Athena

Athena
Mengukir Kenangan (2)



Mereka tidur saat malam sudah cukup larut. Sekarang sudah jam 9 pagi dan belum ada tanda-tanda salah satu diantara mereka yang akan membuka mata.


Matahari sudah cukup terik, hawa tenda mulai terasa panas, barulah Athena membuka matanya. Ia memperbaiki perasaannya sejenak, sebelum bangkit dari tidurnya. Ia melihat sekitarnya, Fany dan Dwi masih tertidur, Audy jangan ditanyakan lagi, ia tidur begitu nyenyak.


Athena keluar dari tendanya, ia lalu masuk ke dalam villa untuk segera mandi dan membantu mbak untuk memasak. Setelah mandi, barulah Athena ke dapur. Tapi ternyata semuanya sudah siap. Athena kembali ke halam villa, teman-temannya mulai bangun satu persatu.


"Kalian mandi dulu." suruh Athena.


"Gue nanti aja deh, masih dingin" kata Galang.


"Hooh, masih wangi gue" Irvandi berkata.


"Cuci muka aja kalau gitu" usul Athena.


Sebagian memilih untuk mandi, sebagiannya lagi hanya mencuci wajah mereka. Mbak-mbak membawa teh dan kopi ke halaman villa. Ternyata sudah ada meja di dekat tenda. Tak lupa kue khas pedesaan juga.


Setelah yang memilih mandi selesai dengan ritualnya, Athena meminta mereka untuk sarapan. Bukan lagi sarapan sebenarnya, tapi makan siang.


"Makan dulu deh. Habis itu kita jalan-jalan di sekitar sini" kata Athena.


Sup hangat terhidang di depan mereka, perkedel kentang dan juga ayam goreng. Mereka hanya mengambil makanan di meja, kemudian duduk berjejer diatas matras.


"Manteeep" seru Bastian.


"Enak banget sih" kata Lala.


"Nikmat euyy" Audy ikut berkomentar.


Athena terlihat manis dengan celananya yang menutupi hingga betisnya, baju kaos navy dan juga kupluk di kepalanya.


"Masing-masing bawa air yah, bawa cemilan juga deh" kata Athena.


"Siap bosskuee"


Athena akan membawa teman-temannya ke air terjun yang cukup jauh dari villa. Mereka harus menyusuri jalan sepanjang 3 KM.


Athena membalas setiap sapaan petani teh yang menyapa nya. Mereka semua kenal dengan Athena, cucu dari pemilik perkebunan.


"Gila sih ini" takjub Naufal saat melihat pemandangan yang ada di depannya.


Air yang melompat dari ketinggian 9 meter, disisinya ada tebing tinggi.


"Untung gue belum mandi" ucap Galang.


"Berendam enak kayaknya" kata Irvandi.


"Kalian basah-basahan gitu? Entar kalian dingin, sakit lagi" omel Athena.


"Santailah The." Irvandi menepuk kepala Athena pelan.


Kaum perempuan jangan ditanya lagi, sedari tadi mereka mengabadikan perjalanannya.


"Woii foto woii" ajak Galang.


Mereka berfoto dengan latar air terjun di belakang mereka. Ada yang berdiri, ada yang duduk di atas batu sungai dan ada juga yang berendam.


Setelah puas bermain di air terjun, Athena mengajak mereka untuk pulang. Hari sudah sore, mereka belum makan siang.


Setelah semuanya bersih-bersih, mereka kembali menyantap makanan.


"Gak terasa udah sore aja" kata Dwi.


"Petaninya udah pada pulang" Feby melihat kebun teh yang tersusun petak dibawahnya.


"The, villa ini udah lama?" tanya Soni.


"Dibangunnya udah lama sih, tapi beberapa kali di renovasi" jawab Athena.


"Pantes" ucap Soni pelan.


"Kenapa deh Son?" tanya Lala.


"Pantes bisa sekeren ini. Para tetua The udah punya ini dari lama ternyata. Apalagi lihat interaksi The dengan para petani tadi, tetua The sepertinya tuan tanah disini" tebak Soni.


"Ada-ada aja sih, Son "ucap Athena yang diakhiri kekehan ringan.


"Bokap Lo kerjanya apa The?" tanya Wulan.


