Athena

Athena
Selamat Datang



Baru saja Athena mendapat pesan dari Renal jika Bagas akan menduduki kursi CEO dua hari lagi. Athena senang mendengarnya, itu tandanya Bagas akan segera tiba di kota C sebentar lagi.


"Pada ngapain sih mereka?" tanya Yudha saat melihat beberapa karyawan sedang berkerumun dan berbisik.


"Katanya CEO akan segera tiba." Jawab Hana.


Mereka sedang duduk di kantin perusahaan, mengisi perut mereka.


"Ehh, beneran?" tanya Yudha.


"Iya, setelah sekian lama orang-orang penasaran, akhirnya kita bisa melihat langsung wajah sang CEO" Hana begitu semangat saat mengatakannya.


"Dengar-dengar dia masih muda, tampan dan berkharisma" lanjut Hana.


"Kalau dengar kata tampan aja langsung semangat" cibir Yudha.


"Cemburu Lo?" tanya Hana.


"Belum sih" jawab Yudha.


Athena asyik dengan ponselnya. Ia masih berbalas pesan dengan Renal.


"Serius banget, The" Hana mencolek pundak Athena.


Athena menoleh. Ia menyimpan ponselnya.


"Kenapa Han?" tanya Athena.


"Lo serius banget" kata Hana.


"Hehe, maaf yah. Makanannya belum datang?" tanya Athena.


"Belum" jawab Hana.


"The, katanya pak CEO bentar lagi bakal nunjukin dirinya" beritahu Hana.


"Ehh, gimana-gimana?" tanya Athena.


"Bentar lagi kita bisa lihat langsung pak CEO " jawab Yudha.


"Owalah, aku kira apa" kata Athena lempeng.


"The, ini CEO lho yang bakal datang" Hana begitu gregetan.


"Manfaatnya buat aku apa Han? Datang yah datang aja" ucap Athena.


"Han, jangan ajarin The genit deh, cukup Lo aja yang belingsatan lihat cowok tampan" kata Yudha.


"The juga gak lirik lagi cowok lain, Raga mau dikemanakan" lanjut Yudha.


"Yang punya pacar mah beda yah" Hana mendengus. Ia meminum air mineral yang baru saja diantar oleh pelayan kantin.


Di atas mereka juga ada Coto, nasi putih dan nasi goreng. Yang memesan coto tentu saja Athena.


"Coto terus" kata Yudha.


"Enak, Yud. Enak banget. Enak gila" ucap Athena.


"Lo gak bosan The?" tanya Hana.


"Nggak, Han. Enak gini kok" jawab Athena.


Aroma Coto dan jeruk nipis begitu menggugah selera.


Saat sedang asyik-asyiknya makan, seseorang memeluk leher Athena dari belakang. Athena menoleh ke samping, karena baru saja orang itu mencium pipinya.


"Long time no see, sister" ucap orang itu kemudian memamerkan deretan giginya yang tersusun rapi.


"What are you doing here?" tanya Athena.


"Tentu saja untuk menyapa my role mode" jawabnya kemudian ikut duduk di samping Athena.


Penampakan itu tak lepas dari banyak pasang mata yang menyaksikannya. Mulai dari lelaki itu turun dari mobil, hingga duduk di samping Athena. Seseorang memanfaatkan momen itu untuk digunakan sebagai peluru suatu hari nanti.


"Mau ini" pinta Bagas sambil menggeser mangkuk Coto Athena ke depannya.


"Itu punya aku lho" kata Athena.


"Pesan aja lagi" ucap Bagas seenak jidat.


Hana dan Yudha saling bertatapan melihat interaksi keduanya. Mereka terlihat akrab dan tanpa canggung.


"Tapi kan itu bekas aku" kata Athena.


"Nggak apa-apa. Bagas makan yah" pinta Bagas.


Athena mengangguk.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Bagas menyantap Coto milik Athena dengan begitu lahap.


"Mantap banget" ucap Bagas.


"Udah makannya?" tanya Athena.


"Udah, sayang" jawab Bagas.


"Yaudah, pulang sana" suruh Athena.


Hal itu membuat karyawan perempuan menjerit dalam hati. Seorang cassanova mendatangi seorang karyawan, dan bersikap manis kepada perempuan itu. Lelaki itu bahkan tanpa canggung memakan makanan milik sang perempuan.


