Athena

Athena
Saturday Night



Setelah puas melihat senja, mereka kembali ke tempat yang lapang tadi. Keadaan semakin padat, banyak pengunjung yang datang.


"Masih mau di sini?" tanya Raga.


"Mau kemana lagi emang?"


""Resto, maybe"


"Di sini dulu, Ga" ucap Athena.


Raga mengangguk. Ia mengikuti kemana Athena membawanya.


"Ga, komedi putar yuk" ajak Athena.


"Kayak anak kecil aja"


"Ihh, keren tauuu" Athena menarik tangan Raga ke loket untuk membeli karcis.


Saat sedang mengantri, rambut Athena ditarik oleh seseorang. Athena menolehkan kepalaku, mencari si pelaku.


"Hanaaa" ucap Athena senang.


Hana tertawa ringan melihat ekspresi senang dari Athena. Orang di depannya ini benar-benar positif vibes.


"Lo sama siapa The?" tanya orang di belakang Hana, yakni Yudha.


"Ehh, ada Yudha juga ternyata. Aku sama Raga" Athena menepuk lengan Raga.


"Ga, teman satu devisi aku, namanya Hana dan Yudha" Athena memperkenalkan temannya.


"Halo, salam kenal" Raga mencoba bersikap ramah.


"Santai aja. Gue Yudha dan ini Hana, kami satu devisi dengan Athena" ucap Yudha.


"Kalian kok bisa di sini?" tanya Athena.


"Tanya noh sama Hana" sarkas Yudha.


Hana nyengir kuda.


"Gue lagi gabut sih, kasian banget kalau Saturday Night nya di lewatin dengan rebahan, yaudah aku ajak si Yudha. Biar jomblonya gak kelihatan"


Athena dan Yudha terkekeh kecil mendengar ucapan polos Hana, sedangkan Raga hanya menggelengkan kepalanya.


"Yudha, gak minat mengakhiri jomblonya Hana?" tanya Athena.


"Amit-amit sih kalau sama Yudha" kata Hana kemudian berlalu menaiki wahana.


Athena, Raga dan Yudha ikut menaiki wahana dan berpegangan pada tiang yang menjulang hingga di atap wahana.


Mereka melanjutkan kebersamaannya hingga memasuki sebuh restoran.


"Keren sih" ucap Hana.


"Milenial banget ini" komentar Athena.


Raga duduk di samping Athena, begitu pun Yudha yang duduk berdampingan dengan Hana.


"Lagi ada kerjaan di sini?" Yudha mencoba memulai percakapan.


Raga mengangguk.


"Iya, kemarin." jawab Raga.


"Pantesan The gak mandang orang-orang kantor, orang pawangnya kece badai gini" ceplos Hana. Sedari tadi mulutnya tidak berhenti ngoceh.


Athena terkekeh mendengarnya, Raga dan Yudha juga.


"Kalian" seseorang mendekati meja mereka.


Mereka berempat menoleh ke asal suara.


"Ehh, selamat malam pak" sapa Yudha cepat.


Athena hanya tersenyum kecil.


"Bapak ngapain di sini?" tanya Hana.


"Selamat malam juga, Yudha. Kan restoran ini punya bapak" Andika membalas sapaan Yudha, juga tak lupa menjawab pertanyaan Hana.


"Wah, ternyata pak Andika yang punya restoran ini" Hana berdecak kagum mendengarnya.


"Silahkan duduk, pak" Yudha mempersilahkan Andika untuk duduk.


"Gak ganggu kan?" tanya Andika.


"Nggak kok pak" jawab Hana.


Sedari tadi Athena hanya diam, Raga juga.


"Temannya Athena yah? Kenalin, saya kepala divisi di tempat Athena bekerja." Andika mengulurkan tangannya.


"Raga"


"Lagi ada kerjaan di sini?" tanya Andika lagi.


"Iya, pak"


"Teman kamu ini sangat ulet dan tekun juga teliti dalam bekerja. Dia juga menjadi primadona di kantor." cerita Andika.


"Iya, pak. Ketekunan dan ketelitian Athena memang perlu dicontoh oleh banyak orang. Sejak dulu Athena juga menjadi center dimana pun ia berada, kadang saya sendiri juga merasa insecure menjadi pacarnya" kata Raga dengan nada yang dibuat setenang mungkin.


