Athena

Athena
Anne



Athena membuka pintu kamar adiknya, rupanya daddy nya sedang menunggu sang adik mengganti seragam sekolahnya dengan baju rumahan.


"Adek ngambek yah?" tanya Athena pada Renal.


Renal menggeleng.


"Adek hanya belum tahu. Lagian tadi papa juga ngawur ngomongnya" kata Renal.


Pintu walk in clothes bergeser, Ayra sudah mengenakan pakaian rumahan nya.


"Ayo sini dek, duduk disamping daddy" Renal menepuk sofa kosong yang ada di sebelahnya.


Ayra mengikuti instruksi Renal.


"Adek gak sayang sama bayinya?" tanya Renal.


"Nggak tahu" jawab Ayra.


"Kok nggak tahu?" tanya Athena.


"Kalau kakak masih sayang sama Ayra, Ayra juga akan sayang sama bayinya" ucap anak itu polos.


Athena dan Renal terkekeh mendengar jawaban polos Ayra.


"Namanya Aurora, anak pertama kakak The, berarti itu juga adalah ponakan Ayra. Orang tuanya udah nggak ada, terakhir kakak ketemu neneknya yang juga sedang sekarat. Jadi, Ayra bantu kakak yah buat besarin Aurora sama-sama." Athena mencoba memberikan penjelasan.


"Tapi kakak masih sayang sama aku kan?" tanyanya.


"Ya sayang, dong. Semua anak-anak daddy harus saling menyayangi" kini Renal yang menjawab, ia mengelus kedua bahu anak perempuannya.


"Jadi udah mau main sama Aurora?" tanya Athena.


Ayra mengangguk cepat.


"Adiknya lucu, kayak boneka. Matanya berkedip-kedip " kata Ayra semangat.


"Yaudah, ayo turun. Kakak temanin Ayra makan siang deh" ajak Athena.


Ayra berdiri di atas kursi, lalu memeluk leher Renal.


"Minta digendong ternyata " kata Renal. Tapi ia dengan senang hati menggendong belakang Ayra.


"The juga mau dad" ucap Athena.


"Kakak udah besar. Daddy gak kuat" Ayra menimpali.


Renal terkekeh mendengar ucapan anak bungsunya.


Kedatangan mereka menarik perhatian Raga, Alda, Lathief dan Aina.


"Udah baikan yah?" Alda menggoda anaknya.


Ayra menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya, anak itu sedang malu-malu.


Alda terkekeh melihat Ayra, ia lalu berdiri dari duduknya.


"Ayo, mommy temanin adek makan" ajak nya.


"The aja, mom" kata Athena.


Alda mengangguk. Ia kembali duduk.


"Bang Mika kemana?" tanya Renal.


"Udah pulang dia. Habis papa tarik kupingnya" jawab Lathief.


Aurora yang sedang dalam pangkuan Aina merengek kecil.


"Oma duduk aja, biar Raga yang tenangin" Raga mengambil Aurora dari pangkuan Aina dan membawanya berjalan ke taman samping.


Menjelang sore, Athena dan Raga pamit. Lathief dan Aina sudah kembali sejak tadi.


"Ikut nggak dek?" tanya Raga.


Ayra menggeleng cepat.


"Nggak, kak. Ayra mau kerjakan tugas sekolah" tolaknya halus.


"Adek semangat yah belajarnya" Athena mengelus lembut rambut panjang adiknya.


"Bye mom, dad" ia lalu mencium kedua pipi orang tuanya.


"Raga pamit mom, dad"


Alda dan Renal mengangguk.


Raga dan Athena berjalan kaki menuju kediaman mereka. Sekalian memperkenalkan Aurora dengan lingkungan Arunika.


"Mommy dan mama Ivana udah beresin kok. Aku minta tolong mereka untuk nyiapin perlengkapan nya Aurora di kamar sebelah kamar kita" jawab Athena.


Raga mengacak pelan rambut istrinya.


"Maafin aku yah" ucapnya.


Athena memeluk pinggang Raga. Aurora berada dalam gendongan Raga dengan bantuan gendongan bayi.


"Never mind" kata Athena.


Athena memasuki rumahnya, sudah lama rasanya ia tidak menginjakkan kaki di rumah ini.


"Welcome home, baby Anne" ucap Athena.


"Anne?" tanya Raga.


Athena mengangguk.


"Aurora terlalu panjang dan rumit, The. Kita panggilnya baby Anne saja, kata dari Lysanne" jawab Athena.


"Baiklah nona"


Athena membantu melepaskan gendongan yang melekat di badan Raga.


