Athena

Athena
Di Rumah Aja



"Mau kemana?" tanya Raga saat melihat Athena hendak membuka pintu kamar.


"Mau buat sarapan" jawab Athena.


Raga menggelengkan kepalanya. Ia membawa Athena kembali ke tempat tidur.


"Kamu di kamar aja. Gak usah banyak gerak dulu, aku biar beli sarapan di luar aja" kata Raga setelah berhasil mendudukkan Athena di atas tempat tidur.


"Baiklah" pasrah Athena.


Raga mencium kening Athena.


"Yaudah, aku cari sarapan dulu yah" pamit Raga.


Athena mengangguk. Ia menyalakan Tv yang ada di depannya, mencari saluran yang bisa ia tonton sambil menunggu Raga pulang membawa sarapan.


Di depan kompleks, Raga sedang mengantri untuk membeli bubur ayam buat Athena. Mungkin ia akan membicarakan dengan untuk mempekerjakan seorang mbak yang bisa memasak. Di rumahnya hanya ada mbak-mbak untuk mencuci dan membersihkan rumah, ada 2 tukang kebun, dan juga Min dan kawan-kawan.


"Kak Raga" sapa Ayra yang baru saja tiba dengan sepedanya. Ia ikut antri untuk mendapatkan bubur ayam.


"Eh, sendiri?" tanya Raga.


Ayra mengangguk.


"Bang Nevan belum bangun." jawab Ayra.


"Kakak The dimana?" tanya Ayra.


"kakak The sedang tidak enak badan." jawab Raga.


"Kasihan kakak The sakit" ucap Ayra prihatin.


"Nanti juga bakal sehat lagi kok" Raga mengelus rambut adiknya.


Ayra hanya bisa mengangguk percaya.


"Ini bang, sekalian pesanan adik saya" Raga membayar bubur mereka.


"Terima kasih, kak" ucap Ayra.


Mereka kembali ke kompleks Arunika bersama-sama. Kebetulan Raga juga menaiki sepeda.


"Bye kak. Terima kasih buburnya, salam buat kakak The" Ayra melambaikan tangannya sebelum membelokkan sepedanya memasuki rumah 03.


Raga juga melambaikan tangannya dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah 06.


Sebelum melangkah menuju kamarnya, ia terlebih dahulu menuang bubur yang ia beli ke dalam mangkuk.


"Mau makan dimana?" tanya Raga.


"Di sofa aja" jawab Athena. Ia lalu berjalan pelan menuju sofa yang ada di kamarnya.


"Udah yuk, sarapan dulu" kata Raga.


"Kok kamu beli bubur juga?Gak ada yang jual kue gitu yah?"


"Sekali-kali, The." Raga mulai menyendokkan buburnya ke dalam mulutnya.


"The, gak mau nambah mbak buat bantu-bantu kamu di dapur?"


"Masakan aku nggak enak yah?"


"Nggak, bukan. Maksud aku bukan gitu lho. Mbaknya biar bantuin kamu agar gak repot." jawab Raga cepat.


"Aku nggak repot, Ga. Aku udah gak kerja lagi, aku juga gak sibuk, cuma tinggal di rumah nungguin kamu pulang kerja, dan aku cuma masak, gak bersih-bersih" kata Athena.


"Iya, aku ngerti. Nanti kalau kamu capek, gak usah masak yah."


Athena mengangguk.


"Weekend nya di rumah aja dulu yah?" tanya Raga.


"Iya, mau rebahan aja" jawab Athena.


Setelah selesai sarapan, Raga kembali ke dapur membawa piring bekas yang mereka tempati untuk makan. Saat hendak kembali ke kamarnya, suara langkah kaki terdengar. Ia menoleh, rupanya Ayra kembali berkunjung ke rumahnya. Gadis itu terlihat berbeda saat ini, mungkin karena Ayra sudah mandi dan berganti baju.


"Halo kakak" sapa Ayra, ia melambaikan tangannya.


"Udah mandi nih adiknya kak Raga?" tanya Raga, ia merangkul bahu anak kecil itu, membawanya menuju kamarnya dengan Athena.


"Udah dong. Kakak The mana?" tanya Ayra.


"Lagi di kamar, ayo masuk" jawab Raga dan membawa Ayra masuk ke dalam kamarnya.


Tapi belum sempat membuka pintu kamarnya, Ayra berhenti.


"Ehh, di luar aja. Gak boleh masuk-masuk kamar orang" katanya.


Raga terkekeh.


"Kakaknya lagi nggak enak badan, sana masuk aja temanin akak The"


"Boleh?"


"Ya boleh, Ra. Ayo masuk!" Raga membuka pintu kamarnya. Rupanya Athena sudah kembali bersandar pada headboard tempat tidur.


"The, ada adiknya lho ini" beritahu Raga.


