Athena

Athena
Hari Terakhir Bimbel



"Dari pasar The?" tanya Kevin yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya, Keviiin" jawab Athena sambil menggoreng tahu.


"Kirain nge-date sepagi ini sama Raga" goda Kevin.


"Mulutnya yah" seloroh Raga yang sepertinya akan memasuki kamar mandi.


"Vin, sini Lo. Jangan jadi perebut punya teman" panggil Wildan dari depan TV.


Tawa Kevin pecah saat mendengar teriakan Wildan. Ia lalu berlari keluar sebelum Raga benar-benar menjitaknya.


"Apaan sih?" lirih Athena kemudian kembali membolak-balikkan tahunya.


"Gak usah di dengerin" kata Raga sebelum memasuki kamar mandi.


Pagi menuju siang ini, Athena memilih menu tahu goreng, sup kentang dan juga sambel yang ia uleg. Seakan sudah hapal dengan porsi makan teman-temannya, Athena memasak nasi cukup banyak.


"Hiksss ngiler banget gue" Darren yang paling cepat mengambil posisi.


"Seperti biasa, Athena dan segala keahlian tangannya" Eros kemudian menyusul. Tak lama Wildan, Kevin, Raga dan Athena ikut duduk lesehan.


"Mantul, mantap betul" Kevin ikut berkicau setelah suapan pertama berhasil dicerna oleh tenggorokannya.


"The, jadi menantu ibu gue mau nggak?" tanya Darren.


"The pasti nggak mau." kata Kevin.


"Sotoy Lo, Vin" Darren menatap Kevin sambil berdecih.


"Mau makan atau bertengkar? Kalau mau bertengkar, ke depan sana, halamannya luas, cukuplah untuk saling banting" ucap Raga pedas sambil menyendokkan kembali nasi dan sup ke piringnya.


"Rasain" ejek Wildan.


Darren dan Kevin memberenggut. Eros dan Athena terkekeh. Selalu ada drama yang terjadi saat mereka makan. Athena merekam baik-baik semua dalam ingatannya, berharap ingatannya mampu menampung semua kenangannya selama berada di desa ini.


Ia senang saat melihat Wildan, Darren dan Kevin saling ejek, bertengkar seperti anak kecil. Ia suka saat melihat Eros berbicara tentang kegiatan yang akan mereka lakukan atau saat ketua tim itu mengevaluasi kinerja mereka. Ia pasti akan merindukan ketajaman mulut Raga.


"Cuci piring Lo" kata Wildan saat melihat Darren hendak berjalan.


"Iya, astaga. Gue simpan ponsel dulu" Darren berjalan ke sofa, menyimpan ponselnya disana. Ia lalu kembali membereskan tempat makan mereka, mengangkat piring kotor di bantu Kevin, kemudian melakukan tugasnya hari ini, mencuci piring.


Hari ini adalah H-15 mereka akan meninggalkan desa ini. Mereka akan pulang dua pekan lagi.


"Perkembangan anak-anak cukup bagus. Ayra yang belum sekolah aja udah hapal huruf alfabet." kata Eros .


"Setidaknya kita bisa ninggalin mereka dalam keadaan udah bisa membaca dan berhitung" kata Kevin.


"Ini hari terakhir bimbel kan?" tanya Wildan.


Semuanya mengangguk.


"The, cemilan yang dari ibu masih ada?" tanya Wildan kembali.


"Masih banyak. Belakangan ini kan kalian mintanya kue bolu coklat" jawab Athena.


"Ehh, kita ngerepotin Lo yah?" tanya Kevin.


Athena menggeleng.


"Apasih? Lagian aku senang, suka aja bikin kue" jawab Athena.


"Gue kira Lo capek" sangka Darren.


Athena menggeleng sambil tersenyum.


"Ohiya masalah cemilan tadi, cukup nggak kalau kita bagiin ke anak-anak?" tanya Wildan.


"Cukup, Wil." jawab Athena.


"Tapi mereka suka nggak yah?" tanya Athena setelah diam sesaat.


"Lo beli permen nggak?" tanya Eros.


Athena mengangguk.


"Yaudah, kita mix aja." saran Eros.


Athena mengangguk.


Ia masuk ke dapur, ada sebuah lemari disana. Lemari itulah yang ia gunakan untuk menyimpan sembako yang ia beli di pasar, juga cemilan yang diberikan Aina.


