi hanya bawa setelan baju piyama. Jadi The pesan dulu, dan baru tiba beberapa saat lalu" ucap The tak enak pada perempuan dewasa disana, ia membungkuk sejenak setelah meminta maaf, kemudian menegakkan kembali tubuhnya.
"Nggak apa-apa, sayang. Sini duduk dekat Tante." Vania baru akan menarik tangan Athena agar duduk di sampingnya. Tapi tangan lain lebih dulu menariknya.
"Nggak yah, ma. The ini teman kelompoknya Raga. Ayo The duduk sama anak-anak" Raga menarik tangan Athena agar Athena ikut berjalan.
"Raga, nanti Tante nya sedih" ucap Athena sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Raga.
Raga baru melepaskan tangannya dari tangan Athena saat Athena sudah ia berhasil dudukkan di gasebo.
"Sedih apanya? Lihat sana, mereka malah ber- haha hihi" tunjuk Raga pada mamanya.
Athena nyengir.
"Minum jus apa cola?" tanya Wildan.
"Jus alpukat, tapi mau ice coklat juga" jawab Athena.
Wildan lalu meminta pada pelayan untuk membuatkan Athena ice coklat.
"Calon menantu Baskara telah tiba" Deni Handika mulai bergosip.
"Hooh, anaknya sopan gitu" Edhy ikut berkomentar. Dia adalah papa Wildan.
"Tatapannya Raga aduhai, dalam gitu" Evan O'Leary ikut berkomentar.
Baskara hanya mengangguk. Ia tentu tak masalah dengan pilihan anaknya. Siapa pun itu. Asalkan anaknya bahagia.
"Kira-kira dia dari keluarga mana?" tanya Eris Widjayanto, ayah Eros.
Baskara menaikkan kedua bahunya.
"Gak penting. Selagi Raga bahagia bersama dia, yah darimana pun dia tentu bukan masalah buat aku" kata Baskara.
Kembali ke meja para remaja, Wildan sedang rebutan bakso bakar yang ada di depan Darren. Padahal baksonya masih banyak di depan Kevin.
Athena dengan lahap memakan bakso bakar yang ia cocol dengan sambel, mayonaise dan juga bawang goreng. Sesekali ia akan menyeruput jus alpukat atau ice coklatnya.
"Besok pada mau kemana?" tanya Kevin
"Aku pengen tidur seharian kayaknya." jawab Athena cepat.
"Lo sakit?" tanya Wildan.
Athena menggeleng.
"Sudah lama gak tidur di kasur empuk. Mumpung kasurnya enak, yah udah tiduran aja" jawab Athena.
Semuanya mengangguk.
"Kalau gue pengen nge-gym" kata Darren
"Gue pengen berenang" jawab Kevin
"gue pengen di pijit" kata Wildan.
"Jadi mencar yah?" tanya Eros.
"Yoilah. Me time gitu hahaii" jawab Wildan semangat.
Ponsel Athena berbunyi. Daddy. Id telpon yang tertera.
Untung saja foto Daddy nya hanya siluet. Ia lalu mengambil ponselnya kemudian menepi.
"Hello dad" sapa Athena.
"I'm okay. How about Mom and Nevan?"
"Really?"
"Baiklah, see you dad" Athena melihat layar ponselnya. Ia lalu menekan tombol merah. Daddy nya tidak akan mematikan panggilan terlebih dahulu.
Athena kembali berkumpul dengan teman-temannya.
"Wahh, anak Daddy ternyata" goda Wildan.
Athena terkekeh kecil. Wildan selalu seperti ini.
"Chat di grup yah kalau keluar. Laporin tiap pindah posisi, biar nggak bingung nyari nya." petuah Eros.
"Baik bapak ketua" serempak semuanya.
"Lo nggak suka udang?" tanya Raga.
Athena menggeleng.
"Gak suka baunya" jawabnya.
"Maaf yah" ucap Athena.
"Ga, yok foto-foto" saran Kevin.
