
Malam kian larut, Athena masih memandangi cincin yang ada di telapak tangannya. Cincin yang sama, yang diberikan oleh Raga beberapa bulan lalu sebagai tanda keseriusan nya dalam hubungan mereka. Sudah hampir 8 tahun mereka menjalin kasih, saling memberi dukungan, saling memancarkan kasih sayang dalam hubungan abu-abu, bukan sebagai kekasih. Mereka hanya menjalani nya sebagai mana mestinya, hingga sampailah pada tahap dimana Raga benar-benar me meminta Athena untuk menjadi bagian dari hidupnya. Drama kian berlanjut, dimana keraguan Athena akan dirinya muncul begitu saja, hingga memakan waktu yang cukup lama barulah ia memantapkan hatinya untuk memulai kehidupan bersama Raga.
Puas memandangi cincinnya, ia kembali memasukkan nya ke dalam tempat tempatnya, dan menyimpannya ke dalam laci nakas. Ia tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamarnya. Ngantuk datang dengan sendirinya, hingga gadis itu lelap dalam tidurnya.
✨✨✨
Athena sudah siap dengan pakaian santainya, rambutnya yang terurai membuatnya terlihat begitu cantik.
Sambil menunggu Raga, ia mengabarkan kepada mommy nya jika hari ini ia akan memberi jawaban atas lamaran Raga beberapa saat lalu.
Mommy Al
Apapun jawaban kakak, mommy selalu bersama kakak, mendukung semua keputusan kakak, berharap yang terbaik buat kakak. Peluk jauh dari mommy. Mommy tunggu jawabannya.
Athena tersenyum melihat balasan pesan singkat dari mommy nya. Alda adalah sosok yang begitu hangat, mampu membuat orang merasa nyaman dan aman saat berada dalam dekapannya.
"Bahagia banget" kata Raga yang sedari tadi berdiri sambil memandangi Athena.
Athena mendongak.
"Udah datang?" tanya nya dengan wajah polosnya.
Raga terkekeh.
"Udah. Yuk"
Athena berdiri dari duduknya, mengikuti Raga menuju mobilnya.
"Mau ke mana?" tanya Raga.
"Ke tempat yang indah" jawab Athena ambigu.
"Alamat lengkapnya dimana The?"
"Ke apartemen kamu aja" jawab Athena.
"Baiklah Mrs. Mahendra Arunika"
Athena terkekeh mendengar ucapan Raga.
"Ga, aku mau buat cake. Boleh mampir ke minimarket dulu nggak?"
"Boleh, The." jawab Raga.
Raga kemudian menghentikan mobilnya di depan minimarket. Ia ikut Athena memasuki minimarket.
"Kamu masih suka bolu kukus buatan aku kan?" tanya Athena.
"Selalu suka, The"
"baiklah. Aku buatnya yang itu aja deh" kata Athena.
"Buat apapun yang kamu suka."
Setelah berbelanja bahan untuk membuat kue, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke apartemen Raga. Seperti biasa Raga akan merangkul bahu Athena saat mereka bersama, atau paling tidak lelaki itu akan menggenggam tangan Athena.
"Aku tinggal kerja bentar nggak apa-apa kan?" tanya Raga.
Athena yang sedang mengeluarkan bahan-bahan kuenya pun mengangguk.
"Iya, nggak apa-apa. Sana kerja, kumpul uang buat nikah"
Raga terkekeh kecil mendengar ucapan Athena.
"Tentu saja, nona. Tuan akan bekerja dengan giat agar bisa menghasilkan uang dan segera mempersunting anda untuk dijadikan istri" Raga mencium kening Athena sebelum meninggalkan area dapur.
Athena dengan riang mulai menakar dan mencampurkan bahan-bahan kuenya. Ia bernyanyi dengan sangat lirih, mengikuti alunan lagu yang ia putar pada ponselnya.
Niat Athena untuk membuat bolu kukus berubah, ia jadinya membuat cake agar bisa dihiasi semaunya. Ia menulis nama Raga di salah satu cake, juga menggambar anime kartun yang ia bisa.