"Lho, pacarnya Athena yah?" kaget Andika.


"Iya, pak. Bapak gak lihat fotonya di feed ig Athena?" Tanya Hana balik.


"Bapak kira temannya" jawab Andika.


"Raga ini calon menantunya Daddy saya, pak" ucap Athena.


Andika mengangguk.


"Worth it sih kalau dari tampangnya, tapi semoga isinya juga sama. Kerja di mana?"


"Ya di kantor lah pak" Yudha yang menjawab.


"Kamu ini Yud, bapak bertanya ke Raga"


"Di kantor pak, seperti yang Yudha bilang tadi." jawab Raga.


"Sebagai manajer?"


"Kepala divisi, sama seperti bapak"


Andika mengangguk mengerti.


Makanan terhidang diatas meja yang panjangnya kira-kira 1,5 M. Ada banyak jenis makanan yang mereka pesan,berjalan mengelilingi pasar malam membuat mereka kelaparan.


Athena mendekatkan jus jeruk ke depan Raga.


"Terima kasih" ucap Raga kemudian mengelus kepala Athena.


"Sama-sama, sir" kata Athena kemudian terkekeh kecil.


"Kayak dunia milik berdua aja" cibir Hana.


"Yud, pacarin nih anak satu" suruh Athena.


Yudha hanya menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan dua temannya.


"Gak takut gemuk, The? Kamu makan nasi malam-malam gini" tanya Andika.


"Nggak, pak. Biasa aja. Makannya memang selalu begini" jawab Athena.


"Raga gak pernah larang kamu makan makanan berat malam-malam gini?"


"Gak pernah sih, pak. Raga malah nyuruh aku makan" jawab Athena.


Andika melihat ke arah Raga yang sedang asyik menyantap nasi dan ayam rica-rica di depannya. Andika seolah menanti jawaban dari Raga.


Raga menelan makanannya terlebih dahulu.


"Saya sih sebahagianya Athena aja, pak. Dari awal ketemu, anaknya memang suka ngunyah, suka masak juga. Pernah 3 bulan dimasakin sama dia, ehh berat badan saya nambah. Susah senang kami lewati selama 5 tahun, saya rasa gemuk bukan alasan untuk saling mengakhiri" kata Raga panjang lebar.


"Ga, Lo ada teman yang kayak Lo nggak sih?" tanya Hana.


"Nggak, ada." jawab Athena.


"Raga mah limited edition"


"Buehh, love bird" cibir Yudha.


"Bapak sebaiknya jangan nilai orang dari fisiknya aja, pak. Ada yang fisiknya biasa aja tapi hatinya begitu mulia. Ada yang fisiknya bagus, body goals tapi attitude nya kurang. Fisik memang penting pak untuk kesenangan sementara, tapi jika ingin bahagia selamanya, sebaiknya tidak memandang dari luarnya saja. Raga kalau modal tampan saja saya juga gak bakal lihat. Perlu bapak ketahui, Raga adalah orang yang nyaris menyamai nilai saya di jaman sekolah, orang yang rela bekerja setelah pulang dari sekolah dan tentu saja jika dilihat dari attitude, ia telah lulus dari kriteria penilaian saya dan keluarga. Saya bukan mau menggurui pak Andika, tapi menanyakan pekerjaan seseorang itu termasuk hal yang cukup privat buat saya, apalagi bapak tadi baru saja berkenalan dengan Raga" kata Athena panjang lebar.


Yudha dan Hana yang mendengarnya bahkan hanya bisa menganga. Ini baru pertama kali mereka mendengar Athena mengoceh, apalagi ini di depan bos mereka.


"Kamu udah makannya?" tanya Athena pada Raga.


Raga menunjuk piringnya yang sudah bersih dengan dagunya.


"Kami pulang lebih dulu yah. Hana, Yudha, terima kasih sudah mau bergabung dengan kami. Kami permisi pak" pamit Athena.


"Saya duluan pak, Hana, Yudha" ucap Raga sambil berhi-5 dengan Yudha.


Mereka tentu ke kasir terlebih dahulu untuk membayar makanan mereka tadi.


"Gak mampir ke supermarket dulu?" tanya Raga.


"Ngapain?"


"Beli roti. Kamu udah sensi gini, udah jadwalnya juga kamu PMS" jawab Raga.