
Athena, Mika dan Renal sedang duduk di rooftoop. Ada yang berbeda dari resort ini, orang-orang tidak akan tahu kalau ada rooftoop di bangunan ini. Rooftoop nya terlihat cantik, dengan kaca yang menjadi pagarnya di semua sisi. Ada kursi malas, ada meja juga ada kursi gantung.
Athena duduk di kursi gantung, sementara Renal dan Mika duduk di kursi malas. Ada beberapa makanan di meja, juga beberapa jenis minuman.
"The, kalau papa bilang ini milik The, percaya nggak?" pancing Mika.
Renal menatap Mika tak percaya. Mika benar-benar tidak bisa menjaga rahasia.
"Hah, gimana pa?"
"Kalau papa bilang, 10 resort yang berjejer ini milik The, percaya nggak?" ulang Mika.
Athena menggeleng.
"Nggak" jawabnya kemudian.
Mika terkekeh. Anaknya ini benar-benar lugu.
Renal bernapas lega.
"Yaudah, kentang gorengnya di makan" tunjuk Renal pada meja di depan Athena.
Athena mengangguk. Ia memangku nampan yang berisi kentang goreng, juga sambel dan mayonaise.
Renal mengambil gambar anaknya yang terlihat sangat manis duduk bersila diatas kursi gantung sambil memangku nampan.
"The, madep sini" pinta Renal.
Athena melihat ke arah Renal. Ia tersenyum sangat manis.
"Aku juga dong, Ren" Mika tak mau ketinggalan.
Ia berdiri disamping kursi gantung, ikut berfoto bersama Athena.
"Gantian, bang" ucap Renal.
Renal merangkul pundak anak gadisnya kemudian tersenyum.
"What a sweet picture" lirih Renal.
"Kirim ke aku yah dad" pinta Athena
"Aman, sayang" Renal mengelus kepala anaknya sebelum mengambil minuman kaleng yang ada di meja.
"Praktek nya gimana The?" tanya Mika.
"Aman, pa. Aku nggak nyangka kakek Abraham yang punya kebun tempat aku praktek. Aku tahu ini gak lepas dari campur tangan Daddy, papa dan opa, tapi gak nyangka bakal se-totalitas ini. Tapi The prakteknya tetap pada aturannya kok, gak pake jalur VIP" Jawab Athena yang diselingi candaan di akhir kalimatnya.
Renal dan Mika terkekeh.
"Minggu depan udah lepas yah?" tanya Renal.
"Sebenarnya udah lepas Senin kemarin, semuanya udah selesai. Karena masih ada waktu yang tersisa, The dan teman-teman pengen nikmatin waktu sebelum benar-benar pulang." jawab Athena.
"Teman-temannya The baik, kan? Gak ada yang gerak geriknya genit gitu?" tanya Renal khawatir.
Athena terkekeh.
"Nggaklah, dad. Mereka aman"
"Syukurlah" ucap Renal.
"Jadi rahasia masih aman?" goda Mika.
"Aman dong. The kan udah profesional." jawab Athena bangga.
"Hooh, bang. Untung aja aku tahunya lebih cepat daripada yang lain. Kasian teman-teman Abang yang lain, baru tahu waktu papa naik ke atas panggung" ucap Renal.
"Emang mommy kenapa?" tanya Athena penasaran.
"Yah kayak kamu sekarang." jawab Mika.
"Cerminan Alda banget dia. Yang nurun dari aku cuman jiwa gelud nya aja" ucap Renal.
Athena dan Mika terkekeh mendengar ucapan Renal.
"Kok The gak mau buka topeng sih? Kan bagus tuh." heran Mika.
Athena menghela napasnya. Ia menyimpan nampan yang sudah kosong. Ia lalu minum air mineral.
"Arunika terlalu besar untuk aku, pa, dad. Kita semua tahu aku bukan orang biologis Arunika. Mereka pasti akan bertanya-tanya, orang-orang pasti akan berpikiran buruk tentang Arunika. Arunika begitu suci, dianggap dewa. The nggak mau karena keberadaan The, semuanya hancur. Para buyut sudah berusaha sangat keras menjaga nama Arunika, The nggak mau jadi orang yang merusaknya." jawab Athena. Ini adalah pertama kali ia mengeluarkan isi kepalanya.
