
Athena sedang sibuk pagi ini. Ia membuat kue tart di bantu Alda.
"Mau buat cup cake juga nggak? Sekalian untuk ngemil nanti" tanya Alda.
"Boleh deh mom" jawab Alda.
"Raga ulang tahun yang ke berapa?"
"17 tahun mom"
"Wahh sweet seventeen ternyata"
"Apaan sweet seventeen segala" ucap Athena.
"17 itu berarti tahu kak. Mommy aja gak bisa lupa waktu sweet seventeen. Best memories banget pokoknya" kata Alda.
"Iyalah berarti, orang kadonya dapat yacht"
"Tahu banget nih kakak" Alda terkekeh kecil.
"Raga di kasih kado apa?" tanya Alda.
"Baiknya apa mom?"
"Jam tangan aja" saran Alda.
"Kevin udah bilang duluan bakal beliin Raga jam tangan"
"Baju deh, atau kemeja gitu"
"The gak tahu milihnya"
"Kasih mobil, kak" ucap Renal yang baru datang.
"Apaan deh Daddy? kayak The punya banyak uang aja" kata Athena.
"Wuihhh, anaknya berlagak gak punya nih mom. Duplikat nya mommy banget ini"
"Kan anak mommy. Yah nak yah"
Athena mengangguk.
"Dulu waktu papi The ulang tahun, mommy, papa, om Angga dan Randi beliin papi The mobil, tapi patungan" cerita Alda.
"Wehh, tongkrongan sultan mewah yah" kagum Athena.
Renal tertawa mendengar decakan kagum anaknya.
"Jadi Raga mau di kasih apa?" tanya Alda.
"Jam juga deh. Raga suka ganti-ganti jam soalnya" jawab Athena.
"Udah cari jamnya?" tanya Renal.
Athena menggeleng.
"Daddy telpon teman Daddy deh" kata Renal.
Renal adalah salah satu member resmi dari sebuah produk jam tangan yang cukup digandrungi oleh para kelas atas.
"Bayarnya gimana dad?" tanya Athena.
"Wah, mom. Anaknya nih gak mau lagi dibayarin sama Daddy nya" Renal menggoda anaknya.
"Nggak gitu, dad" kata Athena.
Alda hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan anak dan suaminya.
✨✨✨
Gelap sudah menguasai bumi. Athena terlihat cantik dengan gaun motif bunga-bunga yang melekat pada tubuhnya. Ia pergi diantar oleh Min.
Audi R8 berwarna hitam terparkir rapi di depan AN resto. Yah, Alda, Eros, Kevin, Wildan dan Darren sepakat untuk memberikan kejutan kepada Raga di sini. Athena telah me-reservasi rooftoop gedung ini, tentu saja itu saran dari mommy nya.
Athena meminta Min untuk membawa kue yang di bawanya ke rooftoop. Tentu saja beberapa orang pelayan membantu kesuksesan acara perayaan ulang tahun Raga malam ini.
Athena diberi tugas untuk menunggu Raga, sementara yang lain menunggu di atas.
Mobil yang Athena kenal berhenti tepat di depannya. Raga keluar dari mobil itu kemudian memberikan kuncinya pada petugas valet.
"Maaf udah buat Lo nunggu" ucap Raga saat ia sudah berdiri di sisi kanan Athena.
Athena tersenyum.
"Aku datangnya belum terlalu lama kok" kata Athena.
Raga menggandeng lengan Athena memasuki restoran.
"Selamat datang nona, tuan" sapa seorang pelayan yang berpapasan dengan mereka.
"Terima kasih, mbak" ucap Athena.
Athena berjalan menuju lift yang tidak digunakan oleh sembarang orang. Keempat teman Athena yang lain saja diantar oleh pelayan yang dipercaya oleh Alda.
"Mau ke mana sih The? Biasanya gak pakai lift ini" tanya Raga.
"Mau ke atas, Ga" jawab Athena.
Raga menelisik penampilan Athena malam ini. Gaun yang hanya menutupi pundaknya, memanjang turun hingga setengah betis. Rambut panjang yang dikepang, juga tas yang tidak terlalu kecil disampirkan dibagi kirinya.
"You look so beautiful" ucap Raga.
"Terima kasih, tuan. Anda juga terlihat tampan malam ini" balas Athena yang membuat keduanya terkekeh.
Ting
Lift sudah sampai di lantai tujuan, lantai 9. Raga masih tak melepaskan gandengan tangannya dari lengan Athena. Mereka bertemu Min saat akan menuju tempat yang telah Athena siapkan.
"The biar saya yang antar. Kak Min pulang saja" lanjut Raga.
Min melihat ke arah Athena. Athena mengangguk.
"Baik, tuan" ucap Min.
"Terima kasih, kak Min" kata Raga.
Min mengangguk sebelum meninggalkan sepasang remaja itu. Ia melapor sebentar sebelum meninggalkan lokasi. Orang lain akan melanjutkan tugasnya menjaga nona mudanya malam ini.
Athena membuka pintu di depannya.
