
"Kamu kok nggak makan malam?" tanya Athena pada Raga. Athena sedang memanaskan makanan yang ada di kulkas.
"Di rumah nggak ada makanan. Yang biasanya masak pergi gak bilang-bilang" jawab Raga apa adanya.
Athena terkekeh mendengar jawaban Raga. Ia lalu menyimpan makanan yang sudah dipanaskan di depan Raga.
"Maafkan tukang masakmu ini, tuan" ucap Athena. Ia duduk disamping Raga.
"Kamu gak ikut makan?" tanya Raga.
"Tadi udah. Pas aku sampai sini, mama sedang makan, terus aku dan Ayra ikut deh" jawab Athena.
Raga mengangguk mengerti. Ia segera memakan makanan di depannya.
"Kamu kenapa?" tanya Raga. Tadi Athena hendak langsung menuju kamar Raga, tapi Raga dengan cepat menahannya dan membawa perempuan itu ke dalam ruangan yang biasa ia gunakan untuk bersantai saat masih muda dulu.
"Aku baik-baik aja, Ga" ucap Athena.
Raga menatap istrinya, mereka berdua saling bertatapan.
"Kenapa kamu pergi gak izin aku? Setelah menikah, ini kali pertama kamu pergi gak bilang-bilang sama aku" Raga menuntut jawaban atas kejadian hari ini.
"Aku lupa"
"Lupa kalau udah punya suami?" cecar Raga.
Athena menghela napasnya.
"Maafin aku" ucapnya.
"The, tadi aku sampai nyariin kamu ke rumah mommy lho. Aku juga sampai bohong ke mommy"
"Aku tuh tadi dari liburan ala-ala sama Ayra. Karena jaraknya lebih dekat kesini, aku pulangnya ke sini aja. Lagian Ayra juga libur "
"Aku gak tanya kamu kemana aja lho The. Yang aku tanya kenapa kamu gak pergi tanpa izin? Ponselmu juga ketinggalan, jangan-jangan kamu sengaja gak bawa"
Athena hanya mampu diam mendengar kemarahan Raga.
"Udah marah-marahnya?" tanya Athena setelah beberapa saat mereka terdiam.
Raga menghela napasnya kasar, ia mengusap wajahnya.
"Ayo tidur" ucapnya.
Mereka kembali ke kamar Raga. Athena kembali mendekap tubuh kecil adiknya, menyisakan space di belakangnya, agar Raga bisa ikut tidur.
Setelah bersih-bersih sebentar, Raga ikut membaringkan tubuhnya di belakang Athena. Ia mencium sekilas kepala Athena, sebelum berusaha menutup matanya.
Pagi hari saat Athena terbangun, ia tidak mendapati Ayra di kamar Raga. Ia langsung beranjak dan mencuci wajahnya, kemudian mencari keberadaan adiknya. Ia berlari kecil menuruni tangga. Kekehan ringan terdengar dari taman samping, rupanya Ayra sedang bersama Baskara.
"Kakak" sapa Ayra saat melihat kakaknya sedang berdiri di pintu penghubung dengan taman.
Athena tersenyum.
"Selamat pagi, pa" sapanya.
"Selamat pagi juga, nak. Rumah papa ternyata lagi ramai" kata Baskara.
"Maaf pa, semalam The tidur makanya gak nyapa papa" ucap Athena.
Baskara terkekeh kecil mendengar ucapan menantunya.
"Bukan hal yang besar" katanya.
"Adek mau disini aja atau mau ikut kakak bantu mama bikin sarapan?" tanya Athena.
"Ikut kakak aja bantuin Tante Ivana" jawab Ayra.
"Bye om, Ayra bantuin kakak dulu" pamit Ayra.
Baskara mengelus rambut Ayra sebelum anak itu beranjak mengikuti kakaknya.
"Eh, The juga udah bangun yah?" sambut Vania saat melihat kehadiran menantunya.
"Maaf ma, The bangunnya telat"
"Nggak apa-apa sayang. Mama juga belum lama bangunnya" kata Vania.
Ayra membantu Vania mengoleskan selai pada roti, sementara Athena memasak bubur ayam instan yang ada di kulkas.
Ting ting ting
Suara penjual kue terdengar.
Mata Ayra berbinar. Ia segera menatap The dengan wajah memelas. Athena terkekeh melihat ekspresi adiknya.
"Mau beli kue?" tebak Athena.
Ayra mengangguk cepat.
