Athena

Athena
I'm Arunika



Sabtu sore sebelum Kevin kembali ke tanah rantau, seperti biasa mereka berenam akan berkumpul. Kali ini ada yang berbeda, Athena mengajak kelima temannya untuk berkumpul di rumahnya. Sejauh ini hanya rumahnya yang belum pernah jadi tempat berkumpul. Rumah Wildan dan Darren pernah beberapa saat lalu menjadi pelampiasan kekesalan menyusun proposal.


Athena sedang duduk di tangga teras rumahnya, di sampingnya ada Ayra yang menemaninya.


"Ayra masih ingat nggak, kakak-kakak yang akak The temani waktu dulu?"


Ayra mengangguk.


"Ingat, kakak-kakak yang tampan itu kan." jawab Ayra excited.


"Nah, kita tunggu kakak-kakaknya datang yah"


"Siap, kakak The" kata Ayra. Bocah kecil itu asyik makan ice cream coklat dalam wadah ukuran sedang.


Sebuah mobil yang sering berlalu lalang di kompleks ini berhenti di depan rumah Athena. Satu persatu keluar dari mobil, dengan wajah yang tidak seperti biasanya.


"Ayo masuuuk" ajak Athena.


"The, Lo tinggal disini? Terus ini bocah kok di sini?" Darren menyerang Athena dengan pertanyaan.


Ayra yang ditunjuk Darren pun menempelkan dirinya pada Athena.


"Eh, itu kayak kenal" Wildan menunjuk salah satu bingkai foto yang tertempel di dinding ruang keluarga.


"Ehh, iya, itu yang punya sekolah." Kevin mengiyakan.


Athena membawa temannya ke taman samping rumahnya. Dua orang pelayan datang membawakan nampan yang berisi minuman dan juga kue coklat yang masih panas.


"Dugaan gue gak salah kan? Athena bukan orang sembarangan" kata Eros.


Raga mengangguk.


"I'm Arunika" ucap Athena sambil mengelus rambut Ayra yang menempel padanya.


"Gila sihh. Lo nggak nge-prank kan?" tanya Kevin.


Athena menggeleng.


"Aku diangkat menjadi anak oleh anak kedua Mr. Lathief Arunika, yaitu Ms. Renalda Arunika, beliau istri dari Mrs. Renaldi Maheswari. Sejak bayi aku dirawat oleh Mr. Renalda yang aku panggil mommy. Papiku adalah Rafa Mahendra, yang meninggal saat aku masih kecil. Ibu kandung aku meninggal saat melahirkan aku ke dunia. Papi yang bersahabat dengan mommy sejak kecil, menyerahkan hak asuh aku kepada mommy." Athena bercerita mengapa dirinya bisa menjadi seorang Arunika.


"Aku bukan garis keturunan Arunika, tapi kakek Ares Arunika memasukkan namaku di dalamnya, hingga diberi marga Arunika di belakang namaku. Athena Mahendra Arunika" Athena melanjutkan ceritanya.


Tidak ada yang menyela cerita Athena. Keadaan begitu hening. Ayra yang sejak tadi pun makan ice cream, kini sudah terlelap sambil bersandar di dada kakaknya, Athena.


"Gila sih, bisa-bisanya Lo nyembunyiin ini selama ini" kata Wildan.


"Yang gue tahu, Lo dari kalangan atas, itu pasti. Meskipun Lo tampil sederhana, tapi diri Lo juga apa yang menempel pada diri Lo bisa menjelaskan segalanya, terlihat alami aja gitu. Tapi membayangkan Lo seorang Arunika, gue gak pernah sampai kesana mikirnya" Kevin berbicara.


"Dan yang paling parahnya, Athena mau-mau aja masakin buat kita-kita. Yang bahkan di rumahnya sendiri pun ia hanya perlu memerintah" Darren begitu dramatis saat mengatakannya.


Athena terkekeh mendengar ucapan Darren, temannya yang satu ini memang berbeda.


"Darren, aku sering yah ke dapur. Gak cuma waktu di desa aja" ucap Athena.


"Kenapa Lo baru ngomong sekarang The?" tanya Eros.


"Sebenarnya mau ngomong dari lama, tapi gak siap, entah kenapa. " jawab Athena.


"Gimana rasanya jadi seorang Arunika?" tanya Wildan.


