Athena

Athena
Kelulusan



Athena terlihat cantik dengan rambutnya yang digerai, memakai seragam sekolah seperti biasa.


"Kakak mau sekolah?" tanya Ayra yang digandeng Athena turun ke lantai satu.


Anak kecil itu baru bangun dari tidurnya, masih menggunakan piyama.


"Iya, dek" jawab Athena.


Nevan menyusul di belakang mereka dengan langkah cepatnya. Ia langsung menggendong Athena.


"Adeknya kakak Nevan pagi-pagi gemesin banget, masih pakai piyama pula" Nevan menciumi wajah Ayra.


Ayra terkekeh mendapat serangan dari Nevan.


"Ehh, anak-anaknya Daddy udah pada bangun" Renal senang melihat ketiga anaknya datang bersamaan ke meja makan.


"Iya dong Daddy. Yah dek yah" Nevan masih asyik bermain dengan Ayra.


"Udah-udah, adiknya udah capek itu" lerai Alda. Ia mengambil Ayra dari pelukan Nevan, dan mendudukkannya di sebelahnya.


"Bibi Alexia datangnya jam 9 yah sayang, nggak apa-apa kan?" tanya Alda.


"Nggak apa-apa, mom" jawab Athena.


"Kakak gak mau sih pamerin Daddy nya di depan teman-teman. Malu yah punya Daddy kayak begini?"


"Daddy, nggak gitu. The tuh belum siap kalau satu sekolahan tahu siapa The. The belum ada sesuatu yang worth it buat bikin orang-orang yakin kalau The adalah anak Daddy" Athena menjelaskan alasannya.


"The, jangan pernah paksain diri The buat terlihat worth it di depan semua orang. Meskipun tidak melakukan apa-apa, The tetap anaknya Daddy yah sayang yah" kata Renal.


"Iya, Daddy" jawab Athena.


Setelah sarapan, Athena pamit untuk ke sekolah. Ini adalah hari terakhirnya ia akan mendatangi sekolah sebagai seorang siswa.


"Athena makin glowing" ucap Fany saat melihat Athena memasuki kelas.


"Fany yang makin cantik" balas Athena.


Keduanya tertawa kecil.


"Bas, sini Lo!" Ivandi berlari sambil mengejar Bastian yang tertawa terbahak-bahak di depannya. Irvandi dengan tega menarik kuping Bastian saat berhasil mendapatnya.


"Ampun Van ampun" ucap Bastian pasrah.


"Jangan kasih ampun Van" teriak Naufal memanasi.


"Tarik terus" Soni ikut memanasi.


Athena pasti akan merindukan kekocakan teman kelasnya nanti. Setelah hari ini berlalu, semuanya hanya tinggal kenangan.


"Yoklah ke aula" ajak Dwi.


Mereka semua berjalan bersama-sama menuju aula sekolah. Masing-masing mencari orangtuanya.


"Daddy kamu mana The?" tanya Arsya.


"Kenapa deh Arr tanya-tanya?" Lala balik nanya.


"Mau daftar jadi calon mantu, hahahha" ngawur Arsya.


"kocak sih" kata Athena.


Orangtua teman-temannya sudah datang semua, masing-masing mencari tempat duduknya. Athena melihat jam tangannya, sudah hampir jam 9. Seorang perempuan memakai seragam lengkap mendekati Athena. Perempuan itu terlihat cantik dan sangat berkelas dengan setelan jasnya yang berwarna biru tua yang sangat kontras dengan kulit putihnya.


"Maaf terlambat" ucapnya.


"Tidak apa-apa bibi Lex, ayo masuk" Athena melingkarkan tangannya dilengan Alexia.


Athena menjadi siswa terakhir yang memasuki aula bersama Alexia yang ia gandeng.


Bisik-bisik terdengar lirih.


Pembawa acara mulai membuka acara, membaca tiap urutan kegiatan hari ini. Mulai dari pembukaan hingga sambutan kepala sekolah.


"Inilah saat yang kita tunggu-tunggu, membuka amplop kelulusan serta tanya jawab bagi peserta ujian terbaik tahun ini."


Amplop sudah dibuka oleh Alexia, ia tidak perlu khawatir. Anak dari Alda pasti lulus, tidak perlu diragukan.