"Bentar, kakak ambil uang dulu" kata Athena.
"Ehh, jangan ma" tolak Athena.
Vania hanya mesem dan berlalu ke kamarnya untuk mengambil uang. Ia lalu memberikannya kepada Ayra.
"Sana gih beli kue. Terserah Ayra ,mau kue apa aja" ucap Vania lembut.
Ayra menggeleng, ia tersenyum.
"Nggak usah, Tante. Maaf merepotkan"
"Lho, kenapa? Ayo sana beli kuenya" paksa Vania.
Ayra meringis lucu.
"Takut kakaknya marah yah?" tebak Vania.
"Ehh, aku gak ada bilang apa-apa ma" kata Athena cepat.
"Terus kenapa adiknya gak mau?"
"Nggak tahu, ma"
"Ayra, ayo sayang beli kuenya. Nanti penjualnya pergi lho" Vania kembali menyodorkan selembar uang biru ke hadapan Ayra.
Ayra mengambilnya dengan ekspresi malu-malu.
"Terima kasih, Tante" ucapnya kemudian berlari kecil keluar rumah.
Athena dan Vania yang melihatnya hanya bisa terkekeh kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Ayra selalu gitu The?" tanya Vania.
"Gimana ma?"
"Tadi waktu baru bangun ia turun terus cari kamar mandi buat tamu, padahal ada kamar mandi di kamar kalian. Waktu mama tanya kenapa gak pakai kamar mandi di atas, ia hanya nyengir lucu" cerita Vania.
"Iya, ma. Kamar mandi aku yang di kamar gak pernah ia pakai. Ia akan selalu mencari kamar mandi untuk tamu. Kalau aku tanya, jawabnya gak sopan kalau pakai kamar mandi pribadi orang lain" Athena tentu tidak heran akan kebiasaan sang adik.
"Maaf yah ma kalau Ayra repotin mama" ucap Athena.
"Ehh, nggak sama sekali. Mama malah senang ada Ayra, mama berasa punya anak perempuan. Anaknya lucu gitu" kata Vania.
Ayra kembali bersamaan dengan turunnya Raga dan masuknya Baskara dari pintu samping. Mereka lalu duduk di meja makan.
"Ini kembaliannya, Tante" Ayra memberikan sisa uang yang tadi diberikan oleh Vania.
"Ehh, gak dihabisin aja?" kaget Vania saat tahu uangnya masih tersisa setengah.
"Nanti kuenya kebanyakan, Tante. Ini saja sudah banyak" Ayra mengangkat plastik yang berisi kue.
"Itu kue apa ,Ra?" tanya Raga penasaran.
"Kue teripang, kak" jawab Ayra.
Athena lalu memindahkan kue itu ke dalam piring dan menyimpannya di meja.
"Ayra suka kue teripang?" tanya Baskara.
"Suka, om. Kuenya gurih" jawab Ayra.
Akhirnya pagi ini mereka sarapan dengan menu yang berbeda. Athena dengan bubur ayamnya, Vania, Baskara dan Raga dengan rotinya dan Ayra dengan kue teripang nya.
Setelah sarapan, Raga pamit untuk pulang. Ia tentu saja pulang bersama istri dan adiknya.
"Nanti kesini lagi yah sayang" Vania mencium kedua pipi Ayra, cucu kening menantunya.
"Siap, Tante"
"Baik, mama"
Ayra melambaikan tangannya pada Baskara dan Vania. Athena pulang mengendarai mobilnya, bersama Ayra yang duduk disebelahnya, Raga pun mengendarai mobilnya sendiri.
"Betah banget ninggalin rumah" omel Alda pada Ayra.
Ayra hanya nyengir lucu dan segera memeluk pinggang mommy nya, menenggelamkan wajahnya di perut sang mommy.
"mom, The pulang yah." pamit Athena.
"Iya, sayang. Makasih lho udah ajak adiknya liburan" Alda mengelus rambut putri pertamanya.
"Kembali kasih, mommy" Athena mencium kedua pipi mommy nya sebelum meninggalkan kediaman 03.
Sesampainya di rumahnya sendiri, ia segera membersihkan dirinya.
"Ponsel kamu tadi bunyi." beritahu Raga.
Athena mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan dari Hana. Ia juga membaca pesan dari Hana.
Kedua sudut bibirnya tertarik saat ia membaca pesan Hana. Takdir baik datang pada teman kantornya tersebut, ia akan segera menikah dengan Yudha.