Athena terkekeh mendengar pertanyaan absurd Wildan.


"Yah nggak gimana-gimana. Semua ada timbal baliknya, kan."


"Gila sih ini" Darren masih tidak percaya akan hal yang baru diketahuinya sekarang.


"The, ini anak kenapa ada di sini?" tanya Kevin.


"Orang tuanya meninggal, kakaknya juga. Kakek Abraham membawanya ke sini untuk berobat, pas aku tanya mau nggak tinggal sama kakak, ehh Ayra mau. Jadi punya adik kecil lagi deh" cerita Athena, ia mengelus rambut Ayra yang menjadikan pahanya sebagai bantal.


"Waktu gue anterin Athena pulang saat dia pertama kali datang ke rumah Eros" jawab Raga.


"Gila Lo. Nyimpan rahasia sampai selama ini" umpat Wildan.


"Raga diamnya emas nih" kata Darren.


"Untung aja kita semua pada bersikap baik sama Athena" Darren mengelus dadanya lega.


"Coba nggak kenapa, Ren?" tanya Athena.


"Pasti ke alam kubur duluan" jawab Darren dramatis.


Semuanya terkekeh mendengar jawaban Darren.


"Aku juga gak sembarang berteman yah. Sebelum ke desa aja, kalian semua di screening sama opa, aman gak? Bersih nggak? Ternyata bersih, gak ada kumannya. Jadilah aku menghabiskan waktu di desa selama 3 bulan bersama kalian" seloroh Athena.


"Meskipun kalian tidak tahu siapa aku, aku yakin kalian tetap memperlakukan aku dengan baik. Kita sudah saling berkenalan, menjadi teman serumah 3 bulan, aku pulang dalam keat baik-baik saja, itu menandakan kalian benar-benar baik kepada sesama, apalagi aku perempuan"


"Yaiyalah, Lo waktu itu masih kayak anak SMP, mukanya astagaa masih imut, jadi kita semua jadiin Lo adik kecil. Sekarang mah makin glow up, udah gak imut lagi, udah sarjana pula" kata Kevin.


"Thanks sih untuk semua ini. Kalian udah Nerima aku untuk masuk ke circle kalian" ucap Athena.


RRUUUUUUARRR


Suara auman terdengar tidak jauh mereka. Wildan dan Darren sampai terjengkang karena kaget.


"Itu apa The?" tanya Kevin sambil melihat sekitarnya.


Ayra juga bahkan terbangun. Athena membantu Ayra untuk minum air putih.


"Sana, udah dicari sama adeknya tuh, mereka lapar kayaknya" ucap Athena kepada Ayra.


Ayra mengangguk. Ia berlari kecil ke semak-semak diikuti tiga orang lelaki dibelakangnya.


"Temannya Ayra" Athena menjawab pertanyaan Kevin.


Ayra naik ke punggung Wipo, menjadikan Wipo sebagai kendaraannya.


"Ehh, Ayra" kaget Wildan.


Zoya dan Wiyu ikut dibelakangnya. Ketiga hewan itu berbelok masuk ke dalam taman yang tertutupi pagar besi. Di dalam sana mereka akan makan. Ayra turun dari punggung Wipo sebelum Wipo memasuki ruang makannya.


"The, peliharaannya kok gini amat?" tanya Darren. Darren sudah minum air putih cukup banyak sore ini.


"Dulu mereka lucu tahuu, makanya aku suka. Sekarang udah garang gini, ehh Ayra yang suka." jawab Athena.


"Udah diberi makan yah?" tanya Athena.


Ayra mengangguk.


"Adek mandi dulu, bye semuanya" pamit Ayra.


Ia diajarkan oleh Alda dan Athena, kalau sudah bermain dengan hewan, harus cuci tangan.


"Pulang nya nanti aja yah, tunggu mommy dan Daddy dulu" pinta Athena.


"Daddy Lo galak nggak?" tanya Darren.


"Ngadi- ngadi aja pertanyaannya" Eros menjitak kepala Darren.


"Galak lah pasti, anaknya aja modelan begini, pasti Daddy nya galak" kata Wildan.


"Hooh, setuju gue. Semua cewek cantik, pasti bapaknya pada galak" kata Kevin.


"Nggak, yah. Daddy aku tuh kalem" ucap Athena.