
Nevan, Arvin dan Arion masih berada di rumah Athena. Mereka sedang bermain basket bersama Raga, sementara Athena dan Anne menontonnya dari gazebo.
Anne yang sedang duduk di samping The bertepuk tangan heboh, suara ocehannya mengundang tawa Athena. Anak bayi itu terlihat menggemaskan, ditangannya ada empeng yang diisi potongan buah naga.
"Senang yah lihat papa dan paman main basket?" Athena mengajak Anne bercakap-cakap, yang dibalas dengan bahasa bayi.
Sebentar lagi gelap akan menyapa, mereka berempat menyudahi permainan basket nya. Ponsel Athena bunyi, tumben Alda nelpon.
"Ha.." baru saja Athena hendak berbicara tapi Alda lebih cepat memotongnya.
"Mommy di rumah sakit, adek tadi ditabrak motor" beritahu Alda.
"Rumah sakit dimana mom?" tanya Athena panik.
"Rumah sakit Xxxxx"
"Baiklah, mom. Sebentar lagi The tiba" ucap Athena.
"Mommy kenapa kak?" tanya Nevan panik.
"Ayra tadi ketabrak motor, mommy di rumah sakit sekarang " jawab Athena lirih.
Arion dengan cepat berlari meninggalkan kediaman Athena dan ke rumahnya untuk mengambil mobil. Ia merasa bersalah, ia belum meminta maaf pada adik bungsunya. Nevan dan Arvin juga pamit untuk pulang. Mereka harus bersih-bersih dulu sebelum ke rumah sakit.
"The, tenang, okay. Ayra pasti bakal baik-baik aja " Raga mengelus rambut istrinya.
Athena menghela napasnya.
"Kamu mandi gih" ucapnya.
"Jangan melamun, ini anaknya nanti jatuh" kata Raga.
Anne berjingkrak, bergerak gelisah ingin merangkak. Athena membawa Anne ke gendongannya, dan segera memasuki rumahnya.
✨✨✨
"Kok bisa Ayra ketabrak, mom?" tanya Athena.
"Tadi sore pamit ke depan buat beli gorengan, ehh gak lama kemudian mommy di telpon mbak Dita kalau dedek ketabrak." Cerita Alda.
"Bapaknya sudah diamankan, adek tadi nggak hati-hati"
Athena menghela napasnya. Ia melihat ke arah brankar tempat Ayra tertidur, disebelahnya ada ketiga adik laki-lakinya. Sementara Daddy nya dan Raga juga Anne sedang duduk di sofa.
"Arion dari tadi minta maaf terus, dia kenapa?" tanya Alda.
"Tadi Arion godain Ayra, mom. Bercanda gitu, kayak papa kemarin" jawab Athena.
"Terus Ayra gimana?"
"Yah nggak kenapa-kenapa, mom. Ayra bilang kayak gini, Ayra kan emang sendiri, mama, papa dan kakak Ayra udah meninggal. Ayah Jake juga udah nggak ada"
"Dia nggak ada lho bilang-bilang sama mommy. Tadi cuma bilang mau makan tahu bulat, tapi kan mbak Ani lagi di kota C, mommy juga tadi sedang sibuk, makanya mommy kasih sangu aja, terus Ayra pamit beli sendiri" cerita Alda.
"Namanya juga musibah, mom. Mama jangan khawatir, adek pasti baik-baik aja" Athena menyandarkan kepalanya di bahu sang mommy.
Perlahan mata Ayra terbuka, ia melihat sekitarnya. Ada ketiga kakak laki-laki nya, kakak perempuannya, kakak ipar, mommy, daddy dan ponakannya.
"Maafin abang, Ra" ucap Arion. Ia menggenggam tangan adiknya.
Ayra tersenyum kecil.
"Nggak apa-apa, kak"
"Minum dulu dek" Arvin membantu Ayra duduk, kemudian membantu adiknya untuk minum.
"Terima kasih, kak" ucap Ayra.
"Ini, kakak beliin tahu bulat" Nevan memperlihatkan piring yang berisi tahu bulat.
Ayra sumringah. Ia memangku piring yang berisi tahu bulat, dan memakannya dengan sangat semangat.
