Athena

Athena
Meet With Them



Angin malam menerpa wajah Athena yang sedang berdiri di deck kapal.


"Keren banget view nya" ucap Athena.


"That's why gue mintanya berangkat malam. Lampu-lampu kota terlihat begitu cantik dari sini. Apalagi kalau udah mau sampai di pulaunya, keren abis The" Alan menjelaskan.


"Sekalian lihat sunrise di pulau sih" lanjutnya.


"Berapa jam perjalanan ke pulau?" tanya Athena.


"Sekitar 3 jam." jawab Alan.


"Sekarang udah jam 9 malam, berarti kapal akan berlabuh kurang lebih pukul 11. Kita sudah cukup lama meninggalkan ibu kota" kata Athena.


"Nginap di kapal apa di hotel?" tanya Alan.


"Tergantung, Lan. Dapat sunrise cantiknya lebih baik di mana?" tanya Athena balik.


"Di sebelah timur pulau. Lo bisa minta kaptennya untuk berlabuh di sana."


Athena mengirimkan pesan pada Min.


"Hotelnya jauh nggak?"


Alan menggeleng.


"Sekitar 100 M dari pantai."


"Tapi The, mesti dipesan jauh-jauh hari. Gue cuman pesan 1 kamar" beritahu Alan.


"Udah dipesankan sama Daddy kok" ucap Athena tenang.


"Enak banget yah jadi Athena"


"Kayak jadi Alan gak enak aja sih" cibir Athena.


"Tapi gue belum se- istimewa Lo sih"


"Lo yang nggak mau istimewa."


"Iya iya"


Tak lama kemudian, Min datang.


"Nona, tuan Renal meminta agar nona segera masuk. Angin malam tidak baik untuk kesehatan" ucapnya sopan.


"Terima kasih, Min" Athena lalu melangkah memasuki kapal. Alan ikut di belakangnya.


"Alan, aku istirahat bentar yah" pamit Athena.


Alan mengangguk. Ia mengelus rambut Athena sebentar.


Athena memasuki salah satu pintu yang ada di dalam kapal. Tas yang berisi keperluannya sudah ada di dalam sana, juga tas yang berisi dompet, ponsel juga pasport nya.


✨✨✨


Athena melangkah keluar dari hotel bersama Alan. Athena terlihat cantik dengan celana jeans biru yang menutupi hingga betisnya, baju kaos coklat berwarna navy bergitu cocok dengan kulit putihnya. Rambutnya hanya diikat ala ekor kuda, tak lupa kaca mata hitam yang bertengger manis di kepalanya. Athena membawa sweeter berwarna navy ditangannya, berjaga-jaga jika matahari terik.


Mereka lalu memasuki mobil yang telah disiapkan. Yang menjadi sopirnya tentu saja Min.


"Nona, Run dan Ram yang akan berada di sisi nona saat dalam sirkuit." beritahu Min.


"Kamu mau kemana?" tanya Athena.


"Saya berjaga di luar, nona." jawab Min.


"Hati-hati yah Min" ucap Athena tulus.


"Terima kasih, nona" kata Min.


Mobil terparkir di pintu timur sirkuit. Alan menggandeng tangan Athena, di belakang mereka ada Run dan Ram yang seolah-olah menjadi penonton juga. Mereka telah melewati pemeriksaan tiket, dan segera mencari tempat duduk sesuai yang tertera pada tiket.


"Banyak banget orangnya" takjub Athena.


"Ya banyaklah The. Apalagi ini event yang ditunggu-tunggu." Alan menimpali.


"Lo gak apa-apa panas-panasan gini?" tanya Alan.


"Nggak apa-apa. Aku udah pake sunscreen, bawa jaket juga kok" jawab Athena.


Para pembalap sudah memasuki sirkuit. Para penonton bertepuk tangan sambil meneriakkan nama idola mereka. Alan juga berdiri, ia berteriak seperti orang kesetanan.


Athena yang melihatnya hanya terkekeh pelan, Alan memang luar biasa. Ia tidak malu jika menjadi bahan perhatian.


Balapan sedang berlangsung. Masing-masing menunjukan kecepatannya. Siapa cepat dialah yang menjadi pemenang.


"Run, tolong fotoin" Athena memberikan ponselnya pada Run.


Alan yang berada di sisi kiri Athena ikut dalam foto itu. Alan merangkul bahu Athena dan memiringkan sedikit tubuhnya agar wajah tampannya terlihat jelas dalam kamera.


"terima kasih, Run" ucap Athena.


"Sama-sama, nona" Run memberikan ponsel Athena.


"Keren gak?" tanya Alan.


"Lumayan" jawab Athena lalu terkekeh.


Ia lalu menguploadnya di insta story, dan dibubuhi kalimat 'jadi beban @alannn dulu" . Ia lalu menyimpan ponselnya dan kembali fokus melihat balapan di depannya.


✨✨✨


Mereka berada di dalam sirkuit nyaris 3 jam lamanya. Athena tentu tak merasa bosan, ia telah dibekali oleh Indi banyak cemilan.


"Untung ada pengawal Lo" kata Alan yang terlihat sudah lelah.


"Emang kenapa kalau nggak ada?"