Raga mengangguk. Ia ke kamar mengambil kameranya, juga drone nya. Seharusnya ia mengabadikan ini sejak tadi. Tapi karena kesenangan ketemu keluarganya, ia jadi lupa.
Raga mengotak atik dronenya terlebih dahulu, drone itu akan terbang sendiri. Kemudian memasang tripod untuk menyangga kameranya.
Berbagai pose telah mereka abadikan.
Hingga suara orang berlarian menghentikan mereka. Ia melihat sekitarnya.
"Mama juga mau dong" ucap Vania pelan.
Raga mengangguk.
"Om juga" Kata Eros.
Mereka lalu mengambil posisi masing-masing.
"The yang fotoin aja" ucap Athena.
Raga menarik tangan Athena yang hendak pergi mengambil kamera.
"Gak usah kemana-mana. Tuh kamera udah gue setel" kata Raga dingin.
Athena mengangguk.
"Gaya manis dulu yahh" aba-aba Diandra.
"Konyol lagi dong"
Mereka berfoto hingga kamera benar-benar berhenti mengeluarkan cahayanya. Raga lalu menekan sebuah tombol agar drone nya segera turun.
"Van, jangan lupa kirim ke aku" kata Wenda.
"Aman itu mah. Aku masukkan ke grup, kalian ambilnya disana" ucap Vania.
"Udah-udah bubar. Kembali ke kelompok masing-masing" usir Wildan.
"Tega banget" ucap Edhy.
"Ayo sayang, sama Tante" Vania melingkarkan tangannya di lengan Athena.
Athena hanya pasrah mengikuti kemana langkah Vania.
"Yaa ampun, posesif banget" ucap Darren pelan.
"Tante, teman aku itu" teriak Darren.
Vania menatap Darren tajam. Seolah berkata 'diam' .
"Resiko punya mulut toa" Wildan menepuk pelan pundak Darren.
"Mulutmu harimaumu" Kevin juga ikut menepuk kepala Darren.
"Gak usah ngejek Lo pada" murka Darren.
Di kelilingi oleh ibu-ibu yang baru dilihatnya tentu saja membuat Athena sedikit canggung.
"Athena katanya suka masak yah?" tanya Wenda.
"Cukup suka, Tante" jawab Athena.
"Mamanya pasti beruntung banget yah. Jaman sekarang nemu yang bisa nyalain kompor aja susah" kata Lana.
"Biasa aja Tante, heheh" respon Athena malu-malu.
"Gak usah malu sayang kalau sama kita-kita" Vania mengelus rambut Athena.
"Terima kasih Tante" ucap Athena sopan.
"Athena kalungnya cantik banget, unik gitu" kata Lana takjub saat tak sengaja melihat kalung Athena yang keluar dari bajunya.
"Ehh" Athena memegang kalungnya, ia melihatnya sejenak. Kalung yang diberikan Weni semasa ia masih hidup. Athena memakainya sejak umur 4 tahun, dan tak terlepas hingga sekarang.
Kalung yang dipahat membentuk bunga mawar kecil, terdapat berlian berwarna merah ditengahnya.
"Ehh iya. Aku baru perhatiin. Belinya dimana sayang? Tante kok pengen" Vania bertanya.
Athena menggeleng.
"Gak tahu, Tante. oma yang ngasih, terus mommy yang pakein" jawab Athena.
"Mommy nya The pasti cantik banget, anaknya aja cantik gini" Ucap Windi.
Athena hanya tersenyum. Mommy nya memang cantik.
"Besok mau nggak ikut nyalon?" tanya Vania.
"Iya, The. Terus belanja gitu" Lana menjadi semangat.
Athena meringis.
"Maaf, tante-tante semua. Besok Daddy The minta ketemu" jawab Athena.
Yah, tadi Renal menelpon katanya ia sedang berada di Thaenk City bersama Mika. Kebetulan mereka berdua sedang ada urusan dengan Abraham.