
"The berangkat yah, opa, Oma, papa, onty Van" pamit Athena sambil menyalami mereka satu persatu.
"Opa ikut anter deh" pinta Lathief.
Athena menggeleng.
"No, opa" katanya.
Lathief terkekeh karena berhasil menggoda cucunya.
"Hati-hati yah sayang" kata Aina.
Athena mengangguk.
"Udah belum nih?" teriak Arion dari mobil.
"Kebiasaan" cibir Ivana sambil memeluk Athena.
"Hati-hati sayang" katanya pada Athena.
Mika memeluk anaknya.
"Nanti papa kunjungin yah?"
"Gak usah, pa. Jauh" tolak Athena.
Mika mengelus rambut Athena.
"Pulang harus dalam keadaan baik-baik yah"
Athena mengangguk. Ia sekali lagi melambaikan tangannya pada orang-orang tersayangnya sebelum menaiki mobil yang akan mengantarnya ke bandara.
"Akak The lama" kata Nevan.
"Maaf yah" ucap The lembut.
Arvin, Arion dan Nevan mengangguk.
Mereka diantar oleh supir. Renal dan Alda berada di mobil lain. Athena membiarkan mommy dan daddy nya mengantar dirinya dengan syarat mereka hanya di dalam mobil, agar orang-orang tidak melihatnya.
Ketiga adik laki-lakinya memeluk Athena secara bergantian.
"We will miss you" ucap Arvin.
"Kalian jaga yang lain yah. Jangan repotin orang-orang. Belajar yang rajin" petuah Athena pada ketiga adiknya.
Ketiganya mengangguk.
Athena lalu memasuki mobil orang tuanya. Ia memeluk mommy nya. Alda tentu saja menangis. Renal mengusap bahu istrinya.
"The baik-baik yah disana. Jaga kesehatan, jaga diri, selalu hubungin mommy dan yang lain" pesan Alda.
"Baik, Mommy" kata Athena.
Athena lalu memeluk Daddy nya.
"Daddy tunggu The pulang. The harus pulang dalam keadaan seperti sekarang, dalam keadaan baik-baik" pesan Renal.
Athena mengangguk. Ia mengecup pipi Daddy nya, yang tak lupa Renal balas dengan mencium kening anaknya.
Alda juga mencium lama kening anaknya.
Athena melihat ponselnya. Rupanya temannya sudah menunggu.
"The pamit. Doain The yah" katanya yang diakhiri dengan senyuman.
Athena mengambil troli yang berisi satu koper juga daypack. Ia sekali lagi melambaikan tangannya ke arah dua mobil yang berisi keluarganya.
Athena sudah bergabung dengan teman-temannya. Mereka sudah duduk di kursi penumpang pesawat.
"Not bad" kata Kevin O'Leary saat pertama kali mendudukkan dirinya di kursi economy class.
"Apanya yang not bad?" tanya Eros menertawai Kevin.
"Suasananya" jawab Kevin.
Teman-temannya kembali menertawai nya.
"Ketika anak business class mencoba economy class" review Darren.
"Kayak Lo pernah aja naik economy class" timpal Wildan.
"Kalian gak pernah pake economy class?" tanya Athena pada kelima temannya.
Untung saja kursi mereka saling berdekatan. Athena duduk dengan Raga.
Kelimanya menggeleng.
"Ternyata bener apa kata Fany, kalian anak-anak konglomerat" ucap Athena kemudian terkekeh.
"Lo pernah The?" tanya Regan.
Athena mengangguk.
"Ever. Ini yang kedua kali" jawabnya yang diakhiri cengiran.
Yah, Athena, Nevan, Arvin dan Arion pernah merengek agar diizinkan naik pesawat dengan economy class. Alda tentu mengiyakan. Sementara ia dan yang lainnya duduk di business class. Ini terjadi saat mereka ke negara G untuk mengunjungi Okan dan Indi.
"Gak jauh beda ternyata" kata Kevin.
"Ini yang pesan siapa?" tanya Darren.
"Pihak sekolah. Udah, nikmatin aja." jawab Eros.
"Siap, bapak Eros" kompak Raga, Darren, Wildan dan Kevin.
Athena terkekeh mendengar jawaban kompak teman-temannya.
"Kayak anak TK aja" ucap Athena yang masih dengan tawanya.
"Lagi mengenang masa kecil, The" kata Kevin.
"Lo pernah sekolah TK, Vin?" tanya Wildan.
"Pernah yah. Alumni British ini" bangga Kevin.
"Pura-pura lupa, padahal dulu ketemunya di TK terus temenan sampai sekarang" cibir Darren.
"Kalian berteman sejak TK?" tanya Athena takjub.
Kelimanya mengangguk.
"Rumah kami bahkan berada di kompleks yang sama, meskipun beda blok. Kalau gue dan Raga satu blok. Mereka bertiga beda" jawab Eros.
"Wahhh" takjub Athena.
Athena mencoba memulai petualangannya. Saling mengakrabkan diri dengan teman-temannya.