Athena

Athena
Hasil TO



Hari ini adalah hari keluarnya hasil try out yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Masing-masing siswa sibuk dengan tab-nya untuk mengakses hasil TO pertama. Hanya Athena yang terlihat memegang ponselnya.


"Lo kok santai banget The?" tanya Fany yang sejak tadi gelisah menunggu hasil TO keluar.


"Memang nya The harus gimana Fan?"


"Penasaran kek, apa kek gimana gitu" jawab Fany.


"Fan, aku belajar semua materi try out sejak kelas 10, kenapa aku harus gelisah sekarang? Seharusnya aku gelisah sejak dulu saat tidak mengerti materinya. Percaya diri, Fan" kata Athena.


Fany kembali memperhatikan tab di tangannya. Masih ada 5 menit sebelum hasilnya keluar. Hasil ini tentu sangat original, langsung terhubung dengan tim pemeriksa pusat, tanpa melalui pihak sekolah.


"Gimana?" tanya Athena saat Fany terlihat begitu serius membaca hasil TO di tab nya.


"Lo nggak mau buka sendiri?" tanya Fany balik.


"Lewat kamu aja. Aku lagi main game." jawab Athena.


"Congrats, The. You did" ucap Fany. Ia mencubit kedua pipi Athena.


"ATHENAAAAA" teriak Irvandi.


Semua mata memandang ke arah Athena.


"SELAMAT THE" teriak teman-teman sekelas Athena.


"Hah, gimana?" tanya Athena.


"Lo peserta TO terbaik pertama di kota ini. Argantara Perdanakusuma yang kedua, yang ketiga dari sekolah Nusa Bangsa." jelas Dwi.


Athena mengambil tab milik Fany yang tersimpan di meja. Ia membaca hasilnya.


"Skor Lo 2 point di atas Raga. Sementara Raga hanya beda 0,5 dari anak Nusa Bangsa." kata Fany.


"The, bagi otak Lo sekarang" ngawur Bastian.


"Gue dapat paling banyak, soalnya tetangga duduk sama The" kata Fany.


"Gue dikit aja, yang penting bisa nyaingin Raga" kata Irvandi.


"Mau nyaingin Raga?" tanya Dwi.


Irvandi mengangguk cepat.


"Irvandi, listen to me. Gue aja yang sekompleks sama Raga, belajar di sekolah hampir 6 jam, belajar di rumah nyaris 3 jam, gak bisa tuh nyaingin Raga" sarkas Dwi.


"Irvandi, dengar gue juga. Gue aja yang hadapan rumah sama Raga, belajar hampir 6 jam di sekolah, ikut academy 2 jam, gak pernah tuh ngalahin Raga." curhat Fany.


"The, bagi tipsnya nya lah" pinta Irvandi.


"Aku gak ada tips." kata Athena.


"The, Lo udah ngantongin 2 golden tiket sekarang" ucap Audy.


Athena mengangguk.


"Gak perlu tes lagi, tinggal pilih universitas aja, sisa nunjuk jurusan aja" kata Bastian.


"Lo mau ambil jurusan apa The?" tanya Dwi penasaran.


"Hukum dan bisnis manajemen" jawab Athena semangat.


"Ambil kedokteran lah The" saran Fany.


Athena tersenyum.


"Fany aja deh yang jadi dokter" katanya.


"The, Lo pernah ikut class academy gitu nggak sih?" tanya Irni, salah satu teman kelasnya.


Athena menggeleng.


"Dulu waktu SMP kelas 1 Daddy cuman minta les privat aja di rumah. Itupun aku minta kakaknya datang kalau ada yang gak aku mengerti di sekolah. Naik ke kelas 2, gak les privat lagi, udah di kasih ponsel sama Daddy, jadi kalau ada yang gak aku mengerti, aku telpon sendiri kakaknya" jawab Athena.


"Belajar di rumah berapa jam The?" tanya Audy.


"Tergantung, ada tugas atau nggak. Kalau nggak ada tugas yah aku gak belajar. Belajarnya di sekolah aja"


"Kok bisa smart gitu?" tanya Dwi.


"Aku smart yah?" tanya Athena balik.


Semuanya menggeleng.


"Lo itu polos, bikin orang greget" jawab Fany.


