Athena

Athena
A Secret



Di sebuah kota kecil namun indah dan menenangkan, ada sepasang anak dan ibu yang sedang berjemur. Kota ini jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota yang padat akan kendaraan dan suara bising. Orang-orang akan memilih berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk aktifitas sehari-hari, jika pun harus bepergian jauh, mereka menggunakan bus yang jadwalnya sudah ditentukan.


Ini sudah hari kedua Athena dan Anne tiba di kota ini. Tempat ini adalah satu-satunya rahasia yang ia sembunyikan dari mommy nya, daddy nya, dari keluarganya dan juga tentu dari suaminya. Suami. Mengingat kata suami membuat nya kembali merenung. Apakah pilihannya sudah benar meninggalkan suaminya untuk sementara waktu, setidaknya mereka bisa berpikir baik-baik dan saling memenangkan diri. Ia tentu pergi bukan untuk selamanya, ia akan kembali saat hatinya merasa tenang dan siap menghadapi keluarga nya.


Rumah dua lantai berukuran minimalis, hanya ada 3 kamar tidur. 1 kamar tidur di lantai bawah, sementara dua kamar tidur lainnya berada di lantai atas. Halamannya juga tidak seluas yang ada di kompleks Arunika, tapi ini sudah cukup luas, bisa menampung hingga 5 mobil. Rumputnya hijau dan terawat, ada bunga mawar hitam yang tumbuh menghiasi.


"Maa ma ma ma" Anne berceloteh.


Athena sedang menyuapi Anne bubur yang diberi potongan wortel kemudian dihancurkan menggunakan sendok, agar mudah ditelan.


Setelah ia meninggal d'Luna Airport, ia langsung menuju kota ini. Kedudukannya sebagai putri tunggal pemilik bandara membuatnya bisa bepergian dengan tenang. Sampai di kota ini pun,ia hanya beristirahat sebentar dan ke toko untuk membeli kebutuhan hidupnya bersama Anne. Hal pertama yang ia datangi tentu saja toko perlengkapan bayi, kemudian supermarket yang menyediakan bahan pangan. Athena tentu tidak meninggalkan jejak lewat transaksinya, ia sungguh cerdik. Tidak ada satupun alat yang bisa memberitahukan kepada keluarganya jika ia berada di kota ini. Ia tentu menggunakan uangnya sendiri untuk menghidupi dirinya dan Anne.


"Anak mama pinter, makanannya dihabiskan" Athena mengusap kepala anaknya yang tergelak lucu tanpa gigi.


Anne bertepuk tangan, seolah menyampaikan kegembiraan nya karena berhasil menghabiskan bubur di mangkuk kecilnya.


Bayi kecil itu menguap, tanda ia sudah mengantuk. Kerjaan bayi yah memang begitu, kalau gak makan, buang air, minum susu, yah tidur.


Athena mengeloni anaknya di kamar bawah, ya, ia memilih untuk tidur di kamar bawah. Setelah beberapa saat, bayi itu tertidur. Athena kemudian bangun untuk merapikan rumah,dan membersihkan dirinya tentu saja. Saat anak tertidur, itu adalah waktu terbaik bagi seorang ibu untuk melakukan tugasnya, itu adalah kesempatan emas bagi kaum para ibu. Seolah tangan dirancang begitu lihai memegang sapu tapi juga bisa mengaduk makanan di wajan. Kadang juga sambil mencuci pakaian.


Saat Athena hendak mendudukkan dirinya di kursi meja makan, lengkingan suara Anne terdengar, ternyata anaknya sudah bangun. Athena menghela napasnya, ia lalu berjalan ke kamarnya dan mengangkat anaknya, membawanya ke meja makan dan mendudukkan nya di kursi bayi, tak lupa memberikan mainan agar anaknya anteng sambil menunggu dirinya selesai makan.


"Anne, anaknya mama, main dulu yah. Mama mau makan sayang" ucap Athena.


Anne hanya mengangguk-angguk seolah mengerti ucapan mamanya.


✨✨✨


Di kota A, Raga harus menerima semua kekecewaan keluarga istrinya.


Renal menghela napasnya kasar. Ia tentu saja terkejut mengetahui fakta jika anaknya pergi bersama cucunya. Yang lebih membuatnya khawatir adalah ia tidak mengetahui kemana anaknya pergi.


"Halo, pa. Tolong minta Min segera kembali ke kota A"


"Athena pergi, pa. Kalau gak bisa bawa Min pulang, setidaknya tanya kemana Athena pergi.


"Baiklah, pa "


Alda mematikan teleponnya, barusan ia menelpon Lathief yang sedang berada di pulau RelFath. Ia menatap menantunya yang terlihat begitu tersiksa. Lingkaran hitam pada matanya cukup jelas, juga badannya yang tidak setegar biasanya.


"Kamu istirahat yang cukup. The pasti gak suka kalau suaminya sakit. Mommy akan bantu sebisanya" ucapnya.


Raga kembali merasa bersalah. Alih-alih mendapat cacian dari keluarga istrinya, ia malah mendapatkan perhatian yang tidak ia dapatkan dari mamanya sendiri.


"Raga pamit dad, mom. Raga akan mencari ke negara D dulu" ucapnya.


"Kami juga akan mencari ke negara G. Daddy akan hubungi Okan dulu" kata Renal.


"Jangan lupa istirahat, nak. Kami mengenal Athena sangat baik, ia akan kembali saat suasana hatinya membaik" Alda menenangkan menantunya.


Dengan langkah gontai, Raga memasuki rumahnya. Rumahnya sangat sepi, tidak ada Athena, juga tidak ada Anne yang akan berceloteh menyahuti ucapan sang mama. Ia rindu istrinya, ia juga rindu anaknya. Kemana istrinya pergi, bahkan Lathief saja sampai tidak tahu.


Ponsel Raga berdering, ada pesan dari Lathief.


Opa tidak bisa membantu banyak. Sehari sebelum cucu opa menikah, ia meminta agar opa angkat tangan akan kehidupannya setelah menikah. Opa sebagai seorang lelaki tentu saja melakukan apa yang telah opa sepakati. Min memberitahu jika ia dan Athena berpisah di Bandara. Athena meminta Min untuk kembali ke RelFath, dan Athena berjanji akan menghubungi Min saat ia kembali nanti. Itu tandanya cucu opa hanya pergi untuk menenangkan dirinya.


Raga menghela napasnya membaca pesan dari Lathief. Ia tentu tak lupa membalasnya dengan ucapan terima kasih juga permintaan maafnya.