Athena

Athena
Kehangatan



Weekend kali ini Athena memilih untuk kembali ke kota A. Ia mengambil penerbangan sore bersama Ayra, agar bisa sampai di kota A saat malam hari.


"Yakin nggak ikut?" tanya Athena pada Bagas yang mengantarnya ke bandara.


"Aku flight nya subuh, kak. Serius, aku pasti datang" jawab Bagas.


"Ya harus datang. Kalau nggak datang, telinganya aku jewer" ancam Athena.


Bagas tersenyum kecil, ia menepuk pelan kepala kakaknya.


"Iyaa, kak" ucapnya.


Bagas menemani Athena dan Ayra kedua perempuan itu check in dan lepas landas.


Di bandara kota A, Nevan sudah menunggu. Pesawat yang ditumpangi oleh kakak dan adiknya sudah landing beberapa menit yang lalu, hingga seseorang menubruk tubuhnya dan memeluk pinggangnya.


"Halo kak Nevan!" sapa Ayra, anak kecil itu mendongak menatap kakaknya yang sangat tinggi.


Nevan terkekeh, ia mengelus rambut adiknya.


"Udah sampai ternyata. Kakak di mana?"


"Ke toilet sebentar" jawab Ayra.


Nevan mengangguk mengerti, ia merangkul bahu adiknya.


"Maaf nunggu lama" ucap Athena.


"Bukan masalah, soon to be Mrs. Perdanakusuma" goda Nevan dengan menekan nada diakhir kalimatnya.


Athena terkekeh mendengarnya.


"Kak, Ayra lapar" ucap anak kecil itu saat mereka dalam perjalanan.


"Mampir ke anu dulu deh, Van" pinta Athena.


"Oke nona-nona muda" kata Nevan.


Sampai di resto, Athena segera memesan makanan untuk dirinya dan kedua adiknya, kemudian ikut bergabung.


"Udah lama banget kita gak ngumpul bertiga kayak gini" ucap Athena. Ia sadar betul akan kesibukannya.


"Abadikan lah" usul Nevan.


Tiga bersaudara itu benar-benar mengabadikan momen sederhana ini.


"Adek tidur kak?" tanya Nevan saat ia tidak lagi mendengar ocehan Ayra.


"Iya, Van. Kecapean dianya" jawab Athena.


Mobil Nevan sudah memasuki kompleks Arunika dan berhenti di depan rumah 03.


"Kakak masuk dulu aja. Ayra biar aku yang bawa" kata Nevan.


Athena mengangguk, ia hanya membuka pintu mobil agar Nevan bisa mengambil Ayra. Mereka beriringan memasuki rumah.


"Mommy Al, anaknya udah datang nih habis keluyuran bertiga di resto" Teriak Aroin.


"Bang Arion, Ayra lagi tidur ihh" omel Nevan.


"Bodo amat, siapa suruh nggak ngajak aku. Apaan perginya cuman bertiga" kini Arion yang mengomel.


"Iya, udahan ngomelnya. Nanti kita pergi sama-sama yah" Athena merangkul pinggang adiknya sambil berjalan menuju ruang tamu.


"Ehh, Oma Dinaaa" Athena memeluk Dina.


Dina yang mendapat pelukan dari sang cucu pun merasa senang, ia mengecup permukaan wajah Athena.


"Makin cantik cucu Oma Dina" katanya.


"Harus cantik lah, Din. Kedua Omanya juga cantik, pasti cucunya juga cantik" ucap Aina.


Athena juga memeluk Aina yang dihadiahi ciuman di kening gadis itu.


"Gen gak pernah bohong yah Na?"


Aina terkekeh mendengar pertanyaan Dina.


"Aunty dimana Oma?" tanya Athena.


"Baru saja pulang, tadi Angel nungguin The" jawab Dina.


"Mana Ivana ke mana?"


"Di belakang, lagi sibuk dengan mommy kamu" jawab Aina.


"Athena ke belakang dulu deh. Mau peluk mommy" katanya lalu berlari kecil menuju taman.


"Mommy" panggil Athena dan langsung saja memeluk mommy nya.


Alda tentu saja membalas pelukan anak gadisnya, ia sangat rindu kepada anak pertamanya ini.


"Yang bentar lagi jadi istri orang" goda Alda.


"Belum ,mom. Lamarannya aja baru besok." ucap Athena.


Ia lalu bercipika cipiki dengan Ivana.


"Totalitas banget hias rumahnya" ucap Athena. Ia sangat kagum melihat hasil dekorasi taman rumahnya.


"Ya harus dong. Cucu pertama keluarga Arunika akan dipersunting, tentu saja kami melakukan yang terbaik" kata Alda.


"Terima kasih, mom, mama" ucap Athena.


"Adek di mana?" tanya Alda.


"Ehh iya, aka kecilku mana?" Ivana baru sadar ia tidak melihat keberadaan Ayra.


