
Pagi tadi Brian dan Tristan sudah kembali ke kota C, kini saatnya Athena, Lathief, Aina dan Ayra yang berangkat.
Ayra berada dalam gendongan Jake.
"Jangan nyusahin kakak yah sama yang lain." ucap Jake.
"Iya, ayah"
"Nanti ayah temuin Ayra kalau ayah libur yah sayang"
Ayra mengangguk.
"Cium ayah dulu dong"
Ayra mencium pipi ayah angkatnya. Jake juga mencium lama kening putrinya.
"Bye, ayah" ucap Ayra manis.
Jake menurunkan Ayra dari gendongannya dan membawanya ke Athena.
"Dijagain yah adiknya" pesan Jake.
"Siap, ayah Jake" hormat Athena.
"Jangan terlalu bekerja keras. Ke kota A lah jika kau rindu anakmu" Lathief menepuk pundak Jake.
"Iya, papa" kata Jake. Ia mencium punggung tangan Lathief kemudian punggung tangan Aina. Ia tak lupa mencium kening dua anak perempuan yang sedang bergandengan tangan.
"Bye, Ayah" teriak Athena dan Ayra bersamaan.
Jake membalas lambaian tangan anak-anaknya.
Athena dan Ayra duduk di sofa. Ia meminta salah satu pramugara untuk memotretnya dengan sang adik.
"Opa juga mau dong" kata Lathief yang baru dari menemui kapten.
Aina yang serius melihat majalah pun, merasa tertarik untuk berfoto di atas pesawat pribadi milik Arunika. Interiornya begitu mewah dengan campuran coklat kayu dan putih.
"Terima kasih, mas" ucap Athena.
"Sama-sama, nona muda. Saya pamit, tuan, nyonya dan nona-nona" pamit pramugara itu. Sebelum pergi ia tentu membungkuk sejenak.
"Cantik banget cucu-cucunya opa" ucap Lathief saat melihat hasil potret pramugara tadi.
"Omanya juga nggak?" tanya Aina.
Lathief merangkul istrinya.
"Omanya yang paling cantik" jawab Lathief.
"Awaw so sweet banget" Athena takjub akan kasih sayang sepasang suami istri di depannya.
"Cucunya sampe mupeng tuh, Oma" Lathief ikut menggoda istrinya.
"Opa nih" Aina memukul pelan lengan sang suami.
Ayra yang sedang dalam rangkulan Athena sejak tadi hanya dia sambil melihat pemandangan.
"Cantik yah dek" kata Athena.
"Iya, kakak" jawab Ayra.
Jet pribadi yang membawa 4 penumpang itu mendarat dengan sempurna di bandara De Luna. Min dan Run sudah menunggu mereka.
"Selamat datang kembali tuan, nyonya dan nona" sambut Min.
"Terima kasih, Min" kata Lathief. Ia memasuki Limosin lebih dulu.
Aina menyusul, kemudian Ayra dan terakhir Athena.
"Mobilnya panjang" ucap Ayra pelan.
"Iya, mobilnya panjang yah sayang"
"Cantik juga"
"Iya, cantik seperti adek" Athena mengusap kepala Ayra.
Limosin berhenti di depan rumah Renal. Semua orang sudah menunggunya mereka pulang.
Athena menggandeng tangan Ayra memasuki halaman rumahnya. Ayra yang menggunakan gaun anak yang menutupi hingga lututnya, rambutnya di gerai membuat semua mata terpana melihatnya.
"Cantik banget" ucap Alda. Ia mencium kening Athena terlebih dahulu sebelum mengangkat Ayra ke gendongannya.
"Halo, Ayra!" Alda mencium permukaan wajah Ayra.
"Ini mommy, nak" ucap Alda lagi.
Ivana tidak mau kalah.
"Mau juga, Al"
Alda memberikan Ayra pada Ivana. Ivana sama greget nya dengan Alda.
"Lucu banget adeknya" Nevan rasanya juga pengen segera menguyel-uyel Ayra.
"Aku dulu yah Vin" Arion tak mau kalah. Ia menunggu giliran.
"Masuk dulu deh. Udah malam gini" Renal mengajak semuanya masuk.
"Akak The" panggil Ayra pelan.
The lalu mengambil Ayra dari gendongan Ivana.
"Jangan takut yah sayang. Yang tadi itu mommy sama mama. Yang disana Daddy sama papa. Nah, kakak yang di sana namanya kakak Nevan, kakak Arvin juga kakak Arion."