✨✨✨


Argantara Perdanakusuma


Tunggu gue di gerbang barat.


^^^Athena MA^^^


^^^Min udah nunggu.^^^


Argantara Perdanakusuma


^^^Athena MA^^^


^^^Kasihan^^^


^^^Udah capek-capek nunggu^^^


Argantara Perdanakusuma


Okay


Athena menyimpan ponselnya setelah membaca pesan Raga. Ia bergegas ke parkiran dimana Min sudah menunggu.


"Nona gak pulang sama tuan Raga?" tanya Min saat Athena sudah duduk manis di kursi penumpang.


"Nggak. Kok Min tahu Raga ngajak aku pulang bareng?" tanya Athena balik.


"Tuan Raga tadi nyamperin aku ke sini." jawab Min.


"Kok kamu gak kasih tahu aku Min?" tanya Athena.


Ia bergegas menelpon Raga. Tapi ponsel Raga tidak aktif.


"Maaf, nona" ucap Min.


"Nggak apa-apa, jalan gih" kata Athena.


Athena kembali memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. Ia menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


"Terima kasih, Min" ucap Athena sebelum membuka pintu mobil.


Athena memasuki rumahnya. Ia berjalan ke dapur dan segera membuka kulkas, berharap masih ada jus alpukat yang ia buat kemarin. Ia menuang jus alpukat ke dalam gelas, dan membawanya ke meja bar.


Ia menikmati setiap tegukan yang turun di tenggorokannya. Jus alpukat selalu membuatnya lebih tenang. Ia kemudian menuju kamarnya. Rumahnya sedang sepi. Mungkin mommy nya sedang ke kantor Daddy nya, Nevan juga ada les memanah siang ini. Setelah bersih-bersih dan berganti baju, Athena merebahkan dirinya di atas kasur king size nya. Sejuknya AC membuat matanya tertutup, gadis itu tertidur.


"The" panggil Alda dari depan pintu.


Athena membuka matanya, menyesuaikan dengan cahaya matahari sore yang mengintip dibalik jendela kamarnya.


"Iya, mom" jawab Athena. Ia membuka pintu kamarnya yang sengaja ia kunci.


"Lho, habis tidur ternyata" kata Alda.


"Mommy beli tahu bulat, The mau makan dimana?" tanya Alda.


"Di bawah aja, mom. The cuci muka dulu" jawab Athena.


Alda mengelus rambut anaknya yang terurai.


"Mommy tunggu yah" katanya.


Athena mengangguk.


"Anak Daddy hebat nih" kata Renal saat melihat Athena.


"Iya dong" bangga Athena lalu terkekeh kecil.


"Karena The dapat nilai sempurna, Daddy beliin tahu bulat sebagai hadiah" kata Alda yang datang sambil membawa air mineral juga jus alpukat kesukaan anaknya.


"Makasih Daddy, mommy. Tahu bulat yang terbaik" ucap Athena. Ia lalu memakan tahu bulat yang terasa begitu nikmat.


Alda dan Renal terkekeh mendengar ucapan anak perempuannya.


"Nilai 100 jangan-jangan karena keseringan makan tahu bulat" kata Renal ngawur.


"Tahu bulatnya yang jadi nol di belakang 1" Athena makin ngawur.


Terlihat Nevan berjalan memasuki ruang keluarga dengan wajah letihnya.


"Capek banget dek" kata Athena sambil memberikan adiknya air mineral.


"Capek gila kak" ucap Nevan setelah meneguk air yang diberi Athena.


"Lebih suka mana, memanah atau berkuda?" tanya Renal.


"Suka semua, dad." jawab Nevan.


"Baguslah. Laki-laki perlu menguasai segala bidang." kata Renal.


"Perempuan juga perlu, dad" Athena tidak mau kalah.


"Nah, perempuan juga perlu, untuk berjaga-jaga" kata Alda.


"Kelas menembak ada nggak dad?" tanya Nevan.


"Nggak tahu, Daddy belum pernah dengar ada kelas menembak yang resmi" jawab Renal.


"Kalau yang nggak resmi ada, dad?" tanya Athena.


"maybe."


Keluarga Renal menghabiskan sorenya dengan saling bercerita banyak hal, sambil makan tahu bulat. Bahagia ternyata sesederhana itu.