Athena

Athena
Birthday Trip (2)



Raga membawa Athena ke sebuah pulau yang cukuo jauh dari kota C. Athena mengira ia dan Raga akan menaiki pesawat seperti pada umumnya, tapi ternyata mereka menaiki pesawat kecil yang hanya berkapasitas 20 orang. Ada Run dan Dina di dalamnya.


Pulau yang akan mereka datangi benar-benar private. Hanya ada hutan, gunung, pantai dan laut, juga ada beberapa bangunan penting seperti bandara kecil, beberapa toko, fasilitas kesehatan, bank dan juga hotel.


"Kita istirahat dulu yah" ucap Raga.


Athena mengangguk.


"Iya." jawabnya.


Kamar hotel Athena dan Raga bersebelahan, ada connecting door yang menghubungkan keduanya. Run dan Dina tentu mendapatkan fasilitas yang sama. Run sebelumnya sudah berdiskusi dengan Raga tentang trip ini, jadi ia tentu menyiapkan segalanya juga dari jauh-jauh hari.


"Nanti aku bangunin kalau udah waktunya makan siang" Raga mengecup kening Athena sebelum meninggalkan perempuan itu untuk beristirahat.


Athena melihat sekelilingnya, ia seolah berada di kota kecil yang begitu asri. Pulau ini cukup besar, perlu jalur udara untuk menjelajahi nya.


Athena membaringkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk, dan mencoba memasuki alam mimpi.


Seperti janjinya tadi, Raga akan membangunkan Athena saat waktu makan siang tiba. Kini ia sudah berada di kamar Athena, makanan yang ia bawa juga tertata rapi di meja.


Raga mengelus pipi Athena, mencoba membangunkannya.


"Sayang, ayo bangun" ucapnya lembut.


Mendapat gangguan, Athena perlahan membuka matanya. Ia bisa melihat wajah tampan Raga dengan begitu dekat dan jelas.


"Udah siang yah?" tanya Athena.


"Iya, kamu bersih-bersih dulu. Aku tungguin terus kita makan sama-sama" Raga mengelus rambut Athena.


Athena mengangguk. Ia membuka backpack nya, mengambil baju ganti kemudian memasuki kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama, Athena sudah selesai dengan kegiatan bersih-bersih nya. Ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi rambutnya.


"Ayo makan" ajak Athena. Raga sedang memainkan ponselnya, hingga tidak menyadari keberadaannya.


Raga menyimpan ponselnya di nakas, kemudian ikut duduk di sofa bersama Athena.


"Gak ada Coto, makanya aku pesan nasi aja." beritahu Raga.


"Iya, nasi dan ayam rica-rica juga enak, Ga" kata Athena. Ia tidak pilih-pilih soal makanan, asal halal dan bisa dimakan aja.


"Tapi pasti lebih enakan Coto menurut kamu"


"Heheh, you know me so much Mr. Perdanakusuma" ucap Athena.


Setelah makan, Athena membersihkan meja. Ia kembali menyimpan piring-piring nya di troli makanan dan menyimpannya di depan pintu kamar.


"Udah?" tanya Raga.


"Apanya?" bersih-bersih nya.


"Udah, sayang" jawab Athena. Ia duduk di atas karpet, persis di depan Raga yang duduk di sofa.


Raga membuka lilitan handuk yang ada di kepala Athena,ia mencoba mengeringkan rambut Athena dengan cara menggosok-gosok kan handuk tersebut.


"Gak bawa hairdryer?"


"Gak kepikiran"


Setelah dirasa rambut Athena cukup kering, Raga lalu mengambil sisir dan menyisir rambut Athena.


" Udah selesai" kata Raga.


Athena membalikkan badannya, ia menatap Raga.


"Terima kasih" ucapnya kemudian kembali fokus pada tayangan televisi di depannya.


Raga mendudukkan dirinya, agar bisa menjangkau kepala Athena. Ia mengecup rambut Athena berkali-kali.


"Gimana ulang tahunnya kali ini?" tanya Raga.


"As always, selalu menakjubkan. Aku gak nyangka keluarga aku bakal datang ke kota C. Saat itu aku cuma dinner berempat bersama opa, Oma dan Ayra. Tahu-tahu nya yang lain datang pas kami selesai makan. Aku aja sampai lupa hari ulang tahun aku lho Ga." cerita Athena.


