Athena

Athena
New CEO



Athena sedang berada dalam perjalanan menuju kantornya. Yang mengantarkan nya tentu saja Raga.


"Kamu gak apa-apa aku repotin terus?" tanya Athena.


"Repotin gimana sih, The?"


"Yah nganterin aku ke kantor, terus jemput aku"


Raga mengelus rambut Athena.


"Nggak repot, sayang. Aku juga gak sibuk-sibuk amat kok."


"Thanks, Ga."


"Kenapa nih ngomong nya gini?"


"Thanks udah sabar nungguin aku. Sekarang bukan aku lagi yang nunggu kepastian dari kamu, tapi kamu yang nunggu jawaban dari aku. Terima kasih sudah mau menunggu aku" ucap Athena.


"Udah, gak usah dipikirin yah." Raga menggenggam tangan Athena.


Lelaki itu menghentikan mobilnya di area kantor Athena. Ia memutar badannya agar bisa melihat wajah sang kekasih.


"Jangan bilang gitu The. Kamu pasti ada alasan kenapa belum memberikan jawabannya. Aku mengerti itu. Jangan terlalu di pikirkan, kita sama-sama berjuang yah" Raga menatap dalam mata Athena.


"Terima kasih" ucap Athena.


Raga mengangguk. Ia kemudian mencium kening Athena cukup lama.


"Udah gak galau lagi kan?" tanya Raga.


Athena tersenyum, kemudian mengangguk.


"Yang semangat kerjanya. Sampaikan salam aku buat CEO barunya" Raga mengacak kecil rambut Athena.


"Baiklah Mr. Perdanakusuma. Terima kasih dan hati-hati di jalan" ucap Athena sebelum turun dari kursi penumpang.


Athena menunggu hingga mobil Raga tidak terlihat lagi.


"Ngenes amat lihat pemandangan uwu pagi-pagi begini" kata Hana yang entah datang dari mana.


"Sudahi jomblo mu bestie" saran Athena.


Mereka berjalan bersama memasuki kantor. Terlihat orang-orang berlalu lalang di sekitar kantor.


"Sibuk amat kayaknya" ucap Hana saat melihat orang yang hilir mudik itu.


"Kan bentar lagi penyambutan CEO baru" Athena mengingatkan.


"Iya sih. Katanya sekalian makan bersama gitu. Tapi paling staf biasa kayak kita gak ikut, yang ikut pasti cuman kepala divisi" kata Hana.


"Han, kantin kan dekat, kalau gak ikut yah makan di kantin aja"


"Iyain"


Mereka menaiki lift agar bisa sampai di ruangannya. Terlihat Yudha yang sedang asyik mengunyah kripik singkong yang Athena berikan beberapa hari kemarin.


"Ngunyah terus" kata Hana. Ia melap meja kerjanya menggunakan tissue.


"Sewot terus" balas Yudha.


"Yudha, rapiin deh meja kamu. Kertasnya berhamburan gitu" tegur Athena.


"Iya, bentar tiba-tiba supervisor datang rasain noh" Hana menyiram bensin.


"Iya nona muda" pasrah Yudha. Ia membersihkan tangannya terlebih dahulu sebelum memulai membersihkan meja kerjanya.


"Tumben" ucap Hana.


"Bakal ada penyambutan CEO, Han. Jangan sensi gitu deh" Yudha menimpali ucapan Hana.


"Iyain." Hana merapikan pakaiannya.


"Yuk" ajak Athena sambil mengambil ponselnya di meja.


Mereka berjalan menuju lift. Aula berada di lantai teratas gedung ini.


"Untung- untung kalau orangnya ganteng" Hana masih mendumel.


Athena hanya menggelengkan kepalanya, ia mengerti betul bagaimana sensitif nya jika Hana sedang menstruasi.


Mereka memasuki aula. Ada ratusan kursi yang mengelilingi meja bundar. Sementara di bagian depan, kursi dibuat sejajar. Ada 3 layar besar yang berada di depan, satu di sisi kiri, tengah dan ujung kanan. Sementara di tengah panggung ada sebuah podium yang terlihat begitu mewah.


"Ini kali pertama gue nginjakin kaki di aula" kata Yudha.


