
Telah tiba dimana seharusnya rey pulang dari turki dan melanjutkan studinya di Indonesia, "sudah lama aku tidak pulang ke sini hal yang pertama kali ingin ku lakukan yaitu mencari anita, ya aku sudah lama merindukan nya" ucap rey dalam hatinya.Setelah mendapatkan kan universitas yang cocok dengannya, dia pun segera mengurus pendaftaran nya, namun siapa sangka dia bertemu dengan anita tanpa di duga duga, " Anita sudah lama sekali kita tak bertemu!!,apa kamu kuliah di kampus ini juga??",tanya rey pada anita saat itu yang terlihat kaget melihat rey ada di depan mata nya karena yang anita tahu bahwa rey telah pergi ke turki tiga tahun yang lalu.
"iya ini kampus ku dan kamu rey?? serius kamu rey??"tanya anita tak percaya karena sebelum rey pergi ke turki anita dan rey sempat dekat namun mereka belum pacaran dan di karena kan orang tua rey menyuruh rey sekolah di luar negri akhirnya mereka pun putus hubungan dan tidak saling berkabar.
"iya aku rey anita!! aku sangat merindukanmu" tiba tiba rey mendekati anita dan memeluknya,namun tiba-tiba anggara datang dari kejauhan dan melihat rey memeluk anita yang membuat ia marah pada saat itu dan bergegas mendekati anita dan rey yang tengah berpelukan dan dengan cepat Anggara menarik anita dan memukul rey pada saat itu,"Apa yang kau lakukan anggara"anita berteriak dan memisahkan mereka.
"Apa yang ku lakukan!! aku melihat pacar ku berpelukan dengan pria lain dan kau bertanya apa yang ku lakukan!!! harus kah aku menjawab itu semua???" teriak anggara pada anita,"anggara kamu salah paham dengar penjelasan ku dulu"anita mencoba menenangkan anggara dan rey hanya bisa terdiam dengan mengelap darah di sudut bibirnya,"Apa yang ingin kau jelaskan apakah ini belum jelas??"teriak anggara pada anita lagi,"anggara ini rey teman masa SMA ku dulu!! tolong jangan salah paham dengan hal ini!!"Anita yang bingung pun berkata dengan menangis,"Maafkan aku anita aku yang salah seharusnya aku tidak langsung memeluk mu tadi!! maafkan aku dan tolong jangan menangis!!"rey yang berkata lembut mencoba menenangkan anita.
anggara yang melihat kekasihnya menangis langsung menarik anita dan memeluknya"maafkan aku karena tidak mendengar kan mu!! aku yang bodoh karena cemburu dan kesal melihat kau berpelukan dengan lelaki lain"kata Anggara lembut dan mencoba menenangkan anita.
"eh maaf sudah membuat kalian salah paham !! perkenalkan nama ku rey dan aku teman SMA anita" rey mencoba mencairkan suasana,"nama saya anggara dan saya pacarnya anita" jawab Anggara dengan nada datar, "maaf telah membuat mu salah paham kalau begitu saya permisi dulu"jawab rey sambil mengundurkan diri sementara anggara dan anita pun bergegas masuk ke kelas mereka.
Rey yang bergerak dari situ pun pergi meninggalkan kampus itu karena dia ingin menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk kuliah nya besok,saat rey di kamarnya dia masih mengingat kejadian siang tadi yang membuat nya terbakar amarah dan juga marah pada diri nya sendiri, "kenapa? kenapa anita harus milik orang lain sekarang?? kenapa aku harus pergi waktu dulu? kenapa aku harus pergi dan meninggalkan anita di sini? maaf anita tapi aku gak rela kamu dengan pria mana pun karna kau adalah milikku dan aku satu satunya yang layak untuk mu!!" teriak rey pada diri sendiri.
Sementara anita yang termenung di kamar merasa kalau masa lalu nya kembali lagi dan takut jika Anggara tau tentang masa lalu nya dengan rey apakah dia akan marah seperti tadi lagi atau bahkan bisa lebih dari itu,"oooo rasanya aku ingin pingsan memikirkan nya lebih baik aku tidur tenangkan fikirkan untuk besok ujian"ucap anita yang perlahan-lahan tertidur.
sementara anggara yang memerintah kan seseorang melalui telpon untuk mencari tau tentang rey dan apa hubungannya rey dengan anita karna Anggara adalah orang yang sulit percaya dengan seseorang, "hallo aku ingin kau mencari tau tentang rey yang baru masuk ke kampus ku hari ini dan aku ingin tau apa hubungannya dengan pacar ku!!! cari tau dan laporkan padaku secepatnya" kata Anggara dalam telpon nya, "aku harus menjaga anita kalau tidak siapa pun bisa merebutnya dari ku"kata anggara sambil masuk ke kamar nya.