"Gak nyangka jadi orang tua secepat ini. Anaknya langsung besar pula" Raga terkekeh.


"Tahu nggak, Ga, tanggal lahir Anne sama dengan tanggal pernikahan kita " beritahu Athena.


"Keren nih. Anne ulang tahun, kita anniversary " Raga mencium pipi anaknya.


"Kamu mandi dulu gih, Anne juga mau aku mandikan" suruh Athena, ia mengambil Anne dari gendongan Raga.


"Samaan aja ke atasnya sayang" Raga merangkul pinggang istrinya sambil menaiki tangga.


Athena ikut masuk ke kamarnya, ia harus menyiapkan baju untuk Raga terlebih dahulu, sebelum ke kamar sebelah untuk memandikan Anne.


"Anne sayang, ini kamarnya. Suka nggak? Ini oma Alda lho yang siapin, sama oma Ivana"


Athena membaringkan Anne diatas ranjang. Bayi berusia 5 bulan itu tertawa kecil mendengar suara Athena, ia seolah merespon ucapan mamanya.


"Bentar yah, mama siapin bajunya dulu, mau siapin air hangat juga"


Athena memberikan mainan di tangan Anne, lalu meninggalkan bayi itu sebentar. Tempat tidur Anne tentu saja aman, ada pembatas pada setiap sisinya.


Dengan telaten Athena memandikan Anne dan juga memakaikan baju pada badan kecil itu. Aroma khas bayi langsung tercium, sangat harum.


"Cantiknya anak mama" pipi Anne menjadi sasaran kegemasan Athena. Rasanya ia ingin sekali menggigit pipi anaknya.


Ia kemudian kembali ke kamarnya lewat connecting door. Rupanya Raga sudah selesai mandi.


Raga berbalik saat mencium aroma khas bayi, ia berbalik dan mendapati Anne sudah berganti baju dan terlihat lebih segar.


"Harumnya anak papa " ia kembali menggendong anaknya.


"Kamu mandi gih" ucapnya pada Athena.


Athena mengangguk.


"Kamu tunggu di bawa aja, temanin Anne ke taman. Aku juga sekalian masak habis ini" katanya.


"Baiklah mama" Raga menirukan suara anak kecil yang berhasil mengundang tawa Athena.


Athena sangat bersyukur ada Anne dalam kehidupannya. Ia sudah cukup lama menantikan buah hati, tapi belum diberikan rezeki. Tuhan mengaturnya dengan cara lain, dengan begitu kuasanya Tuhan mengirimkan malaikat kecil untuknya dan Raga yang menjadikan mereka menjadi orang tua. Sampai kini ia masih merasa mimpi. Seperti baru kemarin rasanya ia dan Raga bertengkar, dan kini sudah ada Anne diantara mereka. Ia akan selalu berusaha menjalankan amanah nenek Rita dengan sangat baik. Jika ditilik dari kisahnya, ia dan Anne sedikit memiliki kesamaan dalam perjalanan hidupnya. Mereka berdua sama-sama kehilangan orang tercinta saat masih kecil. Seperti Renal, Alda dan yang lain menyayangi dirinya, ia akan berusaha lebih baik untuk melakukan hal yang sama pada Anne.


Setelah selesai bersih-bersih, Athena berjalan ke dapur. Ia meninggalkan dapurnya cukup lama, berharap masih ada bahan makanan yang bisa ia jadikan makan malam untuk dirinya dan Raga. Untuk Anne, ia hanya perlu menyeduh bubur yang dijual di supermarket.


Besok pagi ia harus ke supermarket market untuk belanja bulanan, isi kulkasnya nyaris kosong, hanya ada bakso beku dan bihun. Ia kemudian mengulek bumbu untuk membuat kuah bakso, dan mencampurnya dengan bihun.


Ia bisa saja meminta Min dan yang lain belanja, atau ke rumah Alda, dan opsi lain adalah memesan makanan, tapi Athena benar-benar tidak melakukannya. Biarlah ini menjadi kenangannya, makan seadanya.


"Ga, stok makanan habis, sisa bakso dan bihun ini" ucap Athena. Ia sambil menyuapi anaknya bubur.


"Nggak apa-apa. Besok kita belanja. Maaf yah"


"Kok minta maaf?"


"Kan gara-gara aku stok makanannya sampai habis"


Athena tersenyum.


"Enak nggak?" tanyanya.


"Selalu nikmat. Anne mau nggak?"


"Anne masih kecil, Ga" Athena terkekeh.