Athena

Athena
Play With Zoya & Wiyu



Minggu siang, Athena, Eros, Raga, Kevin, Wildan dan Darren bertemu di salah satu pusat perbelanjaan yang menyediakan jasa permainan. Ada banyak permainan di lantai teratas gedung ini. Mulai dari permainan anak-anak hingga dewasa.


"The, congrats yah udah jadi peraih TO terbaik part 1" ucap Wildan.


"Wo iya, selamat The, gadis cantik nan baik hati" kata Darren.


"Pintar pula" sambung Kevin.


"Raga kalah dua poin, The mengubah sejarah dalam hidup Raga" kata Eros.


"Ehh gimana?" Tanya Athena.


Mereka sedang bermain Maximum Tune.


"Raga sejak SD selalu menjadi yang terbaik" jawab Eros.


"Fany dan Dwi aja sampai pusing buat lengserin ini anak" kata Kevin.


"Ehh, tahu-tahu nya di SMA ada saingan berat" sambung Darren.


"Gue jadi penasaran, jangan-jangan Raga udah kalah saat kita ulangan semester pertama sejak kelas 1" curiga Wildan.


"Bisa jadi" teriak Darren heboh yang membuat pengunjung lain melihat ke arah mereka.


"Wahh, sulit ini" Eros menggelengkan kepalanya.


Raga hanya mendengus mendengar percakapan teman-temannya. Mereka ini benar-benar tidak bisa diam.


"The, rencana daftar di mana?" tanya Kevin penasaran.


"Di universitas anu yang di negara G." jawab Athena.


"Jauh amat The" kata Wildan.


"Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri hmm, itu kata pepatah" ucap Athena.


"Yah, pisah dong. Kita berlima udah sepakat masuk universitas Arunika." kata Kevin.


"Wuihh" takjub Athena.


Persahabatan lima orang di depannya tidak perlu diragukan lagi.


"Gak bisa kuliah di luar, soalnya anak tunggal semua" curhat Eros.


"Mana diancam pula nama kita-kita bakal dihapus dari kartu keluarga" sambung Darren.


"Wajar sih orang tua kalian protect. Apalagi soal kampus yang berada di luar. Kalian anak semata wayang mereka, harapan mereka." kata Athena.


"Lo diizinkan kuliah di luar?" tanya Raga.


"Belum ngomong sama orang tua. Tapi sejauh ini, mereka belum ada larang aku untuk hal yang baik. Gak tahu juga sih kalau soal kuliah di luar, apalagi waktunya lama" jawab Athena tidak percaya diri.


"Kuliah bareng kitalah The. Terus kembali KKN ke desa kenangan" ngawur Wildan.


"Ujian semester aja belum, lah ini udah ngomongin KKN" cibir Kevin.


"Gue lagi kangen masakan The. Semalam makan di rumah Raga, ehh rasanya kayak kenal gitu, malah ingatnya ke Athena" kata Wildan.


Ya, semalam Wildan ke rumah Raga lebih cepat. Jadilah ia makan malam di rumah Raga. Eros, Kevin dan Darren datang lebih lama.


"Nanti yah aku masakin lagi" janji Athena.


Wildan mengangguk semangat.


"Ditunggu The" kata Wildan semangat.


Setelah puas bermain, mereka lalu memilih untuk mengisi kampung tengah. Wildan sudah rewel kelaparan.


"Wildan kalau lapar kayak bayi, merengek terus" ucap Athena polos yang berhasil membuat teman-temannya tertawa.


"Anak bayi ngatain anak bayi" kata Raga pedas.


"Wuihh, Raga yang terbaik karena telah membela Wildansyah Putra" Wildan bertepuk tangan senang seperti anak kecil.


Athena menginjak kaki Raga yang kebetulan duduk disebelahnya.


Raga mendesis sakit. Tenaga Athena benar-benar kuat.


"Sakit The" ucapnya.


Athena hanya tersenyum polos melihat ekspresi kesakitan Raga.


"Raga sekali ngomong pait bener." kata Kevin


"Setelan dari sononya" kata Eros.


"Coto as always yah The" Darren mengomentari Coto Athena yang sedang ia racik dengan sambel dan perasan jeruk.


"Enak tauuu, gurih, pedas, asam. Wuihh, mantap" kata Athena dramatis.


"Lihat The makan coto gue rasanya juga pengen" Wildan mulai ngiler.


"Gue juga." kata Kevin.


"Pesan lagi deh" usul Eros.


"Terus makanan kalian?" tanya Athena.


"Take away aja" jawab Kevin.


Jadilah mereka makan coto sesuai dengan arahan Athena. Diberi sambel juga perasan jeruk.


