
Athena sedang duduk bersama opa, papa Mika dan Daddy nya. Mereka sedang berada di ruang kerja milik Athena. Terlihat Lathief sedang memegang berkas ditangannya, lalu menyimpannya di atas meja.
"The, sini duduk di samping opa" Lathief menepuk sofa kosong yang ada di sebelahnya.
Athena yang awalnya duduko di atas karpet, segera berpindah duduk di samping opa nya.
"Kenapa opa?" tanya Athena.
"The sekarang kan udah besar, udah 23 tahun, pikirannya lebih matang, lebih bijaksana dan penuh strategi. Ini ada titipan dari kakek Ares buat The." ucap Lathief sambil membuka map yang tadi di pegang nya.
Athena sama sekali belum menyentuh isi dari map itu. Ia masih menantikan cerita opanya.
"Dulu beberapa waktu sebelum kakek Ares meninggalkan kita semua, beliau berpesan untuk memberikan hadiah ini buat Athena suatu hari nanti. Hal itu juga disaksikan oleh Daddy dan papa Mika kok. Opa pikir sekarang waktunya sudah tiba opa menyampaikan secara langsung amanah kakek Ares" cerita Lathief.
"Ehh, emang iya, kakek Ares sesayang itu kepada The?" tanya Athena.
Ketiganya mengangguk bersamaan.
"Kakek Ares sangat sayang kepada Athena, sayang sekaliiiii" jawab Mika.
"The, ayo diambil hadiahnya" kata Lathief.
Athena mengambil kertas yang tersusun rapi yang ada di atas meja. Ia membacanya dengan penuh ketelitian. Air matanya menetes.
"Ini berlebihan,opa" ucapnya sambil sesenggukan.
Lathief mengelus pundak cucunya.
"Diterima yah sayang, itu adalah hadiah dari kakek Ares, ada amanah juga di dalamnya. The harus mensejahterakan pulau dan seisinya"
"Apa The bisa?"
"Pasti bisa. Kakek Ares gak akan pernah memberikan tugas secara cuma-cuma." jawab Lathief.
"Di bawa santai aja, The. Papa juga awalnya mikir gitu, apaan hadiahnya sebesar itu. Daddy kamu juga awalnya ragu buat bantu mommy kamu, ehh akhirnya bisa" cerita Mika.
"Papa juga dapat?" tanya Athena.
Mika mengangguk.
"Dapat, The. Athena, papa dan mommy masing-masing diberi 1 pulau" jawabnya.
"Mommy gak ada bahas ini sebelumnya" ucap Athena.
"Namanya kejutan, sayang" Renal terkekeh.
"Opa harus bantu Athena menjalankan amanah kakek Ares" Athena melihat wajah opanya.
"Opa udah pensiun, kak. Kan bentar lagi nikah, minta bantuan Raga dong" Lathief mulai menggoda cucunya.
"Wah, curang nih, ceritanya ke opa. Papa gak diceritain" Ucap Mika iri.
"Daddy gak cerita sama papa?" tanya Athena.
"Nggak, kak. Orang kakak belum ada jawaban. Gimana caranya mau cerita." jawab Renal.
"Jadi anak papa masih belum memberikan jawaban yah kepada Raga?" tanya Mika.
"Belum, papa." jawab Athena.
"Kok belum?" kini Renal yang bertanya. Ia juga penasaran alasan putrinya belum memberikan kepastian kepada Raga.
"The belum menjadi apa-apa, belum membahagiakan kalian" jawab Athena lirih.
Lathief mengelus pundak cucunya.
"Sejak Athena lahir, Athena sudah menjadi permata hati bagi kami. Kelahiran Athena ke dunia benar-benar membawa kebahagiaan bagi kami. Kamu sangat bahagia dan begitu bersyukur karena diberi amanah untuk membesarkan The. Jangan bilang gitu lagi yah sayang" Lathief memeluk cucunya.
Athena mengangguk dalam pelukan Lathief.
"Sudah waktunya buat kakak menjemput kebahagiaan kakak sendiri. Daddy akan bersiap-siap melepas anak Daddy yang cantik ini" Renal berdiri di belakang Athena, ia mengacak rambut anaknya.
"Bentar lagi anak papa bakal nemuin orang tua barunya" ucap Mika.