Mereka lalu duduk sambil memasukkan kerupuk, kue kering dan juga permen ke dalam plastik transparan.


Seperti biasa, anak-anak akan datang pukul 4 sore. Mereka duduk bersama teman kelompoknya masing-masing. Ayra tentu saja berada di samping Athena. Tugas untuk Athena adalah mengajari para adik-adik mengenal huruf alfabet. Ngajarnya gampang-gampang susah, apalagi ia juga masih seorang pelajar.


"Udah pinter semuanya yah" kata Eros.


Para anak-anak itu bertepuk tangan.


"Ohiya, kakak mau bilang sesuatu. Mau denger nggak?" suara Wildan menggema.


"MAU" jawab mereka serentak.


"Yaaah" mereka mendesah kecewa akan informasi yang Wildan berikan.


"Waktu kakak disini terbatas. Kakak harus kembali untuk melanjutkan sekolah kakak. Adik-adik jangan sedih yah" kata Darren.


Athena merasakan pelukan di betisnya.


Ia melihat ke bawah. Ayra sedang mendongak menatapnya.


Athena tersenyum. Ia mengusap rambut Ayra.


"Jangan nangis yah" katanya.


Anak kecil itu mengusap air matanya. Athena berjongkok, ia merapikan poni Ayra.


"Jangan pada nangis dong. Kakak punya kue nih" kata Kevin berusaha menghibur para bocah.


Sebagian merasa senang, sebagiannya lagi masih merasa sedih. Raga dan Eros datang sambil mengangkat kardus besar.


"Hadiahnya gak banyak yah, semoga adik-adik suka." kata Eros.


Setelah membagikan cemilan, mereka semua berfoto bersama. Ayra bahkan tidak mau turun dari gendongan Athena.


"Ga, fotoin gue sama Ayra dong" pinta Athena.


Raga mengarahkan lensanya ke Athena.


"Senyum, dek" kata Athena pelan.


Ayra tersenyum sangat manis, begitu menggemaskan.


Athena mencium pipi Athena.


"Pinternya" ucap Athena.


Ayra terkekeh. Kejadian itu tak luput dari penglihatan Raga, ia tak lupa mengabadikannya.


"Aku juga mau" seru anak perempuan lain.


Athena lalu memintanya berbaris, kemudian mereka berfoto bersama.


"Terima kasih yah udah mau diajar sama kakak. Maaf kalau kakak ada salah" ucap Athena lembut.


"Mau peluk kakak" anak yang rambutnya kikis sudah menangis.


Athena terkekeh.


"Sini, semuanya pelukan" ajak Athena.


Drone yang diterbangkan oleh Raga sejak tadi akan menjadi benda yang sangat berarti. Segala kegiatannya ia rekam dari segala sisi.


"Nanti sebelum kakak pulang, kakak undang kemari yah." kata Athena.


Semuanya mengangguk senang.


"HOREEE" seru mereka.


Gelap memulangkan para anak kecil ke rumahnya masing-masing. Bersama rasa sedih juga harapannya yang tinggi, semoga masih ada waktu yang bisa mempertemukan mereka lagi.


Setelah mengganti bajunya, Athena kembali ke dapur. Ia hanya akan membuat mie goreng. Tadi ia benar-benar tidak sempat memasak nasi.


"Maaf, sempatnya cuman bisa bikin ini" ringis Athena.


"Santailah, mari makan" kata Eros.


Mereka makan seperti biasa. Akan ada pertengkaran kecil juga obrolan lainnya.


"Kalau masih laper, ini aku masih sisain cemilan. Masih bisa hingga pasar selanjutnya" kata Athena sambil menaruh beberapa bungkus keripik di depan teman-temannya.


"Ini udah kenyang banget, The" kata Kevin.


Athena mengangguk. Raga terlihat sibuk dengan laptopnya. Ternyata ia sedang memindahkan foto dan juga video yang ia abadikan.


"Lucu banget mereka" kata Wildan.


"Menggemaskan" Athena ikut berucap.


"Wahh, pengen dicium juga dong The" ceplos Darren saat melihat Athena mencium pipi Ayra.


Darren mengusap kepalanya yang berhasil di geplak oleh Raga.


"Mulutnya astaga" kata Kevin.


"Sorry, The. Gue cuman bercanda, serius" kata Darren.


Athena tersenyum.


"Lain kali jangan gitu yah." ucapnya lembut.


"Gak akan lagi The" janji Darren sambil mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah.