Athena

Athena
Mood swing



Mereka masih berada di mobil Raga. Athena masih diam, Raga juga ikut diam. Lelaki itu masih minim pemahaman tentang wanita, ia tidak tahu harus bagaimana agar mood perempuan di sampingnya kembali membaik.


Raga lalu membuka pintu mobilnya. Ia berjalan ke arah pintu penumpang, membuka pintu untuk Athena.


"Turun sendiri atau aku gendong?" tanya Raga lembut.


Athena menurunkan kakinya, hendak berjalan ke arah lain. Raga dengan cepat menarik tangan gadisnya lalu merangkulnya.


"Jangan buat aku marah The" ucap Raga.


Mereka memasuki apartemen, lebih tepatnya Raga yang menarik Athena. Raga membawa Athena hingga k kamarnya. Ia menidurkan Athena dan menindih Athena.


"Look at me" ucap Raga pelan.


Athena malah melihat ke arah lain, memalingkan wajahnya. Raga sudah tidak tahu harus kenapa pun menggulingkan tubuhnya ke samping Athena. Ia butuh ketenangan saat ini, ia tidak ingin meluapkan emosini. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Athena, memeluk pinggang gadis itu.


"Aku minta maaf" gumam Raga.


Setelah merasa emosinya stabil, Raga mendudukkan dirinya. Athena masih membelakanginya.


"Ayo, aku antar kamu pulang" kata Raga.


Athena lekas berdiri dan berjalan keluar dari kamar Raga. Raga mengikuti langkah Athena, hingga sampai di mobilnya.


Tidak ada percakapan selama mereka di jalan. Sebelum membuka kunci pintu penumpang, Raga sekali lagi mengucapkan maaf untuk Athena. Ia tak lupa mengembalikan tas gadis itu.


"Hubungin gue kalau mood Lo udah baik. Gue bukan gak mau bantuin Lo agar mood Lo baik, tapi gue masih belum cukup sabar untuk itu. Take care of your self" kata Raga sebelum membuka pintu mobilnya.


Ia melihat Athena hingga memasuki rumahnya, barulah ia menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumah.


Athena juga bingung dengan dirinya,seharusnya ia tidak seperti ini. Raga tadi hanya berniat menggodanya dengan mengatakan rasa makanannya cukup aneh. Kenapa Athena meski sekesal itu. Raga bahkan sudah meminta maaf berkali-kali, tapi dirinya masih begitu kesal terhadap Raga, hingga mulutnya bak terkunci tak bisa berbicara.


Athena lalu memasuki kamarnya, mengganti bajunya dan merebahkan badannya di sofa. Ia menutup matanya, berharap alam mimpi segera mendatanginya.


Athena terbangun saat hari sudah malam. Tumben sekali mommy nya tidak membangunkan dirinya. Ehh, dirinya lupa mommy nya sedang ke negara G untuk menemani Daddy nya mengecek pekerjaannya. Nevan juga sedang dikarantina untuk pertandingan bela diri pekan depan. Athena melihat ponselnya, tidak ada satu pun pesan dari Raga.


Karena benar-benar malas beranjak dari tempat tidurnya.


"Nona mau makan malam pakai apa?" tanya Mbak Mita.


"Tolong mbak, minta mbak Ani buatin saya Coto" pinta Athena.


"Baik, nona" kata mbak Mita sopan.


Athena membayangkan makan coto dengan kuah kacang yang pedas juga asem, dan banyak bihun nya.


Setelah membersihkan wajahnya, Athena turun ke lantai satu rumahnya. Mbak Ani terlihat sibuk memasak Coto.


"Maaf yah mbak, The buat mbak repot malam ini" ucap Athena.


"Dengan senang hati, nona" kata Mbak Ani sopan.


Athena membuka kulkas, mencari jus alpukat. Ia lalu membawanya ke meja bar. Ia megambil gelas yang menggantung di bagian atas meja, lalu menuang minuman dingin yang kental itu. Rasanya selalu sama, menenangkan.