"Mantap kaliii" Wildan seolah mereview Coto di depannya.


"Pantes The selalu pesan ginian" kata Darren.


"Lo bisa masak gini The?" tanya Eros.


Athena menggeleng.


"Nggak bisa. Masih geli kalau pegang daging mentah"


"Padahal daging ayam bisa" kata Raga.


"Beda, Ga." ucap Athena.


"Mau main sama Zoya dan Wiyu nggak?" tanya Athena.


"Siapa mereka?"


"Harimau aku" jawab Athena.


"Mereka galak nggak?" tanya Raga.


"Nggak. Mereka lucu tauu, comel gitu"


Raga mengangguk. Ia ke langsung ke taman belakang rumah atas perintah Athena. Athena menyimpan tasnya terlebih dahulu di kamar, barulah menyusul Raga ke taman belakang.


"Mau main sama mereka, nona?" tanya pawang Zoya.


"Iya, om" jawab Athena.


Pawang Zoya membuka pintu pagar besi yang ada 3 lapis. Dua anak harimau berjalan keluar, berlomba mendekati Athena. Dua harimau itu menggesekkan kepalanya di betis Athena.


Raga yang melihatnya merasa geli sekaligus takut.


Athena jongkok, ia mengelus kepala dua harimau di depannya.


"Zoya, Wiyu, kenalin, yang berdiri disana namanya Raga" ucap Athena.


Dua harimau itu mengikuti telunjuk Athena. Mereka lalu berlari menghampiri Raga, menggesekkan kepalanya dibetis laki-laki itu.


Ketakutan Raga perlahan hilang saat kedua harimau itu terlihat jinak. Dua hewan mamalia itu terlihat lucu.


"Mereka nggak galak kan?" tanya Athena. Ia menggendong Wiyu.


Raga menggeleng.


"Tadi waktu lihat mereka dekatin kamu, aku takut. Pas mereka manja gitu ke aku, ehh kok lucu yah" kata Raga.


Athena terkekeh mendengar pengakuan Raga.


"Kamu bisa gendong Zoya nggak?" tanya Athena.


"Zoya nggak cakar aku kan?"


Athena menggeleng.


Raga lalu mencoba menggendong Zoya.


"Ayo ke rumah opa" ajak Athena.


"Ehh" kaget Raga.


"Mereka kita bawa?" tanyanya.


"Dibawa juga Ga" jawab Athena.


Mereka lalu berjalan ke rumah Lathief sambil menggendong anakan harimau.


"Bang RAGAAAAA" teriak Nevan yang sedang berdiri di balkon kamar Arvin.


Raga mencari sumber suara. Nampak Nevan sedang melambaikan tangan ke arahnya di balkon rumah Mika.


"Tunggu Nevan" teriak Nevan lagi, lalu menghilang.


Nevan keluar dari halaman rumah si kembar.


"Lucu banget gendongnya anakan harimau" kata Nevan.


"Anti mainstream, Van" ucap Raga.


Nevan mengangguk. Ia memotret kakaknya dan Raga yang berjalan sambil membawa harimau ditangannya.


"Bagus nggak?" tanya Athena.


"Pasti bagus kak" bangga Nevan.


Mereka langsung ke taman samping, melepaskan kedua hewan itu.


"Opa, dicari sama Zoya dan Wiyu" teriak Nevan.


"Gak boleh teriakin Opa, Nevan." ceramah Athena.


Nevan hanya cengengesan mendengar ceramah singkat kakaknya.


"Ehh, Zoya Wiyu yang cari opa apa Raga nih?" tanya Lathief yang baru datang.


Raga mencium punggung tangan Lathief.


"Zoya sama Wiyu, opa. Bang Raga mana ada kepentingan dengan opa" jawab Nevan.


"Opa ada urusan kok" kata Lathief. Ia lalu duduk di gasebo.


"Habis dari mana?" tanya Lathief.


"Dari Timezone, opa" jawab Raga.


"Berdua aja?"


"Sama teman-teman, opa"


Lathief mengangguk.


"Kamu udah kenalan dengan Zoya dan Wiyu?"


"Sudah, opa. Raga kira mereka galak, ehh ternyata manja" jawab Raga.


"Syukurlah mereka nerima kamu. Atau cucu opa akan dilema pilih dua ekor hewan atau kamu" canda Lathief.


"Kira-kira siapa yang kakak pilih yah?" tanya Nevan penasaran.


"Dua hewan itulah" jawab Nevan sendiri.


"Bawel banget cucu opa" Lathief merangkul bahu cucunya.


"Bawel opa, soalnya lama gak dikasih sangu" kata Nevan jujur.


Raga dan Lathief tertawa mendengar ucapan Nevan yang begitu polos seperti kakaknya.