Athena juga membuat jus jeruk buat Raga dan ice coklat untuk dirinya. Ia tentu tak lupa untuk membersihkan dapur dan peralatan yang ia gunakan tadi. Barulah setelahnya ia menuju ruang keluarga dan duduk di samping Raga.
Raga lekas menantikan iMac nya, dan merangkul pundak Athena.
"Lucu-lucu banget cake nya" ucap Raga saat melihat beberapa cake dengan hiasan berbeda berada di depannya.
"Lagi mood buat yang imut-imut heheh" kata Athena.
"Aku boleh cicipin sekarang?" tanya Raga.
"Sure" jawab Athena.
"Gimana rasanya?" tanya Athena.
"Selalu enak" jawab Raga.
Raga merasakan ada benda keras di cake tersebut saat menggigitnya.
"Kenapa?" tanya Athena.
Tanpa menjawab, Raga mengambil benda itu. Sebuah cincin yang sangat ia kenal.
"Maksudnya apa nih?" tanya Raga.
"It mean aku terima lamaran kamu" jawab Athena.
"Are you sure?"
Athena mengangguk.
"Yes,of course. Saya bersedia, tuan. Saya bersedia menjadi teman hidup anda" jawab Athena.
Raga langsung memeluk Athena, ia sangat senang. Akhirnya Athena memberikan jawabannya, jawaban yang sudah ia tunggu selama ini. Gadis hebat yang berada dalam pelukannya ini bersedia menjadi teman hidupnya.
"Aku ulang sekali lagi. Athena Mahendra Arunika, Will you marry me?" tanya Raga.
Athena terkekeh.
"I Will" jawabnya.
Raga akhirnya bisa memasangkan cincin yang ia beli ke jari manis Athena.
"Terima kasih. Terima kasih tak terhingga" ucap Raga.
Athena mengusap air matanya yang sempat jatuh.
"Aku yang seharusnya bilang makasih. Terima kasih sudah berjuang dan menunggu aku selama ini. Terima kasih sudah menjadi teman dan sahabat untuk aku." kata Athena.
Raga mencium kening Athena cukup lama.
"Let's take a picture, buat di kirim ke keluarga" Raga segera mengambil ponselnya.
Athena terkekeh. Ia berfoto dengan pose Athena memperlihatkan cincin yang ada di jari manisnya.
Nada notifikasi mulai terdengar di ponsel Athena, itu tandanya Raga sudah mengirimkan foto itu kepada keluarga mereka.
Raga juga menjadikannya feed di aplikasi i* nya dengan bubuhan caption She said "YESS" .
"Heboh banget kayaknya" kata Athena saat notifikasi ponselnya masih belum berhenti.
"Itu pertanda bagus, The. Tandanya mereka senang dengan hal ini."
"Kamu juga senang?"
"Aku yang paling senang tentunya. Senang banget, tak terhingga" jawab Raga.
"Secepatnya aku akan berkunjung ke rumah kamu bersama mama dan papa, melamar kamu secara resmi di depan keluarga besar kamu" kata Raga.
"Berarti kamu akan kembali ke kota A?" tanya Athena.
"Iya, kan orang tua kita ada di sana semua, The. Atau kamu ikut pulang?"
"Boleh kalau weekend. Soalnya SP 1 aku keluar kemarin" jawab Athena dengan ringisan pelan diwajahnya.
"Ehh, emang iya?"
"Hooh, Ga. Dapat ceramah gratis juga dari pak Andika. Aku juga yang salah sih."
"Kamu akan tetap bekerja nantinya?" tanya Raga.
"Nggak apa-apa kalau aku kerja?"
"Yah nggak apa-apa. Aku yakin kamu bisa menjalankan semuanya dengan baik." Raga mengelus rambut Athena.
"Ayra boleh ikut sama kita?"
"Iya, nggak apa-apa. Kita rawat dan jaga Ayra bersama-sama"
Athena mencium pipi Raga sekilas, kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang lelaki itu.
"Aku nggak tahu ke depannya akan seperti apa, tapi aku berharap kita akan sama-sama berjuang untuk selalu bersama, saling menyatukan dua keluarga besar dan selalu ada untuk disegala kondisi" kata Athena.