Athena merentangkan kedua tangannya, menyambut Ayra masuk ke dalam pelukannya. Ayra dengan cepat memeluk kakaknya.


"Kakak sakit?" tanyanya.


"Ayo sini, duduk sama kakak" Athena menepuk space di samping.


"Kak Raga duduk dimana?" tanya Ayra.


"Kakak duduk di mana aja jadi, Ra. Sana gih, temanin akak The" jawab Raga.


Ayra beringsut mendekati Athena, ia memeluk kakaknya dari samping sambil menyandarkan tubuh kecilnya pada headboard tempat tidur.


"The, aku ke bawah dulu yah. Ra, kakak ke bawah dulu" pamit Raga.


"Mau ngapain?" tanya Athena.


"Mau buatin minum buat Ayra"


"Ehh, jangan kak. Nanti Ayra ambil sendiri" cegah Ayra cepat.


"Nggak, kakak mau ke ruang kerja dulu" kekeh Renal pelan.


Athena mengangguk.


Ia memeluk leher adiknya, menyandarkan kepala adiknya pada pundaknya.


"Kangen banget sama Ayra" ucapnya.


"Ayra juga kangen tauuu, pengen peluk kakak sambil tidur" kata Ayra.


Athena terkekeh mendengar ucapan jujur adiknya.


"Bang Nevan dimana?" tanya Athena.


"Tadi sebelum Ayra kesini bang Nevan masih tidur. Gak tahu sekarang, masih di kamarnya mungkin" jawab Ayra.


Sementara di lantai bawah, Nevan, Arvin dan Arion sudah menyalakan Tv dan PlayStation. Ia tentu saja sudah mengantongi izin dari Raga. Mereka datang bersamaan dengan Raga yang sedang menuruni anak tangga.


"Kakak mana?" tanya Arion.


"Di atas, lagi nonton sama Ayra" jawab Raga.


"Pantas, aku cari Ayra ehh malah di sini" kata Nevan.


"Udah pada sarapan kan?" tanya Raga.


"Udah, kak" jawab ke tiganya kompak.


"Kalian main gih, kakak buat minum dulu" pamit Raga.


"Jangan, kak. Ntar Arvin ambil sendiri. Kakak jangan repot, nanti mommy dan mama ngomel" cegah Arvin cepat.


Raga terkekeh pelan mendengar ucapan Arvin.


"Ya sudah, kalian main aja. Kakak mau ke ruang kerja dulu. Kalau pengen apa-apa cari sendiri yah" katanya.


"Siap, bang" kompak adik-adiknya.


Menjelang siang, Raga keluar dari ruang kerjanya. Ketiga orang adik iparnya masih berada di depan Tv, ia melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Nampak Ayra sedang tertidur dalam pelukan Athena.


"Udah kerjanya?" tanya Athena pelan.


Raga mengangguk mengiyakan.


"Yang lain ada di bawah. Aku pesanin makanan aja yah?"


"Maaf yah" ucap Athena.


"Nggak apa-apa. Ini ponsel aku, kamu aja yang pesan" Raga memberikan ponselnya kepada Athena.


Ia memesan beberapa jenis makanan untuk makan siang mereka.


"Makan di sini aja boleh nggak, Ga? Aku malu kalau harus jalan keluar"


"Boleh, The. Kamu tunggu di sini aja, nanti kalau makanannya udah dateng aku dan yang lain bakal naik lagi ke sini" Raga mengacak pelan rambut istrinya sebelum kembali ke bawah.


Butuh waktu sekitar 20 menit untuk menunggu makanannya tiba. Jika kalian kira mereka memesan makanan lewat aplikasi online yang sedang tren, maka kalian salah. Mereka para Arunika punya aplikasinya sendiri.


"Gimana keadaan kakak?" tanya Arion.


"Not bad, cuma gak enak badan aja" jawab Athena.


"Bocil masih tidur" Nevan mengganggu adiknya agar gadis kecil terbangun.


"Kangen kali diketekin sama akak The" timpal Arion.


Athena dan Raga terkekeh yang mendengar bahasa Arion.


"Ayo makan dulu" ajak Nevan saat melihat mata Ayra sudah terbuka.


Anak kecil itu mengangguk.


"Kak, aku pinjam kamar tamunya dulu" izinnya.


"Mau ngapain? Sana, ke kamar mandi kakak aja" kata Athena.


Ayra menggeleng. Ia tetap meninggalkan kamar Athena dan menuju kamar tamu untuk bersih-bersih. Barulah setelah nya ia kembali memasuki kamar kakaknya.


"Nanti mommy marah kalau tahu kita makan di kamar" cemas Ayra.


"Gak marah, dek. Nanti kakak yang jelasin" kata Athena.


"Ayo sini makan dulu" ajak Raga.