
Setelah makan dengan teman-temannya, Athena kembali ke penthouse.
"Kak, masih mau nginap sini?" tanya Renal.
"Daddy dan mommy gimana?" tanya Athena balik.
"Daddy, mommy, Nevan, Oma dan Opa balik" Alda.
"The juga balik deh. Besok sekolah" jawabnya.
"Hubungannya balik sama sekolah apa The?" tanya Mika.
"The gak ada seragam sekolah disini." jawab Athena polos.
Mereka semua tertawa mendengar jawaban polos Athena.
"Kenapa sih pada ketawa?" heran Athena.
"Nggak ada. Ayo balik" Nevan menggandeng tangan kakaknya.
"Gak ada yah naik limos" peringat Athena saat mereka dalam lift.
"Iya. Mobilnya ganti" kata Lathief.
"Pake lambu opa?" tanya Arion.
"Arion kok bisa nebak sih?" tanya Lathief.
"Blood never lie. I'm Arunika's person" bangga Arion.
Mereka semua tertawa mendengar jawaban Arion.
"The di bonceng Min aja deh" ucap Athena.
"Kok gitu sayang?" tanya Aina.
"Nanti mobilnya gak muat, kecil gitu." jawab Athena.
"Lambu opa kan banyak, ada punya papa juga, Daddy kamu juga ada" kata Mika.
"Pokoknya Athena gak mau naik Lambu. The pulangnya bareng Min aja." kekeuh The.
"Kenapa sih kak?" tanya Nevan heran.
"Apaan Lambu di barisin gitu? Mau pamer? Supaya terlihat punya?" omel Athena.
Lathief lalu menelpon seseorang.
"Mobilnya di ganti. Yang gak terlalu mencolok" kata Lathief.
Mereka lalu duduk di sofa lobi yang sengaja di tutupi tirai.
"Akak The sihh" sebal Arion.
Athena menoleh ke arah Arion.
"Kakak gak ada yah larang Arion dan yang lainnya pulang pakai Lambu." tegas Athena.
Arvin dengan cepat mencubit lengan adiknya yang hendak berbicara lagi. Athena meskipun gak punya ekspresi marah, tapi jika suaranya tegas begitu tetap terlihat menakutkan.
"Mobilnya sudah siap tuan" beritahu seseorang dari luar tirai.
"Ayo semua" panggil Aina.
Sebuah bus dengan ukuran sedang terparkir di depan lobi hotel. Bus dengan tempat duduk kapasitas 12 orang itu terlihat lucu.
Dalam perjalanan Athena lebih banyak diam. Ia terlalu banyak merepotkan orang-orang hari ini. Ia menyesali tadi tidak mau naik Lambu, padahal adik-adiknya terlihat senang, itu juga pilihan opa.
Setelah bus tersebut berhenti di depan kediaman Lathief, Athena dengan cepat memeluk Lathief dan Aina secara bergantian. Ia juga pamit pada Mika, Ivana dan juga si kembar. Tak lupa pada mommy, Daddy dan Nevan. Ia meninggalkan kediaman Lathief lebih cepat daripada yang lain.
Setelah sampai di kamarnya, ia langsung membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Kemudian tertidur.
"Papa, cucunya jangan dipaksa buat publikasi dulu" pinta Aina saat anak-anak dan cucu-cucunya sudah pergi.
Lathief mengangguk.
"Semua sifatnya benar-benar turunan dari Alda. Papa hanya ingin tahu sifat dominan Athena, ma" jujur Lathief.
"Athena memang tidak lahir dari rahim anak kita, tapi ia besar dengan didikan dan cinta kasih yang anak kita berikan. Papa seharusnya tidak perlu khawatir."
Lathief merangkul istrinya.
"Dulu papa selalu bertanya-tanya, kenapa papa Ares memberikan nama Athena pada bayi merah itu, kenapa papa segitu sayangnya kepada anak itu? Ternyata papa bisa melihat masa depan, Athena akan tumbuh menjadi gadis yang bijaksana, kuat dan juga dermawan. Papa bahkan mengizinkan bayi berusia 2 tahun memasuki RelFath, ternyata cucu kita itu penyambung generasi perempuan di keluarga Arunika. Mika dan Alda mempunyai anak kandung, tapi bukan perempuan. Bayi perempuan akan terus lahir di generasi selanjutnya."