"Yaudah, The juga istirahat sayang. Besok bangunnya cepat yah." pesan Alda.


"Iya, mommy" jawab Athena. Ia kemudian mengecup pipi mommy nya dan Ivana dan berlalu memasuki kamarnya.


Belum sampai di kamarnya, ternyata para adik-adiknya sedang bermain play station di ruang keluarga yang ada di lantai 2.


"Lho, belum pada tidur?" tanya Athena.


"Belum, kakak. Kami lagi main play station" jawab Arion.


"Kakak kira kalian udah tidur, padahal udah larut malam gini" kata Athena.


"Kakak tidur duluan gih. Besok kan udah jadi menantu orang" Nevan.


"Aku tinggal di rumah mertua, rasain kalian gak bisa ketemu kakak lagi" ancam Athena.


Mendengar ancaman kakaknya, ketiga lelaki itu segera berdiri dan memeluk sang kakak.


"Gak boleh" ucap ketiganya bersamaan.


Athena tertawa geli mendapat serangan dari ketiga adiknya.


"Iya, nggak kok. Kakak akan selalu seperti ini, menjadi kakak untuk kalian, dan yang lain." ia mengelus satu persatu kepala adik-adiknya.


"Janji yah?" Nevan mengangkat jari kelingkingnya.


Athena mengaitkan jarinya dengan Nevan.


"Tentu saja."


Si kembar juga melakukan hal yang sama.


"Udah, kakak tidur gih. Bentar lagi kami juga akan tidur. Besok kakak pasti sibuk, butuh tenaga yang cukup. Makanya sekarang kakak harus tidur" Arvin mengantar kakaknya hingga ke depan pintu kamarnya.


"Good night semuanya" ucap Athena sebelum memasuki kamarnya dan menutup pintunya.


Hari ini keluarganya kembali berkumpul dalam kebahagiaan. Ia memeluk frame foto dirinya dan Rafa. Besok, pagi-pagi sekali ia akan ke makam Rafa, James, Rina dan kakek nenek buyut dulu untuk menyampaikan kabar bahagianya sendiri.


Setelah puas menyampaikan rindu pada papinya, barulah Athena bersih-bersih dan mengganti bajunya dengan piyama.


Sementara di lantai 1, Renal baru pulang dari rumah 09.


"kakak di mana mom?" tanyanya pada Alda.


"Ada di kamarnya, dad. Mungkin sudah tertidur" jawab Alda.


"Aku lihat bentar deh." pamit Renal lalu berjalan menuju kamar anaknya.


Ia menggelengkan kepalanya saat melihat ketiga anak lelakinya tertidur pulas di atas karpet depan Tv yang masih menyala. Renal kemudian mematikan PlayStation juga televisi nya. Ia melihat ke kamar Ayra, ia juga belum melihat anak bungsunya. Ia terlebih dahulu memasuki kamar Ayra.


Renal mencium kening anaknya dan mengucapkan selamat malam.


Ayra yang tidurnya terganggu pun membuka matanya.


"Daddy" ucapnya pelan.


"Ehh, kebangun" kata Renal.


"Gendong"


Renal lalu membawa Ayra ke dalam gendongannya. Anak usia sembilan tahun itu nemplok di tubuh sang Daddy.


"Mau tidur sama mommy dan Daddy?" tanya Renal.


"Boleh?"


"Boleh, sayang" jawab Renal.


"Kita ke kamar kakak The dulu yah" Renal memasuki kamar Athena dengan Ayra yang masih berada dalam gendongannya.


Lelaki dewasa itu mencium kening anaknya dan mengucapkan selamat malam, meskipun ia tahu Athena tidak akan mendengarnya.


"Daddy selalu begini?" tanya Ayra saat mereka berjalan ke lantai 1.


"Gimana dek?"


"Selalu ke kamar kakak dan adek terus ucapin selamat malam"


"Iya, sama kak Nevan juga gitu."


"Terima kasih, Daddy." ucap Ayra.


Alda yang mendengar pintu kamarnya terbuka pun menoleh.


"Ehh,anak kecil mommy kebangun yah?" tanyanya. Ia mengecup pipi Ayra yang masih dalam gendongan Renal.


"Iya, mommy" jawab Ayra.


Renal mendudukkan Ayra di kasurnya.


"Daddy belum bersih-bersih. Biar mommy yang kelonin yah" katanya.


Ayra mengangguk. Ia mengambil posisi di tengah-tengah. Alda mengelus rambut anak kecilnya.


"Adek tidur yah"


Ayra mengangguk. Ia memeluk pinggang sang mommy.


"Udah tidur?" tanya Renal. Ia ikut bergabung bersama anak dan istrinya.


Alda menaruh jari telunjuknya dibibir, mengode untuk tidak berisik.


Renal mengangguk mengerti. Ia kemudian mencium kembali kening Ayra, lalu mencium kening istrinya. Dengan tangannya yang panjang, ia bisa memeluk kedua perempuan beda generasi itu.