Athena

Athena
Raga dan Senja



Athena masih tertidur pulas, dan Raga masih menempel di tubuh Athena. Bau khas Athena begitu candu buatnya. Sekarang sudah jam 2 siang, Athena belum makan siang.


Bel pintu berbunyi, Raga segera berdiri, itu adalah petugas butik dimana ia memesan pakaian untuk Athena. Tadi ia membawa Athena hanya mengenakan baju rumahan. Rencananya nanti sore ia akan mengajak gadis itu menyusuri keramaian jalanan, mungkin dengan kulineran seperti yang sering dilakukan oleh pasangan milenial jaman sekarang.


Raga kemudian mengorder makanan untuk makan siang mereka. Tidak butuh waktu lama, makanannya tiba. Raga kemudian menyiapkannya di meja makan.


"The, ayo bangun dulu" Raga mencium pipi Athena berkali-kali. Berharap gadis itu segera bangun.


Athena hanya menggumam.


"Makan dulu, The. Ini udah siang banget" Raga mulai menggigit kecil pipi Athena.


Athena yang merasa terganggu pun, perlahan membuka matanya, yang langsung dihadiahi oleh wajah tampan Raga .


"Makan dulu, sayang" ucap Raga lembut, kemudian mencium sudut bibir Athena.


Athena duduk dengan bantuan Raga. Ia melihat sekitarnya, kemudian berdiri.


Raga merangkul bahu Athena hingga sampai di ruang makan.


Raga memberikan mangkuk Coto kepada Athena,Athena mengisinya sendiri.


"Sambelnya jangan terlalu banyak yah" Raga mengingatkan sambil mengelus kepala Athena.


Athena mengangguk. Ia minum air putih terlebih dahulu sebelum meracik cotonya.


"Maaf yah, aku ketiduran" ucap Athena.


"Kamu begadang?"


"Semalam nonton Drakor"


"Sering?"


"Lumayan."


"Pantes kamu kurusan gini"


"Belakangan ini susah tidur. Kamu juga malah ngambek"


"Maaf, yah" ucap Raga.


Athena mengangguk. Mereka kemudian makan Coto dengan ketupat. Setelah makan, Athena membersihkan meja makan dan mencuci piring yang mereka gunakan untuk makan tadi.


Raga duduk di sofa sambil mengecek pekerjaan lewat tablet nya.


"Grafiknya lumayan" ucap Athena.


"Thanks" Raga mengelus kepala Athena yang bersandar di pundaknya.


"Bentar kita nge-date yah?"


"Kemana?" tanya Athena.


"Kulineran, mungkin?"


"Boleh deh. Mau makan pentolan, somai, jasuke juga." Athena mengangguk semangat.


"Jasuke itu apa?"


"Jagung susu keju" jawab Athena.


"Tunggu bentar yah. Aku kerja dulu"


"Iya, ini juga masih siang" kata Athena.


Athena berdiri, kembali ke kamar yang ia tempati tadi untuk mengambil ponselnya. Ia kembali duduk di samping Raga sambil bermain Onet di ponselnya.


"Masih main itu?" tanya Raga.


"Iya, gak bakal bosan."


"Padahal mainnya gitu-gitu aja" ucap Raga.


"Ihh, keren tahu"


✨✨✨


Athena terlihat cantik dengan tunik selututnya dan legging yang menutupi hingga betisnya. Rambutnya ia gerai. Sementara Raga terlihat tampan dengan celana jeans selututnya dan juga baju kaosnya yang berwarna maroon, warna yang sama dengan baju Athena.


"Raga, gak mau foto?" tanya Athena.


"Yuk"


Mereka berdiri di balkon penthouse Raga, memperlihatkan pemandangan sore kota C. Raga melingkarkan tangannya di bahu Athena, sementara Athena memegang ponsel untuk mengambil potret mereka.


"So cute" ucap Athena.


Raga mencium pipi Athena sekilas kemudian menggenggam tangan Athena dan membawanya keluar untuk menikmati Saturday Night.


Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Sebuah lapangan yang sangat luas, ada banyak penjual di dalamnya yang berjejer rapi. Ada dua lorong untuk jajaran kuliner, Athena begitu antusias melihatnya.


"Kamu tahu tempatnya dari mana?" tanya Athena.


"Dari teman. Kamu nggak pernah kesini?"


