Athena

Athena
Badmood



"Dad, mom, besok The boleh nggak jalan sama Raga?" tanya Athena disela-sela acara makan kentang goreng.


"Mau kemana?" tanya Alda.


"Kalau maunya The yah ke pinggir danau gitu, piknik ala-ala" jawab Athena.


"Kalau maunya Raga apa?" tanya Renal.


"Gak bilang apa-apa. Bilangnya cuman akhir pekan nanti, jalan sama gue yah" Athena mempraktekkan cara bicara Raga.


"Hati-hati tapi" syarat Renal.


Athena mengangguk.


"Thanks dad, mom" ucapnya.


"Minta mbak Ani siapin cup cake, puding, air mineral, jus alpukat, jus jeruk dan buah, biar pikniknya makin keren" saran Alda.


"Totalitas banget, mom" komentar Nevan.


"Ya harus dong" Alda tak mau kalah.


"Pikniknya di belakang rumah aja kak, dekat kolam. Terus Nevan ikut deh" saran Nevan.


"Anak kecil gak boleh ikut" kata Renal.


"Nevan udah besar Daddy. Udah sama tinggi dengan kakak" ucap Nevan.


"Iya iya yang udah besar tapi masih ikut kakaknya piknik. Anak kecil tuh yang suka ikut-ikut" Alda ikut menggoda anaknya.


"Mommy nih" Rajuk Nevan.


Semua terkekeh melihat ekspresi Nevan. Si bungsu ini benar-benar manja dan bisa diandalkan.


✨✨✨


Sekitar jam 8 pagi Raga menjemput Athena di kediaman 03. Setelah pamit, mereka lalu meninggalkan kompleks Arunika.


"Kok bawa barang-barang segala?" tanya Raga.


"Kita piknik dulu yah. " pinta Athena.


"Mau piknik dimana?"


"Pinggir danau aja" jawab Athena.


Raga mengangguk. Ia membawa Athena ke danau yang ada di batas kota. Hari masih pagi, danau masih sepi. Athena membentang kain yang ia bawa. Raga membantu mengeluarkan barang-barang yang dibawa Athena. Ia mengeluarkan nya satu persatu. Ia cukup takjub akan ide nyeleneh gadis di depannya ini.


"Makanan sebanyak ini bisa habis?" tanya Raga.


Athena mengangguk.


"Kita seharian di luar rumah." jawab Athena sambil makan buah jeruk.


"Siapa bilang kita seharian di luar rumah?" tanya Raga.


"Lho, udah mau pulang?" tanya Athena balik.


"Nggak, kalau cuacanya udah terik, kita pindah tempat yah, ke apartemen. Gue rindu masakan Lo, makanya minta hadiahnya itu aja" jawab Raga. Ia memakan puding yang Athena bawa.


"Oke dehh" setuju Athena.


Semakin lama, danau semakin ramai. Athena membagikan makanannya kepada anak-anak yang lewat. Setelah itu, mereka bergegas pergi.


"Ke supermarket bentar yah" kata Raga.


"Mau ngapain?" tanya Athena.


"Beli bahan masakan"


"Kamu mau makan apa emangnya?" tanya Athena.


"Sup kentang yang pake bihun, ayam goreng, tahu dan tempe goreng, sama sambel" jawab Raga lancar.


"Udah hapal banget list makanannya"


"Udah lama The pengen makan masakan kamu. Mumpung ada kesempatan yah digunakan aja sekalian" kata Raga jujur.


Raga mengambil troli untuk diisi barang belanjaan. Ia mengikuti kemana kaki Athena melangkah.


"Kamu ada beras nggak di apartemen?" tanya Athena.


"Nggak tahu" jawab Raga.


Athena mencubit lengan Raga.


"Kok nggak tahu?" tanyanya.


"Kan jarang kesana The" jawab Raga sambil mengusap lengannya yang terasa nyeri.


Athena mengambil sekilo beras.


"Udah yuk" Athena berdiri disisi kiri Raga.


Raga mendorong troli menggunakan tangan kanannya, tangan kirinya ia gunakan untuk merangkul pundak Athena.


Banyak pasang mata yang melihat ke uwuan pasangan muda itu. Sayangnya mereka tidak tahu jika kedua orang itu hanya berteman, untuk sekarang.


"Ga!" panggil Athena saat mobil kembali berjalan.


"Kamu masih marah?" tanya Athena.


"Marah kenapa?"


"Karena hari itu aku pulang bareng Min"


Raga menggeleng.


"Aku ngajak kamu pulang bareng, tapi kamu nolak. Karena kamu nolak, yaudah. Ngapain marah"


"Okelah" kata Athena.