Renal jongkok di depan kursi gantung yang Athena duduki. Ia memeluk anaknya, mengelus bahu anaknya. Mika melihat ke arah lain, mengusap pipinya dengan cepat.
"Dad, papa nangis kayaknya" ucap Athena.
Mika melihat ke arah Athena. Renal melepaskan pelukannya, lalu melihat kakak iparnya. Athena sangat tenang, bahkan setelah membuat orang menangis dengan perkataannya, ia masih bisa menggoda papanya. Kontrol emosinya sangat bagus. Renal dan Mika mengira Athena akan menangis, tapi hal itu tidak terjadi. Setelah mengeluarkan isi kepalanya, anak itu bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa.
"Daddy, papa dan opa gak perlu takut. The gak pernah sekalipun merasa sedih karena ada Arunika di belakang nama The. The malah sangat senang dan berterima kasih. The hanya belum percaya diri jika orang-orang tahu kalau The adalah seorang Arunika. The tentu akan berusaha keras agar orang-orang percaya jika Athena Mahendra Arunika adalah benar-benar orang Arunika" ucap The. Ia berusaha menenangkan Daddy dan papanya.
"Kamu gak perlu membuktikan apapun, sayang. Mereka tidak pantas mempertanyakan putri Daddy" Renal mengelus pipi anaknya.
"Orang-orang akan terus berbicara, The. Tidak peduli hal yang mereka bicarakan adalah fakta atau bukan, mereka akan tetap membuka mulutnya. Benar apa yang Daddy mu bilang, mereka tidak pantas mempertanyakan seorang Arunika" kata Mika.
"Thank you, dad. Thank you, pa." ucap Athena.
"Ren, time flies so fast. Anak bayik yang selalu jadi rebutan dulu, kini sudah besar. Sudah bisa berbicara sedalam itu pada kita-kita. Jangan-jangan bentar lagi bawa mantu ke rumah" Mika menggoda anaknya.
"Apaan sih, pa? Nggak yah."
"Bukan nggak, tapi belum" ralat Renal.
"Emang Daddy bolehin?" tanya Athena.
"Nggaklah. Enak aja." jawab Renal cepat.
Mika dan Athena terkekeh mendengar jawaban spontan Renal.
"Posesif daddy nih." cibir Mika.
"Kayak situ nggak posesif aja." Renal membalas cibiran Mika.
Mika terkekeh. Ia dan Renal tidak ada bedanya. Mereka berdua posesif dengan caranya masing-masing. Jika Renal bermain di atas panggung, maka Mika memilih berada di balik layar, seperti Lathief.
Athena berdiri. Ia mendekat ke batas balkon. Matahari sore terlihat begitu cantik.
"Daddy, papa, ayo selfie" ajak Ethena.
Renal dan Mika tentu saja tidak menolak ajakan sang anak gadis. Mereka berfoto dengan cahaya jingga dibelakangnya. Wajahnya tidak terlalu jelas, tapi Athena suka. Ia lalu mengambil gambar sekali lagi, mereka menghadap ke matahari terbenam, wajah mereka terlihat sangat berseri dengan bantuan matahari terbenam. Mereka terlihat sangat bahagia. Tidak. Mereka sangat bahagia.
"Kayaknya ini pertama kali kita pergi tanpa istri dan tiga anak laki-laki lainnya" kata Mika.
Renal mengangguk.
"Terima kasih, The. Karena sudah memilih bidang pertanian. Meskipun kemarin Daddy sempat merasa khawatir. Ke-khawatiran Daddy terbayar hari ini. The masih seperti anak Daddy yang di rumah, masih cantik dan manis." Renal merangkul bahu anaknya.
"With my pleasure, Mr. Maheswari" ucap Athena kemudian membungkuk sejenak.
Renal mengacak rambut anaknya. Mika yang melihatnya ikut tertawa. Athena dan kelakuan random nya selalu berhasil membuat mereka bahagia.