"Sama, Yud" ucap Hana.


Mereka terlebih dahulu melihat nomor meja di pintu masuk, kemudian mencarinya, kebetulan meja divisinya berada di tengah-tengah. Ada empat kursi di sana, sudah bisa ditebak mereka akan duduk berempat bersama dengan Andika.


Yang paling mencengangkan adalah di setiap meja terdapat beberapa hidangan yang masih tertutupi plastik steril, tak lupa air mineral, makanan penutup dan juga tissue.


"kita mau menyambut CEO atau lagi kondangan sih?" Hana kembali mendumel.


"Syukur Han, diberi makan. Uang jajan sehari masih aman" kata Athena bijak.


"Dengerin tuh" ucap Yudha.


"Iya, sih"


Tak lama kemudian, Andika bergabung dengan mereka. Kursi-kursi yang kosong juga mulai terisi. Para karyawan yang berjiwa panjat sosial tentu tak lupa mengabadikan momen ini, masing-masing sibuk dengan ponselnya, sesekali mereka terlihat berselfie ria.


Hingga pintu aula di sisi kanan terbuka dari luar, dan masuklah para petinggi perusahaan dengan gayanya yang khas, dan pakaian nya yang begitu rapi. Keadaan kembali senyap.


Seorang pembawa acara menaiki panggung, sedikit berbasa basi mengenai perusahaan.


"Perusahaan property ini dibangun sejak 30 tahun lalu, dan gedung ini adalah cabang ke 9 yang dibangun sejak 9 tahun lalu, dengan jumlah pemegang saham sebanyak 3 orang dan jiwa yang bekerja sebanyak 275 jiwa. Seperti yang telah kita ketahui, hari ini kita kedatangan seorang pemimpin yang akan memimpin kita semua di masa depan untuk memajukan perusahaan ini. Waktu dan tempat kami persilahkan dengan penuh hormat kepada bapak Bagas Randya untuk berdiri di tempat ini" kata si pembawa acara.


Bagas berdiri dari duduknya, ia membungkuk sejenak di depan petinggi perusahaan sebelum melangkahkan kakinya menaiki panggung.


Wajah tampannya menjadi tontonan di 3 layar yang telah dibentangkan, banyak orang yang kaget akan kehadiran lelaki ini, terutama yang melihat kejadian di kantin beberapa hari lalu. Tapi mereka hanya bisa bersuara dalam hati.


"Selamat siang, salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semua. Perkenalkan nama saya adalah Bagas Randya. Terima kasih saya ucapkan kepada petinggi perusahaan, kepada para karyawan dan juga kepada panitia pelaksana yang telah menghandle acara penyambutan hari ini. Tujuh hari yang lalu saya diamanahkan oleh pemilik perusahaan untuk menjadi CEO di kantor ini, tentu saja keputusan itu adalah keputusan bersama para pemegang saham. Mohon kerjasamanya untuk memajukan perusahaan ini. Saya memilih penyambutan seperti ini bukan tanpa alasan. Tentu tidak sopan jika saya berdiri di sini, kalian semua menyambut saya dan saya tidak menyambut kalian. Selain itu, tentu saya tidak membiarkan orang yang saya sayangi kelaparan di saat saya berbicara di atas podium. Sekali lagi terima kasih atas sambutannya yang begitu hangat, mohon kerjasamanya untuk kemajuan kita bersama." kata Bagas panjang lebar.


"Para hadirin dipersilahkan untuk menyantap makan siangnya, dan hari ini akan kalian bebas dari pekerjaan hingga akhir pekan. Sampai jumpa di acara selanjutnya dan salam sejahtera" kata pembawa acara sebelum duduk bersama teman-temannya.


Sorak sorai senang dari karyawan terdengar. Sudah diberi makan, dibebaskan dari pekerjaan pula.


"The, itu kan yang pernah nyapa kamu di kantin" kata Hana.


"Iya, Han."


"Lo ada hubungan apa dengan dia?" kini Yudha yang bertanya.


"Yah hubungan penting. He is important person for me" jawab Athena.


"Keren sih selera kamu, dia seorang CEO sementara Raga hanya kepala divisi." Andika ikut berkomentar.


"Gak ada hubungannya pak" ucap Athena dingin.