
Mendengar jawaban Raga, Athena berpikir sebentar.
"Aku pulang ke rumah aja" ucap Athena.
"Nggak yah." tolak Raga.
"Aku nggak ada bawa baju ganti." Athena mencari alasan.
"Bajunya udah ada di kamar" Raga menimpali.
"Singgah dulu nggak nih?" tanya Raga.
"Singgah deh, buat persiapan aja" jawab Athena.
Raga menghentikan mobilnya di salah satu minimarket. Ia mengikuti langkah Athena sambil mendorong troli. Athena juga membeli beberapa bahan masakan dan makanan ringan, tak lupa juga pembalut wanita.
"Udah?" tanya Raga.
"Udah, yuk bayar" jawab Athena.
Setelah proses bayar membayar selesai, mereka kembali melanjutkan perjalanan hingga ke penthouse milik Raga.
Athena menyusun bahan masakannya di kulkas, ia tak lupa menyusun makanannya di rak yang berdiri di samping kulkas.
"Udah mandinya?" tanya Athena saat melihat keberadaan Raga di sofa ruang keluarga.
"Udah, sana bersih-bersih dulu"
"Ga, aku tidur di kamar tamu aja deh" ucap Athena tak enak hati.
"Kamu tidur di kamar aku, aku yang tidur di kamar tamu" tolak Raga.
"Nggak apa-apa emang?"
"Nggak apa-apa, The. Sana gih bersih-bersih dulu, udah larut malam ini. Bajunya ada di atas nakas"
Athena mengangguk. Ia berjalan memasuki kamar Raga untuk bersih-bersih dan beristirahat.
Raga melihat jam yang menempel di dinding, sudah pukul 11 malam. Ia menyudahi pekerjaannya kemudian memasuki kamarnya. Rupanya Athena sedang bermain game di ponselnya.
"Belum tidur?"
"Habis ini langsung tidur kok" jawab Athena.
Raga ikut membaringkan tubuhnya di samping Athena, memeluk pinggang gadisnya dan menempelkan bibirnya di kening sang gadis.
"Tidur gih, ini sudah larut malam"
"Katanya bakal tidur di kamar tamu" ucap Athena.
"Iya, nanti kalau kamu udah tidur aku bakal pindah"
Athenat menyudahi games nya. Ia menyimpan ponselnya di atas nakas, kemudian mencoba menutup matanya. Raga mengelus rambut Athena, berharap perempuan itu segera tertidur.
"Good night" ucap Athena pelan.
"Nice sleep, sayang" kata Raga lembut.
Tidak butuh waktu lama, Athena sudah tertidur lelap dalam pelukan Raga. Raga mencium sekali lagi kening Athena sebelum meninggalkan gadis itu. Raga berlalu ke kamar tamu yang berada di samping kamarnya.
✨✨✨
Pagi menyapa, Athena membuka matanya. Ia memperhatikan sekitarnya, kemudian ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu ia membersihkan ranjang yang ia tempati tidur, kemudian ke dapur untuk membuat sarapan.
Saat berjalan ke dapur, ia mendengar suara cipratan air dari arah kolam renang, ia lalu membelokkan langkahnya. Rupanya Raga sedang berenang sepagi ini.
Raga yang melihat kedatangan Athena pun, berenang hingga ke tepi.
"Mau ikut berenang nggak?" tanya Raga.
Athena menggeleng.
"Aku mau bikin sarapan" tolak Athena.
"Gak apa-apa makan berat di pagi hari?"
"Nggak apa-apa. Aku mau sup kentang, mau ayam goreng juga, sambel juga."
"Namanya bukan sarapan dong, tapi makan pagi" kata Athena kemudian terkekeh.
"Boleh nggak?"
"Boleh. Sana gih berenang, aku masak dulu kalau gitu" jawab Athena.
Athena memulai harinya dengan memasak untuk makan pagi mereka. Ini tentu bukan hal yang baru baginya, makan makanan berat di pagi hari sudah menjadi kebiasaannya. Ia bukan tim makan roti saat pagi hari, tapi ia adalah tim makan makanan berat.
Masakan Athena sudah siap, bersamaan dengan Raga yang juga selesai dengan kegiatan berenangnya.
"Ayo, makan dulu" panggil Athena.
Raga melihat makanan di depannya dengan mata yang berbinar. Sudah lama ia tidak merasakan masakan Athena.
Mereka makan pagi dengan tenang dan begitu lahap.
"Ga, habis ini aku pulang yah."
Raga mengangguk.
"Aku yang anterin. Gak usah minta Min yang jemput" katanya.
"Oke deh"
Athena membersihkan meja makan dan juga dapur, ia tak lupa mencuci piring.
"Ga, nasinya aku simpan di rice cooker. Ayamnya ada di atas meja. Supnya kamu panaskan nanti yah."
"Okay, sayang" Raga mengelus rambut Athena.
Raga mengantarkan Athena hingga rumahnya.
"Makasih yah" ucap Raga.
"Urwell, tuan" kata Athena kemudian terkekeh.
"Jam 7 nanti siap-siap yah."
"Mau kemana emang?"
"Wildan ulang tahun hari ini. Dia ngundang untuk makan malam."
"Emang Wildan ada di sini?"
"Iya, tiba pukul 1 dini hari. Mereka tidur di unit aku yang dulu" jawab Raga.
"Tega banget nggak bilang sama aku" Rajuk Athena.
"Kamu gak lihat grup emang?" tanya Raga.
Athena menggeleng.
"Jadi yang salah siapa?" tanya Raga.
"Tetep Raga. Perempuan gak pernah salah. Aku kan perempuan" jawab Athena yang berhasil mengundang tawa Raga.
Raga mengusap kepala Athena.
"Jago banget ngelesnya" ucap Raga.
Athena terkekeh. Ia mencium pipi Raga sekilas.
"Kamu hati-hati yah" kata Athena sebelum membuka pintu mobil Raga.
Raga mengangguk.
Athena memasuki rumahnya dan segera ke kamarnya untuk mandi.