"Dek, pelan-pelan makannya, itu sikutnya luka, lengannya juga, jangan terlalu banyak bergerak" Renal menegur anaknya dari jauh.
Ayra meringis lucu.
"Sorry, dad" ucapnya.
Ayra terkekeh melihat Anne mengangkat kedua tangannya, seolah meminta untuk digendong.
"Mau dedek" ucapnya.
Mata bulat Anne berkedip-kedip melihat Ayra yang beberapa bagian tubuhnya dibalut perban.
"Tangan Ayra lucu kali yah, makanya baby A lihatnya takjub begitu" kata Arion. Ia terkekeh.
"Mana ada lucu, orang dianya kadang meringis" Nevan menimpali.
✨✨✨
Setelah makan bersama, mereka semua pamit kecuali Alda dan Renal. Hanya mereka berdua yang menemani Ayra di rumah sakit.
"Dek, apapun yang dikatakan orang diluar sana, adek jangan dengerin. Mommy dan daddy juga adalah orang tua adek, yang akan selalu bersama adek. Ayra gak sendirian, dan gak akan pernah" Alda mengusap rambut anak bungsunya. Ia berbaring disebelah anaknya.
"Iya, mom. Ayra gak sedih kok" ucapnya.
"Kak Arion nya udah dimaafkan?" tanya Alda.
"Udah, mom." jawab Ayra kemudian tersenyum.
"Ayra tidur yah. Istirahat dulu" Alda mengeloni anaknya hingga Ayra tertidur nyenyak.
"Udah tidur?" tanya Renal pelan.
Alda mengangguk. Ia mencium kening anaknya sebelum bangun. Renal juga mencium kening Ayra sebelum pindah ke tempat tidur yang tidak jauh dari bed pasien.
Sementara di kediaman Athena, ia sedang berpikir untuk membawa Ayra ikut bersamanya nanti.
"Ga, kalau Ayra ikut kita gimana?" tanya Athena.
Anne sudah tertidur.
"Yah nggak apa-apa. Biar kamu ada temannya kalau aku kerja" jawab Raga.
"Tapi kasihan mommy, gak ada yang nemenin" Athena begitu bimbang.
Raga menghela napasnya.
"Kamu pikirkan dengan tenang, okay? Tadi Arion hanya bercanda, dan Ayra juga gak masukin di hatinya. Ini kebetulan aja, musibahnya tiba-tiba."
"iya, Ga" Athena mengangguk.
"Keep Calm, okay?" Raga merangkul bahu istrinya. Mereka berdua duduk bersandar di sofa, sambil menonton.
"The, Eros katanya pulang, mau ngumpul bareng anak-anak nggak?" tanya Raga.
"Kapan, Ga?"
"Akhir pekan depan sepertinya " jawab Raga.
"Udah lama kita gak haha hihi bareng" Athena terkekeh.
"Sekalinya haha hihi bareng udah bawa anak" Raga menimpali.
"Anne lucu gitu " Athena melihat anaknya yang sedang tertidur pulas.
Raga mencium pelipis istrinya.
"Istirahat dulu" Ia mematikan Tv di depannya, dan merangkul istrinya menuju tempat tidur.
"Gak mau buat adiknya Anne?" tanya Raga.
"Frontal banget ngomongnya. Awas aja kalau Anne dengar, aku tarik kuping kamu "
Raga terkekeh. Dengan cepat ia menindih Athena.
"Jadi mau nggak?" tanya nya dengan berbisik tepat di telinga Athena. Lidahnya sudah menjelajahi telinga Athena.
"Aku belum jawab juga kamu udah nyerang duluan" ucap Athena dengan susah payah, karena ia sedang mendapat serangan nikmat dari Raga.
Raga terkekeh. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat wajah sang istri. Sudah lama mereka bersama dan wajah Athena tidak berubah sedikit pun, masih tetap cantik dan selalu membuatnya rindu.
Raga kemudian mencium bibir Athena dengan durasi yang cukup panjang, lalu merambat menuju ke arah yang lain.
Mereka sedang berusaha menambah anggota keluarga mereka, untuk dijadikan penerus dimasa depan nanti.
"I love you so much" ucap Raga pelan dengan napasnya yang belum teratur.
Athena hanya bisa mengelus punggung Raga yang masih menindihnya.