Athena

Athena
Pesta Lajang



"Aku pamit dulu yah" pamit Raga pada Athena.


"See you tomorrow, hubby" Athena mencium punggung tangan suaminya.


Raga mencium kening Athena sangat lama.


"Tunjukkan pesona mu, nona" katanya.


Athena terkekeh mendengar ucapan Raga.


"Aku pastikan besok kamu akan menganga saat melihat aku di ballroom hotel" ucap Athena yakin.


"Yah, aku percaya."


Jika ada yang bertanya kemana Raga akan pergi, maka author akan memberitahu. Besok adalah resepsi Athena dan Raga. Hari ini keluarga meminta agar mereka berpisah sejenak. Raga akan bergabung dengan para lelali dan Athena akan bergabung dengan para wanita.


Hana dan Yudha, juga pak Abraham tiba siang tadi. Mereka sudah disiapkan kamar dan juga baju yang akan mereka kenakan besok.


Angga, Randi,Dian, Okan dan keluarga juga sudah tiba di kota A. Brandon dan Brian juga Tristan tentu saja juga sudah tiba. Semua kerabat kembali ke kota ini, untuk merayakan hari bahagia dari gadis kecil mereka, Athena.


"Theee, long time no see" teriak Sarah dari ujung lorong saat melihat kedatangan Athena.


"Saraaah" Mereka lalu berpelukan, melepas kerinduan.


"Udah lama gak ketemu, pas ketemu udah jadi istri orang aja" ucap Sarah.


Athena terkekeh mendengar ucapan Sarah. Sarah adalah anak dari sahabat mommy nya, Dian, yang menikah dengan Sandi, sahabat Renal.


"Apalah dayaku, gerbang pernikahan melambai-lambai kepadaku, dan aku segera menjemputnya. Hal baik tidak baik untuk ditunda" kata Athena.


"Well well well. Aku harap aku juga segera menemukan pangeran"


"Kamu akan segera menemukannya. Sarah adalah wanita yang cantik, baik hati dan juga anggun, semua lelaki akan memujamu" Athena merangkul Sarah menuju kolam renang. Dimana teman-temannya sudah menunggu. Ada Fany, Dwi, Wulan, Lala, Audy, Nindi, Raina dan Hana.


"Teman-teman, kenalin, namanya Sarah, sahabat aku juga" ucap Athena yang memperkenalkan Sarah kepada temannya yang lain.


"Halo Sarah, salam kenal" ucap yang lain serempak.


Sarah terkekeh mendengar kekompakan sahabat Athena.


"Kayak paduan suara aja" ucapnya.


"Heheh, ayo sini gabung. Mari kita menikmati segala fasilitas gratis yang ada di depan kita" Seru Dwi tanpa malu.


Beberapa tukang pijat ikut bergabung bersama mereka, untuk memanjakan tubuh kaku mereka karena pekerjaan dan juga kuliah.


"The, gimana rasanya jadi istri?" tanya Lala.


"Yah nggak gimana-gimana." jawab Athena lugas.


"Habis ini siapa yah?" tanya Wulan.


"Dwi kali. Kalau nggak yah Fany, cuman Fany kan yang punya pacar" jawab Hana.


"Kok tahu Han?" tanya Athena.


"Kan tadi sempat kenalan" jawab Hana.


"Apaan tuh sebut-sebut nama gue. Gue belum ada bayangan, koas gue belum kelar, mana internship nya, yang dulu dehh" kata Fany.


"Ehh, Fany anak FK?" tanya Sarah.


"Anak mama dia" kata Nindi.


Sarah terkekeh mendengar jawaban nyeleneh Nindi.


"Awalnya terobsesi masuk FK, belakangan baru pengen nangis. Bisa-bisanya gue terobsesi masuk FK yang bikin gue jungkir balik siang malam" curhat Fany.


"Sabar, sabar. Orang sabar banyak yang manfaatin" ucap Lala.


"Pedas banget, La. Pengalaman yah?" tanya Athena.


"Nggak, lah. Aku mah apa atuh, gak ada yang bisa dimanfaatkan" ucap Lala merendah.


"Yeuh, merendah untuk meroket" cibir Dwi.


Setelah puas menerima servis pijat, mereka lanjut barbeque.


"Jangan makan yang banyak The" Sarah memperingati Athena.


"Emang kenapa?" tanya Athena.


