
Setelah makan malam bersama, mereka berpindah tempat ke ruang keluarga untuk melanjutkan obrolan. Anne duduk di atas keretanya yang terus bergerak karena bayi itu tidak pernah bisa diam. Ditangannya ada empeng yang berisi dua lapis jeruk manis yang ia isap.
"Makin gembul aja" tangan Vania tidak tahan untuk tidak menoel pipi cucunya.
Athena terkekeh mendengar ucapan mertuanya.
"The, Anne bobo sama papa dan mama yah" pinta Baskara.
Athena melihat ke arah suaminya, yang dibalas tatapan terserah kamu aja. Athena lalu mengangguk.
"Emang nggak gangguin tidur papa? Anne kan kadang rewel"
"Rewelnya segimana sih? Tidur Anne pasti nyeyak, anak ini gak ada tidur sejak tadi siang" tebak Vania.
"Ya terserah mama sih. Kalau misalkan Anne rewel, anterin aja ke kamar" ucap Athena.
"Gampang itu mah" Vania mencium pipi cucunya.
"ma ma ma ma mama pa pa papa pa" bayi itu mengoceh.
"Ayo, coba bilang nenek" ucap Vania.
"nnnnnnnn"
"Pertama kali Anne ngomong, yang dipanggil duluan siapa?" tanya Baskara penasaran.
"Papanya dong" bangga Raga.
"Emang iya The?"
Athena hanya mengangguk pasrah.
"Persis Raga nih, yang disebut duluan papanya" kata Vania.
"Harus itu. Anne kan anak papa yah sayang yah"
Bayi itu berjingkrak senang, tangannya ditepuk tepuk.
Sebelum tidur, Athena mengganti baju Anne menggunakan pakaian tidur, tak lupa juga mengganti popok anak nya.
"Anak mama tidur sama neneknya yah sayang yah"
Mata Anne mengerjap lucu menatap mamanya.
"Ayo sayang tidur sama nenek, sama kakek juga" Vania mengambil Anne dari gendongan Athena.
"Ini ma, susunya. Anne jarang kok bangun larut malam, selagi perutnya kenyang"
"Okay, sayang. Ayo, bilang good night dulu sama mama" Vania mengacak pelan rambut menantunya.
"Bye bye sayangnya mama, good night, ma" ucap Athena.
Vania tersenyum, ia kemudian melangkah memasuki kamarnya.
Setelah pintu kamar Vania tertutup, barulah Athena kembali ke lantai dua, dimana kamarnya berada. Kamar Raga sih sebenarnya, tapi kan sekarang ia sudah menjadi istrinya Raga, boleh dong ia mengklaim kamar Raga sebagai kamarnya juga.
Athena bergegas ke kamar mandi untuk mencuci wajah, tangan dan sikat gigi, kemudian mengganti bajunya dengan piyama tidur. Entah dimana Raga berada, mungkin kah masih di ruang kerja bersama papanya.
Athena menyandarkan kepalanya pada headboard tempat tidur, ia sedang memainkan game di ponselnya. Hingga pintu terbuka dan mengalihkan perhatian nya, rupanya Raga yang memasuki kamar mereka.
"Aku kira kamu udah tidur" ucap Raga.
"Belum, tadi main game." kata Athena. Ia menyimpan ponselnya di nakas yang berada tidak jauh dari tempat tidurnya.
"Yaudah, baring gih. Aku mau bersih-bersih dulu" Raga mengelus rambut istrinya.
Athena membaringkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar Raga. Entah berapa lama ia melakukan hal tersebut, hingga kedatangan Raga menyadarkan dirinya.
"Lagi mikirin apa?" tanya Raga.
"Aku kok belum hamil yah?"
"Gimana mau hamil, bikin aja jarang " kata nya pelan.
Dengan spontan Athena menepuk lengan Raga yang ada di atas perutnya. Hal itu membuat tawa Raga pecah.
"Boleh nggak?" tanyanya
"Aku udah lama puasa lho ini"
"Theee" rengek Raga. Bibirnya bahkan sudah menjelajahi telinga Athena.
"Pengen banget?" tanya Athena yang sudah mulai merasa gugup.
Raga menatap mata istrinya.
"Sangat ingin" jawabnya dengan suara serak.
"Ya udah" Ucap Athena tak kalah lirih.
Mendengar jawaban istrinya, Raga begitu bersemangat. Ia adalah seorang lelaki dan seorang suami, kebutuhan biologis tentu saja sangat ia perlukan. Bukankah menggauli istri juga termasuk ibadah?
"Jangan keluarin, Ga" ucap Athena saat Raga akan mencabut miliknya.
"Kamu pasti capek kalau aku gini terus." Raga masih berada di atas Athena.
"Atau kamu tidur di atas aku aja" dengan cepat Raga membalik posisi mereka, hingga Athena berada diatasnya.
"Nyaman kan?" tanyanya.
"Pantesan kamu suka tiduran di atas aku. Hangat gini rasanya" ucap Athena. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Raga.
"Jangan banyak goyang The, atau kita akan begadang" peringat Raga.
Athena terkekeh. Ia mencium seluruh permukaan wajah suaminya.
"Terima kasih, sayang. Terima kasih sudah melengkapi hidup dari pria yang banyak kesalahannya ini" Raga memeluk punggung istrinya.
"Maafin aku yah. Maaf udah ninggalin kamu" ucap Athena.
"Udah yuk, tidur." Raga mengusap bahu istrinya.
Athena membuka kelopak matanya, ia merasa terganggu karena ulah Raga yang sedang meny*su bak anak bayi.
Athena mengelus rambut suaminya, ia melihat jam dinding, masih pukul 4 dini hari.
"Kok bangun?" tanya nya.
"Nggak tahu, terbangun aja. Mau lanjutin yang semalam nggak?"
"Kamu masih pengen?"
Raga mengangguk semangat, dengan cepat ia mencium bibir istrinya. Ia seolah balas dendam karena sudah lama berpuasa.
"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Raga saat melihat istrinya masih meringkuk dalam selimut. Sementara dirinya baru saja mandi.
"Aku terlalu keras yah?" ia mengelus kening istrinya.
Athena menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum bahagia melihat wajah segar suaminya. Athena merentangkan tangannya, meminta agar Raga membantunya untuk duduk.
Raga yang mengerti bahasa tubuh Athena pun, dengan cepat membantu Athena duduk. Ia memberikan air minum pada istrinya.
"Ayo, aku gendong kamu ke kamar mandi"
Athena memeluk leher suaminya hingga sampai di kamar mandi.
"Mau aku mandiin?" tanya Raga.
"Nggak usah, kamu tunggu di luar aja. Aku bisa kok" jawab Athena.
Raga mencium kening istrinya yang masih basah karena keringat, kemudian menutup pintu kamar mandi dari luar.