"Yah lupa aja. Bersyukur banget di kelilingi oleh orang-orang yang sangat baik. "


Raga mengelus rambut Athena.


"Maaf yah aku telat ngucapinnya. Om Renal udah mewanti-wanti aku untuk tidak mengucapkan nya lebih dulu sebelum misi mereka berhasil"


"Di maafkan. Mereka sungguh luar biasa, Ga."


"Aku nggak tahu mau kasih kado apa lagi buat kamu, makanya aku adain trip ini."


"Terima kasih, Ga. Makasih banget udah selalu sayang sama aku, udah memberi warna dalam hidup aku, selalu berusaha buat nyenengin aku" ucap Athena.


"Kamu harus selalu bahagia dan baik-baik saja, The"


"Sayang Raga, selalu" Athena pindah duduk ke atas sofa, kemudian memeluk Raga.


"Udah yuk kita ke Pantai. Bawa baju buat renang kan?" tanya Raga


Athena mengangguk.


"Nggak terlalu terbuka kan?" Raga memastikan.


"Nggak, Ga. Celananya selutut, bajunya juga nggak ketat" jawab Athena.


"Yaudah, siap-siap gih. Aku tunggu di depan"


Athena hanya membawa baju renang, juga skincare yang akan melindunginya dari panas matahari. Tak lupa ponsel dan juga dompetnya. Ia terlihat cantik dengan celana cargo selututnya yang berwarna hijau army, sedangkan bajunya berwarna mocca. Kakinya ia tutupi dengan sepatu karrimor waterproof yang berwarna hitam. Dibahunya tersampir backpack berwarna mocca yang berisi keperluannya.


"Udah?" tanya Raga saat pintu kamar Athena terbuka.


"Yuk" kata Athena.


Style Raga tidak berbeda jauh dengan style Athena tadi. Mereka terlihat begitu serasi.


Raga memiliki Jeep Wrangler Rubicon untuk ia kendarai menuju pantai. Ia tidak perlu mengkhawatir kan medan yang akan mereka lalui, mobil ini bisa diandalkan dalam segala situasi. Perjalanan menghabiskan waktu selama 1 jam setengah. Hamparan pasir pink terlihat begitu indah, birunya air laut mengundang untuk dijelajahi.


"Keren banget,Ga" ucap Athena takjub.


"Udah yuk, kita istirahat bentar sebelum diving" ajak Raga menuju ke salah satu kedai yang berjejer rapi. Hanya ada 5 bangunan kedai, yang kental dengan suasana pantai nya. Dindingnya terbuat dari pelapa kelapa yang disusun begitu rapi hingga membetuk bangunan.


"Bu, es kelapanya dua yah" pesan Raga.


"Mau yang original atau yang gimana mas?"


"Aku mau yang pake gula aren. Kamu Ga?"


"Samain aja, The" jawab Raga.


Ibunya mengangguk mengerti. Mereka berdua duduk di kursi yang langsung menghadap ke pantai. Matahari masih cukup terang, waktu yang pas untuk menikmati es kelapa.


Ibu yang punya kedai sepertinya begitu mahir dalam membuat es kelapa, hingga dua buah kelapa yang dibentuk sedemikian rupa berada di depan Athena dan Raga.


"Seger" ucap Athena saat merasakan manis dan dinginnya air kelapa.


"Gak mau ngemil?" tanya Raga.


"Aku mau onigiri dan sandwich" jawab Athena.


Raga hendak berdiri untuk memesan, tapi Athena menahannya.


"Aku aja" kata Athena sebelum kembali memesan makanan kecil yang ia mau.


"Terima kasih, Bu" ucap Athena saat onigiri dan sandwich nya sudah jadi.


"Gak sekalian pesan buat diving kita nanti? Kamu bisa makan di atas perahu"


"Nanti aja, Ga." jawab Athena.


"Lautnya aman kan yah buat kita diving?" tanya Athena.


"Aman, sayang. Sekitar 100 M dari bibir pantai, ada taman bawah laut." beritahu Raga.