"Ehh, dibilangin kok. Besok lo mesti kelihatan cantik dimata Raga" Sarah mulai mengomel.


"Semangat Sarah ngomelnya" Hana bertepuk tangan, seolah menyemangati Sarah.


"Sama Bagas belum, sama Alan juga belum. Kalau sama Nevan m, Tristan, si kembar dan yang lain sudah kok" jawab Sarah.


"Habis ini temuin gih. Ntar Bagas ngomel lagi" saran Athena.


"Iya, nanti aku temuin" pasrah Sarah.


Satu persatu teman Athena pamit untuk ke kamar masing-masing. Kini tersisa Hana yang duduk di gasebo bersama dengan Athena.


"Aku ternyata gak tahu banyak tentang lo" ucap Hana.


"Sorry, Han." Athena tak enak hati.


"Gimana bisa gue kerja, berada di ruangan yang sama, sama-sama menerima kemarahan dari atasan dengan anak pemilik perusahaan?"


"Gak ada yang gak mungkin, Han. Di rumah, aku adalah anak Daddy, tapi di kantor aku dan kamu sama, sama-sama karyawan dari perusahaan daddy." jawab Athena.


"Jangan bilang pak Bagas adalah adik lo?"


"Yah, Bagas adik aku. Anak dari adiknya daddy."


"Omaigaat, The. Selama ini orang caci lo, maki lo, ngatain yang nggak-nggak ke lo, tapi lo diam aja."


"Nggak semua omongan orang perlu kita dengarkan, Han. Sejauh ini aku bukan orang yang hidup atas omongan orang lain. Aku melakukan semua hal yang aku suka, yang aku anggap penting, dan yang paling utama adalah aku tidak merugikan orang lain. Aku gak perlu menjelaskan siapa diriku kepada mereka, toh yang gak suka bakal tetap gak suka"


Hana memeluk Athena.


"Gue selalu penasaran dengan sosok malaikat bumi, selain mama gue, ternyata ada sosok lain di semesta"


"Aku kira kamu juga bisa menjadi malaikat buat orang lain. Tapi hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menyayangi dirimu sendiri" ucap Athena.


"Gue gak bisa bayangin gimana reaksi pak Abraham pas tahu lo adalah atasan dia?"


"Gak gimana-gimana pasti"


✨✨✨


Sementara di sudut lain bangunan, Yudha dan Abraham sama kagetnya saat mendapati keberadaan Renal yang datang sambil merangkul bahu seorang anak muda sepertinya.


"Yudha, itu namanya pak Renal, petinggi perusahaan yang belakangan ini memegang 75 persen saham di perusahaan." kata Abraham.


"Ehh, yang punya perusahaan dong pak" kata Yudha.


"Eeh, pak Bagas juga hadir" heran Abraham.


"Kalian gak tahu kalau Bagas adalah adiknya Athena?" tanya Darren kepada Abraham dan Yudha.


Yudha yang sedang minum pun, terbatuk mendengar pertanyaan yang sebenarnya adalah pernyataan. Abraham juga sama terkejutnya.


"Emang iya?" tanya Abraham.


Darren mengangguk.


"Bagas, Nevan yang disebelah sana, Tristan yang adik kecil, Arvin dan Arion yang sedang bersama Raga adalah adik-adiknya Athena" jelas Darren.


"Tamatlah riwayat gue" lirih Abraham.


"Lo ada jahatin The selama ini?" selidik Darren.


Abraham meringis.


"Ohh I see, lo jangan-jangan suka sama The yah, terus ngomongin yang nggak-nggak. Gue saranin jangan lagi deh. Athena mah pendiam, gak pendendam juga, ia juga sangat baik hati. Tapi lo udah dapat maaf dari The kan?"


Abraham mengangguk.


"Dia bahkan traktir kami makan siang, dan ngundang kami datang kemari" jawabnya.


Darren mengangguk mengerti.


"Berarti lo aman" ucapnya.


"Ngeri sih" ringis Yudha.


"Alaaaan, Bagas" teriak Sarah.


Semua mata memandang ke arah Sarah. Yang namanya disebut pun berlari mendekati sumber suara, mereka bertiga lalu berpelukan.


Rupanya Renal juga ikut memeluk gadis muda itu.


"Selamat datang sayang" ucapnya.


"Terima kasih daddy" kata Sarah.


Renal lalu menyapa yang lain, kemudian meninggalkan lokasi.