"Nggak pernah. Baru tahu ada beginian di sini" jawab Athena lugu.


"Pentolan dulu deh"


Mereka menuju ke stand pentolan. Jajanan yang terbuat dari bakso yang dibentuk kecil, kemudian di campur dengan telur, penyedap rasa juga daun bawang, lalu di goreng. Setelah matang, para pembeli bisa menambahkan saus kacang, sambel dan juga kecap.


"Sambelnya jangan banyak-banyak, The" Raga kembali mengingatkan.


"Baiklah Mr. Perdanakusuma" ucap Athena.


Yang membayar tentu saja Raga, karena Athena hanya membawa ponsel sejak meninggalkan rumahnya.


"Ga, mau jus alpukat" Athena menarik tangan Raga menuju stand penjual jus.


"Mas, jus alpukat nya 1, jus jeruknya 1" pesan Athena.


"Baik, mbak"


Mereka menunggu sambil melihat sekitarnya. Ada banyak orang yang berlalu lalang di tempat ini. Tempat lapang ini berbatasan langsung dengan dermaga.


"Mau apa lagi?" tanya Raga.


"Ini aja. Nambah nya nanti aja" jawab Athena.


Raga membawa Athena menuju dermaga. Di sepanjang sisi dermaga tersedia bangku panjang yang bisa dijadikan tempat duduk oleh pengunjung. Raga membawa Athena hingga ke ujung dermaga, spot terbaik untuk melihat senja.


Mereka duduk berdua, dengan jajanan yang menjadi perantara nya.


"What a beautiful view" kagum Athena.


"Masih cantikan kamu sih" ucap Raga yang langsung mengundang tawa kecil Athena.


"Garing sih candaannya"


Athena dan Raga sesekali menyantap pentolan yang tadi dibelinya.


"Mama nanyain kamu" beritahu Raga.


"Nanya gimana?"


"Kamu dimana, kapan pulang, kapan ke rumah"


"Emang iya?"


Raga mengangguk.


"Mamanya atau anaknya nih yang nanyain?"


"Kalau anaknya sih nanyain nya kapan nikah"


"Kamu maunya kapan?"


"Ya terserah kamu" jawab Raga.


"Harus banget sama aku?"


"Kenapa harus sama yang lain kalau ada kamu?"


"Pengen buat film, judulnya Ada Cinta di Desa Kenangan" kata Athena yang diakhiri tawa ringan.


Raga juga terkekeh mendengarnya.


"Kamu sih sembunyi terus, untung aja satu kelompok pas praktek lapangan"


"Aku nggak sembunyi yah"


"Terus selama di Maheswari kamu kemana aja? aku gak ada pernah lihat kamu. Lihat kamu pertama kali aja di kafe O"


"Aku di kelas, di kantin, di perpus juga"


"Nggak pernah ke tempat lain?"


"Pernah, Ga. Mungkin belum timingnya aja kita ketemu" jawab Athena.


"Aku dan yang lain sampai tercengang gitu pas lihat kamu di kafe O. Beneran ada orang se-cantik kamu di Maheswari? Kevin, Wildan dan Darren yang paling ribut sih. Mana suara kamu soft banget. Ternyata kelas VIP A menyembunyikan bidadari" cerita Raga.


"Segitunya?" tanya Athena.


Raga mengangguk.


"Gak nyangka aja sih. Sepanjang pengetahuan aku selama di Maheswari, sebelum ketemu kamu, hanya ada dua perempuan yang menguasai Maheswari, yaitu Dwi dan Fany. Tapi pengetahuan aku benar-benar dangkal, ternyata ada kamu. Irvandi juga gak ada ngomong ada teman kelasnya yang cantik"


"Apa alasan kamu milih pertanian?" tanya Raga.


"Mau cari suasana baru aja. Aku gak pernah kemana-mana sendiri soalnya. Pas ditanya pilih bidang apa, yah aku pilih pertanian, dan menyerahkan tempatnya ke pihak sekolah. Aku juga gak pernah lihat kamu sih"


"Ehh, padahal aku terkenal" ucap Raga pede.


"Pede banget bapaknya" Athena tertawa kecil.


"Bukan kepedean yah, tapi kenyataan"


"Iya-iya"


Senja menemani mereka menyambut malam, bersama dengan cerita di masa lampau yang akan mengukir kisah di masa depan.