"Selamat kepada seluruh siswa siswi, semuanya berhasil melewati ujian. Marilah kita sama-sama mengundang 3 orang terbaik dengan nilai yang sangat memuaskan. Peserta terbaik satu dengan nilai 99,75 jatuh kepada Renalda MA. Peserta terbaik kedua dengan nilai ujian 99,50 jatuh kepada Argantara Perdanakusuma dan terakhir peserta terbaik ketiga dengan perolehan nilai 99,00 jatuh kepada Fany Febiola."


Suara tepuk tangan menggema di dalam aula.


"Diminta kepada orang tua atau wali untuk menemani anaknya diatas panggung yang telah disediakan"


Alexia menggandeng tangan Athena menaiki panggung. Sudah ada 3 sofa dengan kapasitas 2 orang yang tersedia.


Sesi sharing berlangsung ramai. Para calon alumni mengeluarkan semua pertanyaan yang bercokol di kepala mereka.


"Pertanyaan ini saya khususkan kepada Athena. Bagaimana sistem belajar yang Athena gunakan hingga nilainya nyaris sempurna? Dengan nilai 99,75 kita semua tahu, hanya satu soal yang gagal Athena jawab" tanya seorang siswi dari kelas lain .


"Terima kasih untuk pertanyaannya tadi. Selama ini saya belajar tidak menggunakan sistem atau metode apa pun. Sejak sekolah dasar saya ikut les sama seperti yang lain dan berhenti saat kelas 2 SMP. Satu-satunya hal yang saya lakukan adalah tidak belajar saat menjelang ujian, ujian apa pun itu. Ini mungkin terdengar aneh, seharusnya saya belajar karena ujian akan berlangsung, tapi saya tidak melakukannya. Saya hanya perlu percaya kepada diri saya, bahwa saya sudah belajar dengan baik selama ini, dan saya tidak perlu memaksa diri saya di detik-detik menuju ujian. Itu seperti saya menghina diri saya sendiri dan tidak percaya diri selama proses belajar mengajar berlangsung." jawab Athena.


Semuanya takjub akan jawaban Athena yang anti-mainstream.


"Sebagai wali dari Athena, bagaimana perasaan anda bisa duduk diatas panggung bersama anak yang membanggakan itu?"


"Senang, tentu saja. Merasa bangga juga bisa mendampingi Athena duduk di kursi ini sebagai peraih nilai tertinggi di sekolah dan juga se-kota A." jawab Alexia.


Setelah sesi sharing selesai, Alexia lalu pamit kepada Athena.


"Selamat sayang. You're the best" Alexia mencium kening Athena.


"Terima kasih, bibi. Sudah bersedia Athena repotkan" ucap Athena.


"Bukan hal yang besar, sayang. Bibi pamit yah"


Athena mengangguk. Ia melihat Alexia masuk kesebuah mobil limited edition yang menjadi bahan perhatian orang-orang di sekitarnya.


Athena lalu berjalan memasuki lapangan, ia sudah diberi pewarna juga spidol oleh panitia. Irama DJ mulai terdengar, semua calon alumni itu membuang pewarnanya ke atas, dan bersuka cita.


"Foto dulu yuk sama yang lain" kata Bastian.


Mereka foto dalam formasi lengkap, 20 orang. Baju Athena sudah tidak bersih lagi, ada tanda tangan di sana sini juga pewarna permanen yang menghiasi.


"Mau kumpul dulu nggak sebelum masuk universitas?" tanya Fany.


"Boleh deh. Di rumah Arsya aja yang luas dan ada danaunya" saran Irvandi.


"Boleh deh. Lusa deh" kata Arsya.


Saat akan membuka pintu mobil, Athena ditahan oleh seseorang.


"Main pulang aja" celetuk Wildan yang berdiri cukup jauh darinya. Yang menahannya tadi adalah Raga.


"Foto dulu dong" seru Darren.


"Lama nggak ketemu, ehh Athena makin glowing aja" kata Kevin.


Athena terkekeh. Ia berdiri disamping Raga untuk berfoto bersama teman-teman desa kenangannya.


"Congratulation, The!" kata Eros.


"Thanks, Eros" ucap Athena.


"Vin, fotoin gue berdua sama The" suruh Raga.


Raga merangkul bahu Athena dan tersenyum tipis. Athena juga tersenyum begitu manis sambil memamerkan puluhan bunga mawar yang ada di tangannya. Yah, banyak yang memberikan Athena sekuntum bunga mawar.