Gadis itu menyandarkan tubuhnya, membuang tatapannya ke jalan.


Butuh waktu 1,5 jam untuk sampai di apartemen milik Raga. Apartemen nya berada di pelosok kota yang terlihat masih begitu asri. Masih banyak pohon-pohon yang tumbuh tinggi menjulang.


Raga mengambil belanjaan Athena, kemudian menggandeng tangan Athena memasuki gedung apartemen.


"Tolong tekan angka 29"


Athena menekan angka yang Raga sebutkan.


"Tolong tekan tanggal lahir aku"


Athena lalu menekan tombol dengan variasi tanggal lahir Raga. Sampai di apartemen Raga, Athena langsung menyimpan tasnya di meja bar, kemudian menyibukkan dirinya memasak. Ia tak lupa menanak nasi terlebih dahulu, untung ada magic com.


"What can I help you?" tanya Raga.


Athena menggeleng.


"Nothing" jawabnya.


Raga mengangguk. Ia duduk di kursi yang ada di depan meja bar sambil memainkan ponselnya.


"Semuanya di goreng atau kamu pengen simpan sebagian?" tanya Athena.


"Goreng semua aja. Ntar sisanya aku bawa pulang" jawab Raga. Ia tidak sadar sudah mengganti kosa katanya menjadi aku kamu.


Athena mengangguk. Ia benar-benar menggoreng semua bahan yang tadi dibelinya.


"Sambelnya juga dibikin semua?"


"Iya, The" jawab Raga.


Athena dengan telaten duduk jongkok di depan kitchen set sambil mengulek sambel.


Setelah semuanya siap, ia mengangkat ke meja bar. Raga berdiri, membatu Athena menyusun makanan di meja bar. Athena menggeser tasnya ke pinggir meja, agar muat untuk ditempati makanan.


"Thank you The udah masakin aku" ucap Raga.


"Sama-sama" kata Athena.


Athena hendak menyendok nasi, tapi tangannya di tahan oleh Raga.


"Jangan makan dulu, kamu lagi kesal." kata Raga. Ia memutar kursi yang Athena duduki hingga menghadap ke arahnya. Ia memegang kedua bahu Athena.


"Aku minta maaf kalau ada salah" ucap Raga.


Athena menggeleng.


"Kamu gak ada salah" katanya.


"Aku minta maaf gak kabarin kamu"


"Kamu lagi sibuk"


"Iya, makanya aku minta maaf" ulang Raga.


Athena menghembuskan nafasnya perlahan. Ia melepaskan tangan Raga dari bahunya. Ia tidak tahu kenapa ia merasa begitu kesal saat tahu Raga bahkan biasa aja setelah ia mengajak ajakannya pulang hari itu. Athena bahkan menahan jari-jarinya untuk tidak menghubungi Raga terlebih dahulu. Raga juga seolah menghilang sejak hari itu, tidak mengiriminya pesan, ataupun yang lain. Hingga semalam setelah izin pada mommy dan Daddy nya, ia akhirnya menghubungi Raga terlebih dahulu untuk memberitahu jika ia mendapatkan izin. Barulah Raga juga membalas pesannya.


Athena berdiri dari duduknya.


"Kamu makan duluan." katanya. Ia meninggalkan dapur, berjalan menuju ruang nonton yang terdapat sofa bed. Athena merebahkan tubuhnya di sofa itu.


Tak lama, Raga juga ikut menyusul Athena ke ruang nonton. Ia duduk di karpet, tepat di bagian kepala Athena yang membelakanginya.


"Aku ada nyakitin kamu?" tanya Raga. Ia mengelus rambut Athena.


Athena hanya diam.


Raga tetap mengelus rambut Athena.


"Aku minta maaf yah." ucap Raga.


Athena masih tidak bergeming.


"The" panggil Raga.


"Ayo, minum dulu." pinta Raga.


"Iya, aku yang salah. Seharusnya aku kasih tahu kamu kalau aku udah bilang sama kak Min. Maaf yah, lain kali gak gitu lagi." Raga terus mengajak Athena berbicara.


"Ga, tahu nggak aku ngerasa bersalah banget pas tahu kamu udah bilang sama Min. Berhari-hari aku tahan untuk gak kirim pesan, gak minta maaf sama kamu. Tapi ngeliat respon kamu tadi, aku kayaknya bodoh banget deh udah ngerasa bersalah, kamunya bahkan bodo amat" kata Athena. Ia masih membelakangi Raga.


"Iya, aku minta maaf" ucap Raga.