Athena yang sedang memakan kripik singkong yang Raga bawakan beberapa hari lalu jadi terhenti.


"Kantoran" jawab Athena.


Wulan mengangguk.


Matahari jingga sudah nampak kembali.


"Seandainya jaraknya deket dari kota, tiap pekan gue pasti maksa The buat diajak kesini" ucap Fany tak tahu diri.


"Beban gue rasanya hilang semua kalau lihat yang indah-indah. Apalagi lihat senja dari tempat ketinggian seperti ini" lanjut Fany.


"Bebas gitu yah Fan" ucap Lala.


Fany mengangguk.


"Tidak ada belajar, tidak ada buku, yang ada hanya ketenangan dan pemandangan yang indah" katanya.


"Nanti aku ajak lagi deh" janji Athena.


"Sekarang nikmatin aja. Minum teh hangat, makan kripik singkong, makan apa aja deh yang ada, bercanda bersama teman-teman, pokoknya nikmatin" ucap Athena.


Arsya kembali memainkan gitarnya sambil bernyanyi lirih. Nyatanya lirihan Asrya membuat teman-temannya ikut bernyanyi.


Pagi ke pagi


Ku terjebak di dalam ambisi


Seperti orang - orang berdasi


Yang gila materi rasa bosan


Membukakan jalan mencari peran


Keluarlah dari zona nyaman


Biarlah berlalu


Bekerja bersama hati


Kita ini insan


Bukan seekor sapi


Biarlah membiru


Berkarya bersama hati


Waktu ke waktu


Perlahan kurakit egoku


Merangkul orang - orang


Yang mulai sejiwa denganku


Ke - BM - an


Membuka jalan


Mencari teman


Bergeraklah dari zona nyaman


Biarlah berlalu


Bekerja bersama hati


Kita ini insan


Bukan seekor sapi


Biarlah membiru


Berkarya bersama hati


Diam dan mati milik dia


Yang tak bisa berdiri


Berdiri


Diam dan mati milik dia


Yang tak bisa berdiri


Berdiri dikakinya sendiri


Biarlah berlalu


Bekerja bersama hati


Kita ini insan


Bukan seekor sapi


Biarlah membiru


Berkarya bersama hati


Kita ini insan


Bukan seekor sapi


Tanamkan pesanku


Agar tak keliru


Bekerja bersama hati


- Zona Nyaman, Fourtwnty


Gelap kembali menyapa. Soni dan Naufal menyalakan api unggun. Mereka tidak perlu susah-susah untuk mencari kayu bakar, karena orang-orang yang bekerja di villa sudah menyiapkan semuanya.


Feby, Lala, Wulan dan Audy terlihat sibuk mengangkat makanan dari dapur villa hingga ke halaman. Liburan di villa rasa liburan di hotel. Tidak perlu bersusah payah untuk memasak dan segalanya. Athena benar-benar totalitas menyiapkan semuanya.


"Kayaknya kita kesini buat makan dan cerita doang" kata Bastian.


"Habis makan kita lomba joged balon. Gue bawa balon" seru Dwi.


"Wah, boleh tuh" Feby berseru senang menanggapi.


"Yaudah, makan dulu semuanya" ajak Athena.


Bastian dan Arsya memompa balon yang dibawa Dwi. Naufal dan Soni menyiapkan lagu untuk mengiringi kegiatan mereka malam ini.


Setelah semuanya siap, para perempuan memilih salah satu kertas yang sudah digulung, nama yang mereka dapat akan menjadi pasangan mereka bermain joget balon.


Athena membuka kertas yang ada ditangannya, nama Bastian yang muncul.


"Oke bray, siap-siap, tuwagampat!"


klik


Lagu dangdut terdengar. Masing-masing pasangan sibuk mempertahankan balon agar tidak terjatuh dari sanggahan kepala mereka.


Pasangan yang gagal pertama kali adalah Soni dan Lala, dan yang menjadi pemenangnya adalah Dwi dan Irvandi.


"Pemenangnya dapat hadiah apa nih?" tanya Dwi songong.


Athena mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


"Aku kasih hadiah deh"


Dua tiket dinner VIP di AN RESTO .


"Tahu gitu gue tadi gak ganggu Lala biar bisa makan gratis" sesal Soni.


Semua terkekeh mendengar gerutuan Soni.