"Pelan-pelan aja kenalannya, jangan langsung diuyel" kata Aina.
"Tadi gemes banget, ma" ucap Alda.
"Maaf yah sayang yah" ucap Ivana.
"Ayo, Salim dulu sama semuanya" suruh Athena.
"Cantik banget" Mika mengusap kepala Ayra.
Ayra lalu mendekati Nevan.
"Halo adeknya kakak Nevan" Nevan jongkok kemudian mencium pipi Ayra.
Ayra hanya tersenyum kaku. Ia lalu mencium punggung tangan Arvin dan Arion.
"Gemes ihh" Arion mencubit pelan pipi Ayra.
✨✨✨
Pagi ini Alda begitu sibuk menata perabot untuk disimpan di kamar Ayra. Semalam Ayra masih tidur di kamar Athena.
"Ayra suka warna apa sayang?" tanya Alda.
"Warna pink, mommy" jawab Ayra.
"Wah, anaknya mommy suka warna pink ternyata"
Ayra sedang duduk disofa ruang keluarga yang ada di lantai 2. Ia sedang menikmati tayangan kartun di depannya.
"Mom, besok The kelulusan. Siapa yang bakal waliin?" tanya Athena yang baru keluar dari kamarnya.
"Gak mau Daddy aja?" tanya Alda balik.
"Belum siap, mom" jawab Athena.
"Nanti mommy telpon Alexia dulu" kata Alda.
"Thank you, mom" Athena mencium pipi Alda.
Alda mengelus rambut Athena.
Athena menjadikan paha kecil Ayra bantal, ia berbaring di sofa.
"Serius banget sih dek" Athena mulai mengganggu ketenangan gadis kecil itu.
"Nonton, kak" kata Ayra pelan.
"Bangun deh kak, nanti paha adiknya sakit"
Athena mengangkat kepalanya dari paha Ayra, ia lalu duduk bersama sang adik.
"Eh, besok malam juga prom night kan?" tanya Alda.
"Iya, mom" jawab Athena.
"Udah ada gaun?"
"Banyak di lemari"
"Gak mau yang spesial?"
"Nggak usah, mom. Lagian gaunnya Athena banyak yang gak kepake" jawab Athena.
Ivana tergopoh-gopoh menaiki tangga.
"Ayra sayang" teriak Ivana heboh. Dibelakangnya ada dua orang mbak-mbak yang datang membawa paper bag ditangannya.
"Mama" sapa Ayra.
"Napas dulu Van" suruh Alda.
"Ini lagi napas, Al" kata Ivana.
Dua mbak-mbak tadi permisi untuk kembali ke kediaman Mika.
"itu apa, mama?" tanya Athena
"Lihat deh, mama habis beli baju-baju buat Ayra." Ivana dengan semangat membongkar hasil belanjaannya di bantu Alda.
"Wah, bajunya cantik-cantik." takjub Alda.
"Bilang apa dek?"
"Terima kasih, mama" ucap Ayra.
"Ihh, manisnya anak mama" Ivana mencium pipi Ayra.
"Tinggal sama mama aja ayok" rayu Ivana.
"Mau sama kakak The" ucap Ayra.
"Gak bakal mempan, Van" kata Alda.
"Iya, magnet nya kakak The luar biasa sekali" Ivana mencium pipi Athena.
"Kalau yang itu apa, ma?" tanya Athena.
"Gaun titipan Oma, katanya buat Athena prom night." jawab Ivana.
"Ehh, padahal The gak minta lho sama Oma" katanya.
"Kayak gak tahu Oma aja" Alda mencibir.
Aina begitu perhatian kepada cucu-cucunya. Semua hal kecil ia perhatikan, seperti gaun prom night untuk Athena. Ia sangat kagum akan pergerakan omanya yang bergerak diam-diam.
"Cantik banget gaunnya kak" Alda membuka gaun itu, meneliti setiap sisinya.
"Oma kalau pilih apa-apa gak pernah salah" kata Athena.
"Oma sampai sewa desainer kayaknya buat gaun itu" beritahu Ivana.
"Emang iya Van?" tanya Alda kaget.
"Iya, Al. Serius"
"Bajunya cantik" ucap Ayra.
"Iya, nanti mama beliin juga buat Ayra yah sayang" kata Ivana.