"Yang tadi siapa The?" tanya Yudha.


"Oh, dia Bagas. Udah selesai kan makannya?"


Hana dan Yudha mengangguk. Dua orang itu cukup tahu jika Athena tidak ingin melanjutkan pembahasan tentang orang tadi.


"Yuk, balik" Hana melingkarkan tangannya di lengan Athena. Bersikap seolah-olah tadi ia tidak menyaksikan apa pun.


Athena sama. Seandainya bisa ia pasti akan menarik kuping Bagas. Lelaki itu begitu jahil, menciumnya di depan orang-orang kantor.


Telpon kantor berbunyi, Yudha yang menjawabnya.


"Siapa Yud?" tanya Hana.


"Pak Andika. Beliau minta Athena buat ke ruangannya" jawab Yudha.


"Ehh, aku?" tanya Athena sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, The. Siapa lagi coba" kata Yudha.


Athena minum terlebih dahulu sebelum berdiri.


"Semangat The" seru Hana.


Athena mengangguk. Ia lalu membuka pintu ruangannya dan segera melangkahkan kaki menuju ruangan yang ada disebelah ruangannya.


Athena mengetuk terlebih dahulu pintu yang ada di depannya.


"Masuk" suara seseorang terdengar dari dalam.


Athena menarik kenop pintu, dan membukanya.


"Selamat siang, pak" sapa Athena.


"Selamat siang, Athena. Langsung saja yah, saya tidak suka bawahan dari devisi saya menjadi bahan perbincangan orang-orang kantor. Jadi kalau bisa, tolong sikap kamu dijaga selama berada dalam area kantor" kata Andika.


"Gimana pak?" tanya Athena tidak paham.


Andika memperlihatkan layar ponselnya pada Athena.


"Berani sekali kamu dan lelaki ini mengumbar kemesraan di area kantor. Tolong bersikap profesional sebagai karyawan, dan bekerja dengan baik. Sampaikan kepada pacarmu ini untuk tidak mendatangi mu di jam kerja seperti tadi"


Athena mengangguk mengerti.


"Baik, pak" ucap Athena.


"Silahkan kembali bekerja"


"Baik, pak. Saya permisi" ucap Athena sebelum meninggalkan ruangan Andika.


Athena kembali memasuki ruangannya.


"Gimana The?" tanya Yudha.


"Yah dapat teguran" jawab Athena.


✨✨✨


Raga mencium kening Athena, kemudian mengelus singkat kepala Athena.


"Gimana harinya?" tanya Raga.


"Not bad. Apalagi Bagas sudah berada di kota ini" jawab Athena.


"Ehh, serius?" tanya Raga.


"Iya. Tadi dia datang ke kantin kantor, terus langsung meluk aku. Orang-orang pada ngeliatin, terus dijadiin bahan omongan, terus aku kena tegur sama pak Andika" cerita Athena.


"Bagas ini benar-benar jahil ternyata. Aku, Nevan dan si kembar pada nahan diri untuk tidak mendatangi mu di kantor, Bagas malah langsung menyambangi, mana pake peluk segala" Raga menggeleng heran. Adik Athena yang satu itu memang luar biasa dan sulit ditebak.


"Nah kan, aku aja kadang heran. Bisa-bisanya mami Angel punya anak sebobrok Bagas. Tapi meskipun bobrok, dia begitu berkharisma dan menjadi incaran para wanita." Athena saja heran dengan orang yang satu itu.


"Dia unik dengan sikapnya" ucap Raga.


"Bentar lagi duduk jadi CEO, pimpinan aku pula" cerita Athena. Ia tertawa setelah mengatakannya.


"Asyik bener" kata Raga.


"Daddy yang bilang sih."


"Berarti kamu aman, Bagas udah mau bantu Daddy kamu"


"Bersyukur sih. Tapi kasihan opa Raka dan papi Rian, mereka seharusnya udah istirahat"


"Kan mereka cuma ngawasin, The. Yang kerja juga tetep orang lain. Bagas juga mungkin lebih tertarik ke perusahaan daripada bidang pangan" Raga mencoba memberikan pengertian kepada Athena.


"Iya, Ga. Terima kasih yah" ucap Athena.


"Terima kasih buat apa?"


"Udah selalu ada" jawab Athena kemudian tersenyum.


Raga pun ikut tersenyum.