"Papa Ares pernah ngomong gitu?" tanya Aina.
Lathief mengangguk.
✨✨✨
Pagi sekali Athena sudah duduk di dapur, tanpa melepaskan tali tasnya di punggungnya.
"Kok bangunnya cepat sayang?" tanya Alda.
"Gak tahu, mom. Tiba-tiba aja terbangun sepagi ini, terus siap-siap" jawab Athena.
"Masih kesel sama opa?" tanya Alda lembut.
Athena menggeleng.
"Seharusnya opa yang kesel sama The, seperti Arion. Habis sarapan The bakal ke rumah opa dulu buat minta maaf" jawab Athena.
Alda mengelus rambut anaknya.
Setelah makan, Athena pamit pada Daddy, mommy dan Nevan seperti biasa.
"Min, ke rumah opa dulu yah" pinta Athena.
"Siap, nona" jawab Min.
Athena memasuki rumah Opanya. Terlihat opa dan omanya sedang sarapan berdua.
Mendengar langkah kaki yang mendekat, Lathief dan Aina menoleh. Mereka berdua tersenyum melihat kedatangan cucunya sepagi ini.
"Tumben kesini pagi-pagi" ucap Aina sambil menepuk kursi di sampingnya.
"Mau minta uang jajan yah?" goda Lathief.
Athena tersenyum mendengar godaan Lathief.
"Nggak. Opa dan Oma sarapan dulu deh" suruh Athena lembut.
"Sini sarapan sama Oma, sama opa juga" ajak Aina.
"The udah sarapan, Oma" tolak Athena halus.
Aina mengangguk. Ia kembali menghabiskan sarapannya.
"Kenapa sayang?" tanya Lathief lembut.
"I'm so sorry, opa. Maaf udah ngebantah mau opa semalam" ucap Athena langsung.
"Hey sayang, look at me. Opa semalam hanya menggoda Athena. Tidak benar-benar ingin menaiki lambu. Lambu terlalu kecil untuk keluarga besar kita." Lathief memegang dagu cucunya yang sejak tadi menundukkan kepalanya.
Athena menatap Lathief.
"Opa gak kesel?" tanya Athena.
Lathief menggeleng. Aina terkekeh mendengar pertanyaan polos cucunya.
"Terima kasih, opa, Oma" ucap Athena. Ia lalu mencium punggung tangan keduanya secara bergantian.
"The pamit yah, ke sekolah dulu. Nanti pulangnya langsung kesini" ucap Athena ceria.
Aina mengelus rambut cucunya.
"Hati-hati di jalan, sayang"
Lathief mencium kening cucunya.
"Gak minta jajan?" tanya Lathief.
"Uang cash gak kepake di Maheswari, opa" jawab Athena.
Lathief terkekeh mendengar jawaban cucunya. Ada-ada saja ide menantunya itu. Semuanya menggunakan sistem teknologi. Mading sekolah hanyalah formalitas atau jalan lain jika sistem sedang bermasalah.
✨✨✨
Saat sedang asyik makan di kantin bersama Fany, teman-teman kelas Athena datang sambil membawa cake ditangan masing-masing. Hanya Dwi yang membawa kue tart besar.
Mereka serempak bernyanyi lagu ulang tahun untuk Athena. Ini kali pertama mereka merayakan ulang tahun Athena, padahal sudah hampir dua tahun mereka sekelas.
Athena terkekeh mendapatkan kejutan semeriah ini dari teman-teman kelasnya. Ia juga sering melakukan hal yang sama buat mereka, tapi baru kali ini ia merasakannya sendiri.
"Terima kasih yah teman-teman untuk surprise nya. Maaf banget udah buat kalian repot" ucap Athena saat teman-temannya sudah mengambil posisi duduk masing-masing.
"Nggak repot, The. Malah kita senang, akhirnya bisa tahu tanggal lahir Lo. Lo yang udah terlalu sibuk buat kami, bantuin kami apa aja." kata Irvandi.
Athena terkekeh mendengar ucapan Irvandi.
Di hari pertama ia kembali memasuki sekolah setelah mengabdi 3 bulan di luar, ia mendapatkan hal tak terduga.
Teman-temannya terkesan cuek, tapi jika ada hal begini, atau ada yang sedang sakit dan berduka, mereka semua kompak untuk saling menghibur.