"Keluarnya pasti lama, berdesakan pula"


Mereka sudah berada di luar sirkuit.


"Nona tidak mau berfoto dengan mereka?" tanya Ram.


"Pembalapnya? Emang diizinkan?"


"Kalau nona mau, Ram akan menghubungi tuan Brian. Beliau juga sedang berada di sini, dan punya jalur khusus" jelas Ram.


"The, please!" mohon Alan.


"Ehh"


"Ayolah The"


Athena mengangguk.


"Tolong, Ram" katanya.


Ram mengangguk.


Terlihat beberapa orang saling mengode satu sama lain saat panggilan telpon Ram terputus.


Athena memperhatikan sekitarnya. Ternyata di pintu timur, 75% adalah orang-orang yang menggunakan kaos biasa dengan tanda khusus di bagian lengannya, yang hanya bisa diketahui oleh segelintir orang.


"Mari nona" ucap Ram.


Athena menarik tangan Alan untuk mengikuti kemana Ram melangkah. Saat akan memasuki salah satu pintu, langkahnya terhenti.


"Bentar Ram. Tolong minta seseorang menggantikan mu. Teman-teman aku ada disini, dan mereka sedang berdesakan untuk melihat idola mereka" kata Athena.


Ram dengan cepat menarik salah satu gadis yang ada di dekatnya. Ia hanya berkomunikasi lewat tatapan, Ram lalu pergi. Athena keluar dari garis kuning jalur khusus. Ia menarik kaki baju Raga.


"Lho, The?" kaget Raga.


Athena tersenyum melihat wajah kaget Raga.


"Panggil yang lain, cepet" katanya.


Raga menepuk pundak Kevin yang berada di depannya, hingga yang lain ikut menoleh.


"Ayo, cari jalan lain. Berdesakan di sini belum tentu dapat" katanya.


Mereka berdiri di sini sudah cukup lama. Mereka lalu mengikuti langkah Athena. Mereka belum ada mengeluarkan suara, hingga mereka sudah berada di jalur khusus.


"Lo ngapain disini The?" tanya Wildan.


"Temenin Alan kemari" jawab Athena.


"Alan siapa?" tanya Kevin.


"Saudara aku." Athena memimpin jalan hingga mereka sampai di depan pintu, dimana sudah ada Alan dan seorang gadis yang menunggu.


"Alan, kenalin mereka teman-teman aku. Semuanya, kenalin ini Alan, saudara aku" Athena memperkenalkan Alan.


Keenam lelaki itu lalu berhi-five dan saling menyebutkan nama.


"Belum bisa?" tanya Athena.


"Sudah, nona." jawab Gadis itu. Gadis itu lalu membuka pintu, meminta nonanya dan teman-temannya untuk segera masuk, lalu menutup pintu itu lagi.


Wildan, Darren, Raga, Eros, Kevin dan Alan tercengang. Di depan mereka para pembalap dunia sedang terlihat bercengkrama satu sama lain.


"Athena" panggil seseorang.


Athena tersenyum melihat sosok di depannya.


"Uncle Bri" ia memeluk tubuh tegap di depannya.


Brian mencium pipi juga kening Athena cukup lama. Melampiaskan rindunya yang sudah menggunung.


"Uncle rindu" ucap orang dewasa itu tanpa malu.


"The juga" kata The.


Keenam remaja itu menyaksikan pemandangan di depannya.


"Kalian boleh minta foto juga TTD mereka, tapi yang sopan yah" pesan Brian.


"Terima kasih, pak" ucap Alan dan Raga yang biasa aja.


Gadis yang tadi membawa mereka, masing-masing memberikan satu buah spidol, juga kaos yang menjadi khas dari pertandingan ini.


Keenam remaja lelaki itu berpencar, mencari idolanya masing-masing.


Athena masih memeluk pinggang Brian. Brian juga masih begitu betah merangkul sang ponakan.


"The gak mau foto bareng mereka?" tanya Brian.


"Fotonya sama uncle aja" jawab Athena yang berhasil menciptakan tawa Brian.


Gadis itu memotret dua orang penting di depannya. Berbagai pose telah terabadikan dalam ponsel Brian.


Tak lama kemudian, keenam remaja laki-laki kembali dengan wajah sumringahnya. Athena tak pernah melihat wajah mereka sebahagia saat ini.


"Sudah selesai?" tanya Brian.


"Sudah, pak. Terima kasih" jawab Eros senang.


"Uncle sampai kapan disini?" tanya Athena.


"Dua hari lagi uncle balik" jawab Brian.


"Besok temanin The keliling yah" pintanya.


Brian mengelus rambut Athena.


"Siap, sayang"


Brian lalu mencium kembali kening Athena.


"The pulang dulu yah, istirahat yang cukup agar nggak sakit lagi. Uncle sampai pengen terbang ke kota A waktu dengar The sakit. Besok Uncle jemput di hotel"


Athena mengangguk senang.


"Terima kasih, uncle. The dan teman-teman The pamit dulu" ucap Athena.


"Terima kasih, pak" ucap keenam laki-laki yang bersama Athena.


Brian mengangguk.


"Uncle titip Athena yah"


"Siap om" jawab mereka serempak.