Tak lama kemudian, mbak Ani membawa nampan yang berisi semangkuk coto juga bihun goreng di piring yang lain. Ada sambel juga jeruk. Cotonya masih panas, asapnya mengepul dengan aroma yang begitu menggugah.


"Mau makan dengan nasi nona?" tanya Mbak Ani.


"Boleh deh mbak" jawab Athena.


Mbak Ani lalu mengambilkan Athena sepiring nasi dan menyimpannya di meja bar.


"Terima kasih, mbak" ucap Athena.


"Sama-sama nona" kata Mbak Ani.


"Mbak dan yang lain sudah makan?" tanya Athena.


"Sudah, nona." jawab Mbak Ani.


Athena menambhakan beberapa sendok sambel juga perasan jeruk nipis pada cotonya, tak lupa ia juga menambahkan bihun goreng sangat banyak.


Ia makan dengan lahap, Coto di depannya benar-benar menjadi mood booster baginya.


Setelah makan, Athena mencuci sendiri piring bekas makannya dan membersihkan meja bar.


"Nona, ini gorengannya" kata Min sambil meletakkan beberapa kantong gorengan.


"Tahu bulat yang mana?" tanya Athena.


Min menunjuk salah satu kresek. Athena mengambil beberapa biji tahu bulat juga tempe goreng.


"Kamu bawa ke belakang aja. Makan bareng dengan yang lain" suruh Athena.


"Baik, nona. Terima kasih" ucap Min.


Athena mengangguk. Ia lalu membawa piring yang berisi tahu bulat dan tempe goreng ke balkon kamarnya.


Ia memakan gorengan itu sambil menikmati indahnya langit juga sejuknya angin malam. Karena kekenyangan, Athena tertidur di balkon kamarnya hanya dengan menggunakan celana pendek selutut dan baju kaos lengan pendek.


✨✨✨


Athena terbangun saat matahari pagi menerpa wajahnya. Ia mengucek matanya dan melihat sekitarnya. Ia baru menyadari jika ia tertidur semalaman di balkon.


Athena berjalan masuk ke kamarnya, segera mandi dengan air hangat agar tidak sakit.


Setelah mandi, ia turun ke lantai dasar sambil membawa ponselnya.


"Buburnya sudah siap, nona" kata Mbak Ni.


"Terima kasih, mbak" ucap Athena.


Sekarang adalah hari libur, ia berencana akan bersepeda mengelilingi kompleks. Tapi hal diluar dugaan terjadi, ia merasa ingin minum es dawet yang ada di seberang jalan raya.


"Mau kemana nona?" tanya salah satu pengawal yang bertugas di pos.


"Mau beli es dawet, om" jawab Athena.


"Kok nggak bilang sama Min?"


"The maunya beli sendiri. Dekat kok" jawabnya.


Pengawal itu mengangguk. Ia lalu menelpon Min.


Athena benar-benar mengayuh sepedanya ke tempat penjual es dawet. Saat akan menyebrang, sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi dan membuat genangan air di depan Athena menjadi keciprat hingga ke baju Athena.


Mobil itu berhenti, menurunkan kaca jendelanya.


"Sorry, gue gak sengaja" kata gadis itu kemudian menginjak pedal gasnya kembali.


"Nona nggak apa-apa?" tanya Min.


Athena menggeleng.


"Nggak apa-apa, Min. Cuman bajunya kok yang basah, rambutku juga lepek padahal tadi pagi udah keramas. Tapi es dawetnya masih aman kok" Jawab Athena. Ia juga memperlihatkan es dawetnya pada Min.


Min mengangguk.


"Ayo Min, kita pulang" kata Athena.


Min mengikuti Athena dari belakang menggunakan sepeda motor. Athena bersepeda, sesekali meminum es dawet nya.


Setelah menyimpan sepedanya di carport, Athena bergegas ke kamarnya untuk membersihkan dirinya lagi.


Kejadian tadi tentu sudah sampai di telinga Lathief. Bapak tua itu dengan cepat bisa mengetahui siapa pemilik mobil itu. Namanya Novia Foss, seorang gadis yang masih duduk di kelas 3 SMA, sama seperti cucunya.