"HAPPY BIRTHDAY RAGAAAAA!" teriak Eros, Kevin, Wildan dan Darren.
Raga cukup terkejut akan hal ini. Ia tidak menyangka teman-temannya akan membuatkan pesta seperti yang dilihatnya. Padahal biasanya, mereka berlima akan makan tumpeng buatan Vania, juga kue tart yang dibeli Baskara di kediaman Raga, setelah makan keempat temannya akan memberinya kado meskipun Raga tak minta.
Raga melihat sosok perempuan yang berdiri di sampingnya. Perempuan ini selalu penuh dengan kejutan.
"Tangannya di lepasin dulu dong" kata Kevin
Athena nyengir. Ia berusaha melepaskan lengannya dari tautan lengan Raga.
"Ga, please deh" kata Eros.
Raga dengan pasrah melepaskan lengan Athena. Athena lalu berjalan ke sebuah meja untuk mengambil kue yang dibuatnya pagi tadi. Alunan biola menemani langkah Athena menuju Raga, sambil membawa kue yang lilinnya sudah dinyalakan oleh pelayan yang stand by di samping meja.
Nyanyian keempat temannya yang lain juga terdengar merdu, mengikuti irama biola. Athena berdiri di depan Raga, menunggu Raga meniup lilinnya.
Lilin pun padam, semua bertepuk tangan. Baik pemain biolanya juga beberapa pelayan dan keempat remaja yang paling heboh.
"Happy birthday, Ga" ucap Athena.
Mereka lalu duduk di meja yang ditata begitu mewah.
"Kami pamit dulu nona, para tuan sekalian. Silahkan nikmati waktunya" ucap seorang pelayan mewakili yang lainnya.
"Terima kasih" kata Athena.
Pelayan itu tersenyum, kemudian menunduk sebentar sebelum meninggalkan Athena dan teman-temannya.
"Potong kuenya dong Ga. Gue gak sabar makan kue buatan Athena dan calon mertua" celetuk Wildan.
Raga mendengus, tapi tetap memotong kuenya. Ia memberikan potongan pertama kepada Athena, sisanya yang tidak terpotong ia geser ke tengah meja.
"Ambilnya dikit aja. Sisanya mau gue bawa pulang" kata Raga.
"Tega amat" kata Kevin.
"Kalian yang tega. Ditunggu makan tumpeng kok nggak nongol. Untung ada Fany, Irvandi juga Dwi ke rumah." kesal Raga.
"Maaf, Ga." ucap Eros.
"Maaf, Ga. Ini ide aku sebenarnya" cicit Athena .
Tawa Raga pecah saat mendengar nada bicara Athena yang terdengar takut.
"Gue cuman bercanda, The. Kesal juga sih, gue tungguin nih anak 4 kagak ada yang nongol" kata Raga. Ia menepuk kepala Athena pelan.
"Kirain kesel beneran" kata Athena.
Raga menggeleng.
"Ingat, kuenya gak boleh habis" kata Raga saat melihat tangan Darren akan mengambil kue yang sisa sedikit.
"Ga, ayolah, please" mohon Darren.
"Karena hari ini kalian udah repot bantu The nyiapin segalanya, kalian boleh deh habisin kuenya" kata Raga.
"Lo nggak makan kuenya? Bakal nyesel Lo" tanya Kevin.
"Iya, kamu belum ada makan kuenya" kata Athena.
Athena melihat potongan kue yang tadi Raga beri.
"Ini, kamu makan deh" katanya.
Raga mengambil kue itu kemudian memakannya. Rasanya tak pernah mengecewakan, selalu terasa enak dan bikin ketagihan.
"Nyesel kan Lo?" tanya Eros sambil meletakkan piring kuenya yang sudah habis.
Athena terkekeh mendengar pertanyaan sekaligus sindiran Eros.
Tak lama, pintu terbuka. Tiga orang pelayan datang sambil membawa makanan. Makanannya di tata sangat rapi di atas meja.
"Sebelum makan, gue ngucapin banyak terima kasih kepada kalian semua. Makasih banget udah ingat hari ini, makasih banget untuk surprise nya juga." ucap Raga.
Kevin meletakkan sebuah kotak di depan Raga. Wildan juga meletakkan sebuah amplop, Darren ikut meletakkan amplop lainnya dan terakhir Eros yang meletakkan sebuah kotak dengan ukuran sedang.
"Aku nanti aja yah" ucap Athena.
"Sekarang The, apaan nanti-nanti. Gak ada rahasia diantara kita" kata Kevin.
Athena membuka tasnya, ia mengambil kotak yang tadi ia bungkus sendiri.
"Makan dulu deh baru buka kadonya" usul Darren.
Raga mengangguk. Ia meletakkan kado-kado itu di meja kosong yang ada di sampingnya.
"The kalau pesan makanan selalu ingat kita" kata Wildan.
"Hooh, semua makanan kesukaan kita" Kevin ikut berbicara.
"Tak lupa Coto dan ketupat kesukaan dia" sambung Eros.
Athena terkekeh. Jika bukan bakso, ia akan memesan Coto.