"Hiksss" Athena kembali menangis.
"Udah, jangan nangis hmm. Dikasih hadiah malah nangis" Renal mencoba menenangkan anaknya.
"Anak kamu ini limited edition, Ren" kata Lathief.
"Hanya satu di semesta, pa" Renal menimpali.
Athena mengangguk. Matanya masih berkaca-kaca.
"Nanti kalau ada waktu, pulang yah ke kota A. Kita sama-sama mengunjungi kakek Ares dan papi Rafa" kata Mika.
"Iya, papa" jawab Athena.
"Berkasnya mau disimpan di mana? Biar Daddy bantu" tanya Renal.
"Titip di mommy aja, dad" jawab Athena.
Renal memasukkan berkas-berkas penting itu ke dalam map.
"Tugas opa udah selesai. Semoga kebahagiaan selalu menyertai setiap langkah cucu opa yang cantik ini, selalu dalam lindungan Tuhan, membawa manfaat untuk sekitarnya, dan selalu sayang sama opa" ucap Lathief tulus.
"Terima kasih, Opa. Terima kasih udah sayang banget sama The. Terima kasih sudah selalu bersama The. Opa harus sehat terus untuk melihat Athena lebih berjaya lagi" Athena kembali memeluk Lathief.
"Iya, sayang" kata Lathief.
Renal dan Mika tersenyum melihat pemandangan di depannya. Athena bukan hanya amanah dari Rafa, tapi ia juga adalah karunia yang Tuhan berikan untuk keluarga Arunika.
"The juga ada titipan dari opa Hans" Lathief memberikan sebuah kartu kepada Athena.
"Hasil dari perkebunan, juga pabrik milik opa Hans" Lathief menjelaskan.
"The dapat banyak hadiah hari ini" ucapnya.
"Gak minta sama opa, kak?" tanya Mika.
"Opa udah kasih semuanya, pa." jawab Athena.
Renal dan Lathief terkekeh mendengar jawaban Athena. Benar, Lathief telah memberikan semua yang ia punya kepada Athena. Ia membaginya dengan adil kepada yang lainnya juga.
✨✨✨
Hari ini Renal, Alda, Mika, Ivana, Nevan, Arvin dan Arion akan kembali ke kota A. Lathief dan Aina memilih untuk tinggal beberapa waktu di kota ini.
"Gak tinggal lebih lama aja ,mom?" tanya Athena.
"Waktunya nggak pas, sayang. Adiknya kan udah semester akhir, Daddy juga lagi sibuk-sibuknya" jawab Alda.
"Mama Ivana juga ikut pulang?"
Ivana mengangguk.
"Mama tunggu di kota A yah" ucapnya.
Renal mencium pipi dan kening anaknya.
"Daddy pergi dulu yah"
Mika juga melakukan hal yang sama.
"Kak, bentar lagi Arion wisuda, kakak harus pulang ke kota A" kata Arion.
"Iya, bawel" Athena mengacak rambut Arion.
Arvin dan Nevan juga memeluk kakaknya. Mereka tentu tak lupa pamit pada anak kecil yang sejak tadi tidak menempel terus pada Alda.
"Hati-hati semuanya" ucap Athena sambil melambaikan tangannya. Ayra juga melakukan hal yang sama.
Setelah keluarganya tidak terlihat lagi, Athena menggandeng tangan adiknya menuju tempat parkir bandara. Min sudah menunggu.
"Masih sedih yah dek?" Athena memperhatikan ekspresi sang adik.
"Sedih kak" jawab Ayra tanpa ragu.
"Mau makan ice cream nggak?" Athena mencoba memperbaiki suasana hati sang adik.
"Mau. Mau rasa coklat dan vanila yah kak"
"Oke deh. Min, tolong mampir ke toko ice cream."
"Baik, nona" ucap Min sopan.
"Kak, makannya di rumah aja. Bareng Oma dan opa" pinta Ayra.
"Oke deh tuan putri" Athena mengacak pelan poni adiknya.
Jika ada yang bertanya keberadaan Bagas, Bagas sedang ada business trip. Anak itu selalu bepergian, mencoba menikmati pekerjaannya dengan cara sambil liburan saat mengunjungi suatu tempat.